alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Tamba Tunda Proyek hingga Perjalanan Dinas Rp9 M untuk Atasi Covid-19

NEGARA – Pandemi Covid-19 di Jembrana membuat pendapatan dan belanja pemerintah berkurang. Sejumlah proyek fisik yang membutuhkan anggaran cukup besar sementara ditunda. Karena anggaran yang bersumber dari APBD Jembrana difokuskan untuk penanganan pandemi Covid-19.

 

Bupati Jembrana I Nengah Tamba menegaskan, dalam penanganan Covid-19 di Jembrana sebelumnya sudah melakukan refokusing anggaran untuk mengantisipasi lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Anggaran sekitar Rp 9 miliar hasil refocusing digunakan untuk penanganan Covid-19.

 

“Kegiatan proyek fisik tidak ada. Hanya kegiatan proyek yang kecil-kecil saja,” jelasnya.

 

Bupati menjelaskan, selain proyek fisik yang besar direfokusing seperti anggaran untuk tahap lanjutan mal pelayanan publik, anggaran dari sejumlah kegiatan yang dinilai tidak prinsip juga ditiadakan. Seperti anggaran perjalanan dinas, alat tulis kantor dan perayaan dalam HUT RI dan HUT Kota.

Baca Juga:  Kokohkan Silaturahmi antar Umat Beragama

 

“Perayaan 17 Agustus acara sederhana saja, apel dan persembahyangan dengan protokol kesehatan yang ketat,” tegasnya.

 

Dalam kesempatan itu, bupati menyampaikan karena pandemi Covid-19 saat ini, realisasi APBD Jembrana tahun 2021 sudah mencapai 40 persen. Bupati optimis memastikan serapan anggran hingga akhir tahun ini sesuai dengan target.

 

Menurutnya, mengenai realisasi anggaran sudah membahas mengenai sejumlah anggaran, termasuk masalah teknis pekerjaan. Misalnya mengenai pengerjaan, apakah menggunakan sistem swakelola atau ditenderkan. Karena pada masa pandemi ini, bupati berharap pola-pola swakelola untuk membantu masyarakat mendapat pekerjaan di tengah pandemi Covid-19.

 

“Belum menjadi keputusan, masih kami diskusikan,” terangnya.

- Advertisement -

- Advertisement -

NEGARA – Pandemi Covid-19 di Jembrana membuat pendapatan dan belanja pemerintah berkurang. Sejumlah proyek fisik yang membutuhkan anggaran cukup besar sementara ditunda. Karena anggaran yang bersumber dari APBD Jembrana difokuskan untuk penanganan pandemi Covid-19.

 

Bupati Jembrana I Nengah Tamba menegaskan, dalam penanganan Covid-19 di Jembrana sebelumnya sudah melakukan refokusing anggaran untuk mengantisipasi lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Anggaran sekitar Rp 9 miliar hasil refocusing digunakan untuk penanganan Covid-19.


 

“Kegiatan proyek fisik tidak ada. Hanya kegiatan proyek yang kecil-kecil saja,” jelasnya.

 

Bupati menjelaskan, selain proyek fisik yang besar direfokusing seperti anggaran untuk tahap lanjutan mal pelayanan publik, anggaran dari sejumlah kegiatan yang dinilai tidak prinsip juga ditiadakan. Seperti anggaran perjalanan dinas, alat tulis kantor dan perayaan dalam HUT RI dan HUT Kota.

Baca Juga:  Akhirnya, Napi Narkotika dapat Asimilasi

 

“Perayaan 17 Agustus acara sederhana saja, apel dan persembahyangan dengan protokol kesehatan yang ketat,” tegasnya.

 

Dalam kesempatan itu, bupati menyampaikan karena pandemi Covid-19 saat ini, realisasi APBD Jembrana tahun 2021 sudah mencapai 40 persen. Bupati optimis memastikan serapan anggran hingga akhir tahun ini sesuai dengan target.

 

Menurutnya, mengenai realisasi anggaran sudah membahas mengenai sejumlah anggaran, termasuk masalah teknis pekerjaan. Misalnya mengenai pengerjaan, apakah menggunakan sistem swakelola atau ditenderkan. Karena pada masa pandemi ini, bupati berharap pola-pola swakelola untuk membantu masyarakat mendapat pekerjaan di tengah pandemi Covid-19.

 

“Belum menjadi keputusan, masih kami diskusikan,” terangnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/