alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Batal Bangun Mal Pelayanan Publik Karena Covid-19, Desain Dikoreksi

SEMARAPURA – Pandemi Covid sangat berdampak pada pendapatan Kabupaten Klungkung. Koreksi anggaran terhadap program infrastruktur pun dilakukan.

Tak terkecuali dalam pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Klungkung. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Pemukiman (PUPR-KP) Klungkung

AA Gede Lesmana mengungkapkan, pembangunan MPP Klungkung menjadi salah satu program kegiatan yang mengalami koreksi anggaran lantaran adanya wabah virus corona.

Perubahan desain pun terpaksa dilakukan untuk menekan anggaran. “Saat ini masih dalam proses finalisasi desain,” ungkapnya.

Dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebelumnya, pembangunan MPP Klungkung diperkirakan menelan anggaran Rp 71 miliar.

Dengan jumlah anggaran sebesar itu, MPP direncanakan dibangun tiga lantai. “Bangunan kantor Dinas Pertanian dan Dinas Kominfo rencananya dibongkar seluruhnya,” bebernya.

Baca Juga:  Agar Bali Tak Jadi Seperti India, Pejabat dan Tokoh Harus Jadi Contoh

Namun setelah adanya koreksi anggaran, MPP Klungkung diputuskan dibangun lebih sederhana.

Bahkan beberapa bangunan kantor Dinas Pertanian dan Dinas Kominfo Klungkung yang dirasakan masih bagus akan dipertahankan dan hanya dilakukan rehab saja.

“Bangunan Kominfo dan bangunan Dinas Pertanian yang masih baru diputuskan tidak dibongkar dan akan dilakukan rehab saja.

Sehingga nantinya akan nyambung dengan bangunan yang baru ini. Jadi nantinya kompleksnya itu jadi satu kesatuan. Itu yang membedakan harga yang dulu dengan yang sekarang,” jelasnya.

Tidak sampai di sana. Dalam menekan anggaran, pembangunan MPP yang sebelumnya direncanakan dibangun dalam tiga lantai akhirnya hanya dibangun dua lantai.

Itu pun hanya bagian depan saja. Semenara di bagian belakang, akan dibangun satu lantai saja.

Baca Juga:  Sidak, Dewan Temukan Hotel Labrak Sempadan Sungai dan Arsitektur Bali

“Selain itu, tidak ada basement. Jadi parkirnya, parkir yang ada di situ lahan-lahan di situ. Untuk dinas yang berkantor di sana tetap tiga dinas,

yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Klungkung,” katanya.

Terkait dengan jumlah anggaran pembangunan MPP dengan desain baru itu, ia mengaku belum bisa diungkapkan.

Karena saat ini proses finali desain masih berlangsung. Setelah itu baru akan dilanjutkan dengan pengecekan harga.

“Setelah itu baru kami nanti siapkan dokumen-dokumennya untuk tenderkan. Kemungkinan dokumen kami kirim ke ULP sekitar Desember.

Pelaksanaan tahun 2021. Dan Bapak Bupati meminta agar pembangunannya selesai satu tahun itu,” tandasnya.



SEMARAPURA – Pandemi Covid sangat berdampak pada pendapatan Kabupaten Klungkung. Koreksi anggaran terhadap program infrastruktur pun dilakukan.

Tak terkecuali dalam pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Klungkung. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Pemukiman (PUPR-KP) Klungkung

AA Gede Lesmana mengungkapkan, pembangunan MPP Klungkung menjadi salah satu program kegiatan yang mengalami koreksi anggaran lantaran adanya wabah virus corona.

Perubahan desain pun terpaksa dilakukan untuk menekan anggaran. “Saat ini masih dalam proses finalisasi desain,” ungkapnya.

Dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebelumnya, pembangunan MPP Klungkung diperkirakan menelan anggaran Rp 71 miliar.

Dengan jumlah anggaran sebesar itu, MPP direncanakan dibangun tiga lantai. “Bangunan kantor Dinas Pertanian dan Dinas Kominfo rencananya dibongkar seluruhnya,” bebernya.

Baca Juga:  Pembelajaran Tatap Muka di Karangasem Digelar usai Galungan

Namun setelah adanya koreksi anggaran, MPP Klungkung diputuskan dibangun lebih sederhana.

Bahkan beberapa bangunan kantor Dinas Pertanian dan Dinas Kominfo Klungkung yang dirasakan masih bagus akan dipertahankan dan hanya dilakukan rehab saja.

“Bangunan Kominfo dan bangunan Dinas Pertanian yang masih baru diputuskan tidak dibongkar dan akan dilakukan rehab saja.

Sehingga nantinya akan nyambung dengan bangunan yang baru ini. Jadi nantinya kompleksnya itu jadi satu kesatuan. Itu yang membedakan harga yang dulu dengan yang sekarang,” jelasnya.

Tidak sampai di sana. Dalam menekan anggaran, pembangunan MPP yang sebelumnya direncanakan dibangun dalam tiga lantai akhirnya hanya dibangun dua lantai.

Itu pun hanya bagian depan saja. Semenara di bagian belakang, akan dibangun satu lantai saja.

Baca Juga:  Panik Mesin Perahu Mati, 10 Pelancong Tercebur ke Laut, Untung…

“Selain itu, tidak ada basement. Jadi parkirnya, parkir yang ada di situ lahan-lahan di situ. Untuk dinas yang berkantor di sana tetap tiga dinas,

yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Klungkung,” katanya.

Terkait dengan jumlah anggaran pembangunan MPP dengan desain baru itu, ia mengaku belum bisa diungkapkan.

Karena saat ini proses finali desain masih berlangsung. Setelah itu baru akan dilanjutkan dengan pengecekan harga.

“Setelah itu baru kami nanti siapkan dokumen-dokumennya untuk tenderkan. Kemungkinan dokumen kami kirim ke ULP sekitar Desember.

Pelaksanaan tahun 2021. Dan Bapak Bupati meminta agar pembangunannya selesai satu tahun itu,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/