alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Masuk Daerah Aman, BNPB Revisi Desa KRB, Ini di Antaranya..

RadarBali.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali merevisi desa – desa yang masuk zona bahaya.

Sebelumnya, keberadaan beberapa desa yang masuk zona bahaya sempat membuat panik sekaligus polemik di masyarakat.

Karena ada beberapa desa aman masuk zona kawasan rawan bencana (KRB). Tapi, ada desa yang rawan malah masuk zona aman.

Yang jelas, jumlah desa terdampak tetap 28 desa. Hanya ada penambahan dan pengurangan sesuai dengan peta yang dikeluarkan BNPB.

“Ada tiga desa di Selat yang awalnya tidak masuk zona KRB sekarang masuk. Ketiganya adalah Desa Selat, Desa Duda dan juga Desa Duda Timur,” ujar Kepala BNPB Willem Rampangilei kemarin. 

Sementara di Kecamatan Babandem, ada dua desa masuk zona KRB yakni Desa Macang, dan Sibetan.

Rapat dihadiri Kasatgas Penanganan Erupsi sekaligus Dandim Karangasem Letkol Inf Sjafirial Agustus dan Bupati IGA Mas Sumatri.

Desa Bungaya Kangin yang awalnya masuk zona KRB sekarang tidak lagi. Selain itu, tiga kelurahan di Karangasem yakni Padang Kerta, Subagan, dan Karangasem tidak masuk zona KRB.

Berdasar pengalaman erupsi Gunung Agung 1963, Desa Bungaya Kangin, Kelurahan Subagan, dan Padang Kerta sempat terkena lahar dingin.

Karena itu, kalau terjadi hujan lebat pascaerupsi, maka mereka akan dievakuasi. “Kami minta warga tetap tenang dan tidak usah mengungsi dulu,” paparnya.

 Sejauh ini memang belum bisa dipastikan kapan akan terjadi erupsi. Sekalipun tingkat aktifitas vulkanik tinggi belum dapat dipastikan akan terjadi erupsi.

“Tetapi kita harus tetap menjaga kemungkinan terburuk,” bebernya.  Bupati Mas Sumatri mengakui saat ini masih dalam tahap pemenuhan logistik dan kesehatan pengungsi.

Sementara untuk kegiatan pemberdayaan sendiri masih dikoordinasikan.  “Sekarang galian C dan juga pariwisata yang menjadi PAD Karangasem terancam hilang, kita berharap pemerintah pusat bisa membangun kembali Dermaga Tanah Ampo,” ujarnya. 



RadarBali.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali merevisi desa – desa yang masuk zona bahaya.

Sebelumnya, keberadaan beberapa desa yang masuk zona bahaya sempat membuat panik sekaligus polemik di masyarakat.

Karena ada beberapa desa aman masuk zona kawasan rawan bencana (KRB). Tapi, ada desa yang rawan malah masuk zona aman.

Yang jelas, jumlah desa terdampak tetap 28 desa. Hanya ada penambahan dan pengurangan sesuai dengan peta yang dikeluarkan BNPB.

“Ada tiga desa di Selat yang awalnya tidak masuk zona KRB sekarang masuk. Ketiganya adalah Desa Selat, Desa Duda dan juga Desa Duda Timur,” ujar Kepala BNPB Willem Rampangilei kemarin. 

Sementara di Kecamatan Babandem, ada dua desa masuk zona KRB yakni Desa Macang, dan Sibetan.

Rapat dihadiri Kasatgas Penanganan Erupsi sekaligus Dandim Karangasem Letkol Inf Sjafirial Agustus dan Bupati IGA Mas Sumatri.

Desa Bungaya Kangin yang awalnya masuk zona KRB sekarang tidak lagi. Selain itu, tiga kelurahan di Karangasem yakni Padang Kerta, Subagan, dan Karangasem tidak masuk zona KRB.

Berdasar pengalaman erupsi Gunung Agung 1963, Desa Bungaya Kangin, Kelurahan Subagan, dan Padang Kerta sempat terkena lahar dingin.

Karena itu, kalau terjadi hujan lebat pascaerupsi, maka mereka akan dievakuasi. “Kami minta warga tetap tenang dan tidak usah mengungsi dulu,” paparnya.

 Sejauh ini memang belum bisa dipastikan kapan akan terjadi erupsi. Sekalipun tingkat aktifitas vulkanik tinggi belum dapat dipastikan akan terjadi erupsi.

“Tetapi kita harus tetap menjaga kemungkinan terburuk,” bebernya.  Bupati Mas Sumatri mengakui saat ini masih dalam tahap pemenuhan logistik dan kesehatan pengungsi.

Sementara untuk kegiatan pemberdayaan sendiri masih dikoordinasikan.  “Sekarang galian C dan juga pariwisata yang menjadi PAD Karangasem terancam hilang, kita berharap pemerintah pusat bisa membangun kembali Dermaga Tanah Ampo,” ujarnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/