alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Pastikan Bukan Spesies Kera, Diduga Asal Monyet Putih Dari Luar Pecatu

DENPASAR-Penampakan seekor monyet putih di kawasan Pura Selonding, Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, Badung viral di media sosial (medsos).

 

Bahkan kemunculan primata berekor panjang ini sampai memantik reaksi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali.

 

Terkait heboh mamalia yang disebut-sebut sebagai spesies kera putih, Kepala BKSDA Bali Dr R Agus Budi Santoso menjelaskan jika, hewan tersebut bukanlah spesies kera.

 

Melainkan, kata Agus Budi Santoso, dari klasifikasi, hewan dari ordo atau bangsa primata itu masuk dalam spesies monyet berekor panjang (Macaca Fascicularis).

- Advertisement -

 

“Monyet tersebut dicurigai mengalami kelainan genetik yaitu albino atau albus (putih) dan leukisme,”terang Agus Budi Santoso, pada Jumat (6/8).

Baca Juga:  Ngeri!!! Singa Afrika Kebun Binatang Gianyar Lepas dari Kandang

 

Dijelaskan, Albino merupakan kelainan genetik yang menyebabkan tubuh tidak bisa menghasilkan pigmen melanin sebagai pelindung dari sinar matahari.

 

Sedangkan leukisme adalah kondisi hilangnya sebagian pigmentasi yang membuat hewan berwarna putih, belang atau pucat pada bagian kulit, rambut atau bulu. Namun kondisi ini tidak berpengaruh pada mata.

 

“Hewan dengan kelainan genetik seperti ini cenderung di tolak dari kelompok,” ujar Budi Santoso.

 

Sementara itu, Manager Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu, I Wayan Wijana mengatakan, terkait heboh monyet di kawasan Pecatu memang tidak memiliki ciri-ciri monyet putih yang muncul di Pura Selonding.

 

Bahkan dipastikannya, monyet tersebut berasal dari kelompok lain.

Baca Juga:  Mendadak Lemas di Atas Pohon Setinggi 15 Meter, Warga Dievakuasi

 

Sebab kata dia, di kawasan Pecatu, terdapat 6 (enam) kelompok monyet yang memiliki lahan kekuasaan masing-masing.

 

“Mungkin dari kelompok lain. Yang jelas itu bukan dari Pecatu (DTW Pecatu),” pungkas Wijana. 

- Advertisement -

DENPASAR-Penampakan seekor monyet putih di kawasan Pura Selonding, Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, Badung viral di media sosial (medsos).

 

Bahkan kemunculan primata berekor panjang ini sampai memantik reaksi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali.

 

Terkait heboh mamalia yang disebut-sebut sebagai spesies kera putih, Kepala BKSDA Bali Dr R Agus Budi Santoso menjelaskan jika, hewan tersebut bukanlah spesies kera.

 

Melainkan, kata Agus Budi Santoso, dari klasifikasi, hewan dari ordo atau bangsa primata itu masuk dalam spesies monyet berekor panjang (Macaca Fascicularis).

 

“Monyet tersebut dicurigai mengalami kelainan genetik yaitu albino atau albus (putih) dan leukisme,”terang Agus Budi Santoso, pada Jumat (6/8).

Baca Juga:  [Catat] Tarif Tol Bali Mandara Naik Jumat 31 Januari 2020 Pukul 00.00

 

Dijelaskan, Albino merupakan kelainan genetik yang menyebabkan tubuh tidak bisa menghasilkan pigmen melanin sebagai pelindung dari sinar matahari.

 

Sedangkan leukisme adalah kondisi hilangnya sebagian pigmentasi yang membuat hewan berwarna putih, belang atau pucat pada bagian kulit, rambut atau bulu. Namun kondisi ini tidak berpengaruh pada mata.

 

“Hewan dengan kelainan genetik seperti ini cenderung di tolak dari kelompok,” ujar Budi Santoso.

 

Sementara itu, Manager Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu, I Wayan Wijana mengatakan, terkait heboh monyet di kawasan Pecatu memang tidak memiliki ciri-ciri monyet putih yang muncul di Pura Selonding.

 

Bahkan dipastikannya, monyet tersebut berasal dari kelompok lain.

Baca Juga:  NGERI! BKSDA Bali Tak Menerima, Cobra Tangkapan Warga Dilepas Lagi

 

Sebab kata dia, di kawasan Pecatu, terdapat 6 (enam) kelompok monyet yang memiliki lahan kekuasaan masing-masing.

 

“Mungkin dari kelompok lain. Yang jelas itu bukan dari Pecatu (DTW Pecatu),” pungkas Wijana. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/