alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Hati-Hati…Lahar Deras Berbau Belerang Terjang Selat

AMLAPURA – Hati-hatilah akan ancaman erupsi besar Gunung Agung. Bau belerang menyengat dan aliran lahar sangat deras terjadi di Selat, Karangasem, kemarin.

Sukarelawan PMI Karangasem I Wayan Bebas mengatakan, sekitar pukul 16.00 WITA hingga pukul 21.30 terjadi aliran lahar di Tukad Yeh Sah, Selat, Karangasem.

“Bahkan sekarang (semalam, red) alirannya sangat keras,” paparnya kepada Jawa Pos Radar Bali, semalam.
Menurutnya, yang mengalir adalah air bercampur material dan lumpur.  Yang dia sesalkan, hal itu malah menjadi tontonan warga. Mereka berjubel di atas jembatan.

“Padahal hal itu sangat berbahaya,” tegasnya. Mengapa bahaya? Berbahaya karena debitnya sangat besar dan mengalir keras.

“Alirannya bisa menyeret pepohonan dan bebatuan besar. Bahkan bisa menjebol jembatan,” urainya.

Baca Juga:  Waspada! Gunung Agung Meletus, Lontarkan Abu Setinggi 1.000 Meter

Selain lahar, bau belerang juga menyengat hidung. Di tengah hal demikian, anggota polisi yang patroli langsung menghalau warga.

“Polisi melarang warga berkumpul dan mendekat ke aliran lahar,” pungkas  Bebas. (djo)



AMLAPURA – Hati-hatilah akan ancaman erupsi besar Gunung Agung. Bau belerang menyengat dan aliran lahar sangat deras terjadi di Selat, Karangasem, kemarin.

Sukarelawan PMI Karangasem I Wayan Bebas mengatakan, sekitar pukul 16.00 WITA hingga pukul 21.30 terjadi aliran lahar di Tukad Yeh Sah, Selat, Karangasem.

“Bahkan sekarang (semalam, red) alirannya sangat keras,” paparnya kepada Jawa Pos Radar Bali, semalam.
Menurutnya, yang mengalir adalah air bercampur material dan lumpur.  Yang dia sesalkan, hal itu malah menjadi tontonan warga. Mereka berjubel di atas jembatan.

“Padahal hal itu sangat berbahaya,” tegasnya. Mengapa bahaya? Berbahaya karena debitnya sangat besar dan mengalir keras.

“Alirannya bisa menyeret pepohonan dan bebatuan besar. Bahkan bisa menjebol jembatan,” urainya.

Baca Juga:  1.500 Jiwa Masuk Daftar Antre Vaksin Tahap II, Ini Kata Bupati Suwirta

Selain lahar, bau belerang juga menyengat hidung. Di tengah hal demikian, anggota polisi yang patroli langsung menghalau warga.

“Polisi melarang warga berkumpul dan mendekat ke aliran lahar,” pungkas  Bebas. (djo)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/