alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Klaim BPJS Kesehatan di RSUD Tabanan Nunggak Rp 16 M

TABANAN -Klaim Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ternyata masih menunggak di BRSUD Tabanan.

Tak tanggung-tanggung, tunggakan klaim biaya BPJS Kesehatan di RS milik Pemkab Tabanan itu, mencapai Rp 16 miliar.

Direktur Utama BRSUD Tabanan I Nyoman Susila, Rabu (5/9), menyebutkan tunggakan klaim layanan kesehatan yang belum dibayarkan BPJS Kesehatan sebesar itu, tercatat mulai dari bulan Juli hingga Agustus 2018.

Dikatakan Susila, sejak dua bulan, klaim obat, pelayanan medis dan pelayanan lainnya belum dibayar oleh BPJS Kesehatan. 

Seharusnya, kata Susila, klaim bulan Juli sudah dibayarkan pada bulan Agustus. 

Sedangkan untuk klaim bulan Agustus sebenarnya juga terbayarkan oleh BPJS kesehatan di bulan September.

Baca Juga:  [Gawat] Stok Golongan darah O dan B di UTD PMI Bali Menipis

“Setiap bulan sebenarnya terbayarkan, kami tidak tahu apa kendala sehingga pembayaran klaim kesehatan belum dibayarkan oleh pihak BPJS kesehatan. 

Mungkin saja kendalanya karena likuiditas pembanyaran di BPJS Kesehatan,” terangnya.

Lebih lanjut, kata Susila, meski mengalami keterlambatan pembayaran klaim BPJS kesehatan di BRSUD Tabanan, namun hal itu diakui tidak berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Tabanan. 

Untuk klaim layanan kesehatan, katanya sudah terbayarkan di tahun 2018 mulai dari bulan Januari hingga Juni. 

“Yang jelas BPJS milik pemerintah pasti akan dibayar klaim kesehatan tersebut. 

Tetapi kami tidak tahu kapan akan dibayarkan,” pungkasnya.

 



TABANAN -Klaim Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ternyata masih menunggak di BRSUD Tabanan.

Tak tanggung-tanggung, tunggakan klaim biaya BPJS Kesehatan di RS milik Pemkab Tabanan itu, mencapai Rp 16 miliar.

Direktur Utama BRSUD Tabanan I Nyoman Susila, Rabu (5/9), menyebutkan tunggakan klaim layanan kesehatan yang belum dibayarkan BPJS Kesehatan sebesar itu, tercatat mulai dari bulan Juli hingga Agustus 2018.

Dikatakan Susila, sejak dua bulan, klaim obat, pelayanan medis dan pelayanan lainnya belum dibayar oleh BPJS Kesehatan. 

Seharusnya, kata Susila, klaim bulan Juli sudah dibayarkan pada bulan Agustus. 

Sedangkan untuk klaim bulan Agustus sebenarnya juga terbayarkan oleh BPJS kesehatan di bulan September.

Baca Juga:  [Gawat] Stok Golongan darah O dan B di UTD PMI Bali Menipis

“Setiap bulan sebenarnya terbayarkan, kami tidak tahu apa kendala sehingga pembayaran klaim kesehatan belum dibayarkan oleh pihak BPJS kesehatan. 

Mungkin saja kendalanya karena likuiditas pembanyaran di BPJS Kesehatan,” terangnya.

Lebih lanjut, kata Susila, meski mengalami keterlambatan pembayaran klaim BPJS kesehatan di BRSUD Tabanan, namun hal itu diakui tidak berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Tabanan. 

Untuk klaim layanan kesehatan, katanya sudah terbayarkan di tahun 2018 mulai dari bulan Januari hingga Juni. 

“Yang jelas BPJS milik pemerintah pasti akan dibayar klaim kesehatan tersebut. 

Tetapi kami tidak tahu kapan akan dibayarkan,” pungkasnya.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/