alexametrics
28.7 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

[OMG] Oarfish Terdampar, Buleleng Diguncang Gempa Lima Jam Kemudian

DENPASAR- Warga di pesisir Pantai Taman Sari, Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Karangasem, Jumat (6/11) sekitar pukul 06.00 WITA dibuat geger.

Heboh warga ini menyusul terdamparnya bangkai ikan raja herring (Regalecus glesne) atau Oarfish sepanjang 2, 5 meter.

Atas terdamparnya Ikan berjuluk “Naga Laut” atau Ikan Pita, warga meyakini sebagai pertanda atau kabar akan adanya bencana seperti gempa atau tsunami.

Lalu benarkan Oarfish benar-benar sebagai ikan pembawa kabar gempa dari laut? Atau terdamparnya Oarfish hanya fenomena biasa yang terjadi hanya faktor kebetulan?

Jawabnya adalah entah. Namun sesuai fakta, hampir 5 (Lima) jam atau tepatnya pukul 10: 57 WITA setelah penemuan bangkai Oarfish, gempa terjadi di Buleleng.

Sesuai laporan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), gempa magnetudo berkekuatan 2, 5 SR terjadi pada pukul 09: 57 WIB.

Gempa kecil itu terjadi di 8.28 LS, 114.90 BT (28 Km Barat Daya Buleleng-Bali) dengan kedalaman: 10 Km

Seperti diketahui, secara ilmiah, Ikan Raja Herring (Regalecus glesne)ini merupakan spesies dari Oarfish dari keluarga Regalecidae.

Keberadaan ikan yang juga biasa dijuluki “Ikan pita” ini hidup tersebar di seluruh dunia (tidak termasuk di wilayah kutub).

Ikan raja herring juga merupakan ikan bertulang sejati terpanjang di dunia. Perawakannya yang seperti pita. Ikan raja herring juga memiliki sirip punggung di sepanjang tubuhnya, serta sirip dada yang tipis dan panjang.

Selain itu, Ikan raja herring memiliki warna keperakan dengan titik hitam dan sirip warna merah. Karakteristik fisik dan metode berenangnya yang berombak, banyak spekulasi dan bahkan mitos bahwa ikan ini juga biasa dikenal bagi para pelaut sebagai “naga laut”.

Sementara itu, bagi masyarakat awam, ikan ini memang jarang ditemukan di perairan dangkal. Hidup spesies dari Oarfish ini juga hanya ditemukan di perairan dalam di semua samudera.

Maka tak heran, jika dengan kemunculan Oarfish, banyak masyarakat heboh dan mengganggap sebagai ikan aneh.

Apalagi, sebelum kemunculan bangkai Oarfish di pesisir Taman Sari, ikan ini juga sempat muncul sebelum adanya gempa dan sunami di Palu dan Jepang.

Bahkan dengan seringnya kemunculan ikan ini di perairan dangkal sebelum terjadinya gempa/tsunami, banyak masyarakat yang menyebut Oarfish sebagai ikan pembawa kabar gempa.

Oarfish..kalau sampai ikan nika (ini) keluar biasanya tanda-tanda bencana seperti gempa/tsunami keto ane tiyang (begitu kalau saya) baca di google..Astungkara Rahayu Gumine” tulis @Gede Sutapa di salah satu akun media sosial.

Selain Sutapa, ada juga pemilik akun Facebook @Andika. “Oarfish, sering disangkutpautkan dengan bencana alam laut dan gempa bumi” tulisnya.

 



DENPASAR- Warga di pesisir Pantai Taman Sari, Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Karangasem, Jumat (6/11) sekitar pukul 06.00 WITA dibuat geger.

Heboh warga ini menyusul terdamparnya bangkai ikan raja herring (Regalecus glesne) atau Oarfish sepanjang 2, 5 meter.

Atas terdamparnya Ikan berjuluk “Naga Laut” atau Ikan Pita, warga meyakini sebagai pertanda atau kabar akan adanya bencana seperti gempa atau tsunami.

Lalu benarkan Oarfish benar-benar sebagai ikan pembawa kabar gempa dari laut? Atau terdamparnya Oarfish hanya fenomena biasa yang terjadi hanya faktor kebetulan?

Jawabnya adalah entah. Namun sesuai fakta, hampir 5 (Lima) jam atau tepatnya pukul 10: 57 WITA setelah penemuan bangkai Oarfish, gempa terjadi di Buleleng.

Sesuai laporan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), gempa magnetudo berkekuatan 2, 5 SR terjadi pada pukul 09: 57 WIB.

Gempa kecil itu terjadi di 8.28 LS, 114.90 BT (28 Km Barat Daya Buleleng-Bali) dengan kedalaman: 10 Km

Seperti diketahui, secara ilmiah, Ikan Raja Herring (Regalecus glesne)ini merupakan spesies dari Oarfish dari keluarga Regalecidae.

Keberadaan ikan yang juga biasa dijuluki “Ikan pita” ini hidup tersebar di seluruh dunia (tidak termasuk di wilayah kutub).

Ikan raja herring juga merupakan ikan bertulang sejati terpanjang di dunia. Perawakannya yang seperti pita. Ikan raja herring juga memiliki sirip punggung di sepanjang tubuhnya, serta sirip dada yang tipis dan panjang.

Selain itu, Ikan raja herring memiliki warna keperakan dengan titik hitam dan sirip warna merah. Karakteristik fisik dan metode berenangnya yang berombak, banyak spekulasi dan bahkan mitos bahwa ikan ini juga biasa dikenal bagi para pelaut sebagai “naga laut”.

Sementara itu, bagi masyarakat awam, ikan ini memang jarang ditemukan di perairan dangkal. Hidup spesies dari Oarfish ini juga hanya ditemukan di perairan dalam di semua samudera.

Maka tak heran, jika dengan kemunculan Oarfish, banyak masyarakat heboh dan mengganggap sebagai ikan aneh.

Apalagi, sebelum kemunculan bangkai Oarfish di pesisir Taman Sari, ikan ini juga sempat muncul sebelum adanya gempa dan sunami di Palu dan Jepang.

Bahkan dengan seringnya kemunculan ikan ini di perairan dangkal sebelum terjadinya gempa/tsunami, banyak masyarakat yang menyebut Oarfish sebagai ikan pembawa kabar gempa.

Oarfish..kalau sampai ikan nika (ini) keluar biasanya tanda-tanda bencana seperti gempa/tsunami keto ane tiyang (begitu kalau saya) baca di google..Astungkara Rahayu Gumine” tulis @Gede Sutapa di salah satu akun media sosial.

Selain Sutapa, ada juga pemilik akun Facebook @Andika. “Oarfish, sering disangkutpautkan dengan bencana alam laut dan gempa bumi” tulisnya.

 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/