alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Covid di Tabanan Masih Tinggi, Klaster Keluarga Ikut Sumbang Penularan

TABANAN – Ancaman kasus  baru Covid-19 dengan penyebaran pada klaster keluarga terus terjadi di Tabanan. Kondisi ini yang membuat kasus Covid-19 di Tabanan belum juga mereda.

Berdasar data Satgas Covid-19 Tabanan, terdapat tambahan kasus baru yang didominasi dari klaster keluarga. Dalam sehari tambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 mencapai 25 orang.

Tambahan kasus baru sampai 25 orang Covid-19 ini tersebar di 4 kecamatan dengan rincian Kecamatan Penebel 16 orang, Kecamatan Kerambitan 4 orang, Kecamatan Tabanan 2 orang, dan Kecamatan Kediri 2 orang.

“Kasus tambahan baru ini memang terbanyak disumbang oleh klaster keluarga, terbanyak ada di Desa Riang Gede, Penebel sampai 8 orang.

Mereka terpapar dari keluarganya yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19. Usia mereka yang terpapar mulai dari balita 2 tahun sampai usia 59 tahun,” ujar Kordinator Bidang Data Satgas Covid-19 Tabanan I Putu Dian Setiawan kemarin.

Selain itu, kata Putu Dian, tambahan pasien baru kedua klaster keluarga dari Desa Babahan, Kecamatan Penebel yang mencapai 6 orang terkonfirmasi Covid-19.

Mereka yang terpapar dari usia balita 3 tahun sampai 59 tahun dengan berbagai profesi mulai dari petani, karyawan swasta hingga ibu rumah tangga.

Putu Dian menyebut klaster keluarga yang terpapar dari Desa Babahan dan Desa Riang Gede seluruhnya tanpa gejala. Termasuk balita usia 2 tahun dan usia 3 tahun tersebut.

Sementara sisanya kata Dian Setiawan yang terpapar lainnya masih dari kalangan klaster keluarga. Tetapi seluruhnya sudah mendapat penanganan.

Dari 25 pasien yang terpapar, 19 orang tanpa gejala, sisanya bergejala ringan mulai dari ansomia, batuk dan demam.”Pasien ini seluruhnya dirawat di hotel terintegrasi,” jelasnya. 

Menurutnya, klaster keluarga adalah penyebaran virus corona yang berasal dari anggota keluarga atau orang yang tinggal serumah.

Biasanya, penyebaran berawal dari seseorang yang sudah lebih dahulu tertular lalu menularkannya pada anggota keluarga lain. Bisa juga dari anggota keluarga yang berpergian ke luar kota. 

“Setiap anggota keluarga berpotensi menularkan virus. Maka penting untuk mencegah klaster keluarga dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan menerapkan pola hidup sehat dan bersih di lingkunga keluarga,” tuturnya. 

Putu Dian juga menambahkan, meski ada tambahan pasien kasus Covid-19 di Tabanan, juga terdapat tambahan pasien yang dilaporkan sembuh sebanyak 35 orang. 

Jumlah ini lumayan banyak selama sepekan ini. Mereka yang sembuh sebelumnya diarawat di hotel terintegrasi. “Ada yang dirawat di rumah sakit karena memang mengalami gejala,” ungkapnya.

Diakuinya, tambahan kasus meningkat karena memang Tabanan masif melakukan kontak tracking termasuk pada orang yang tanpa gejala namun pernah kontak dengan pasien positif Covid-19.

Apalagi sekarang Dinas Kesehatan sudah dibantu 100 orang tenaga pelacak kontak untuk membantu melakukan tracking kontak. 

“Sekarang yang tanpa gejala di tracking, makanya tambahan kasus baru meningkat,” tegasnya. Menurutnya, langkah kontak tracking secara masif ini dilakukan guna memutus dengan cepat penyebaran Covid-19 di Tabanan. 

“Meskipun demikian kami meminta masyarakat tetap waspada. Ayolah disiplin diri dalam penerapan protocol kesehatan Covid-19 jangan meremehkan karena virus masih ada,” pesan Putu Dian.

Untuk saat ini total pasien positif corona di Tabanan terus bertambah mencapai 1.492, dalam perawatan 434, sembuh 1.016 dan meninggal 47 orang. 



TABANAN – Ancaman kasus  baru Covid-19 dengan penyebaran pada klaster keluarga terus terjadi di Tabanan. Kondisi ini yang membuat kasus Covid-19 di Tabanan belum juga mereda.

Berdasar data Satgas Covid-19 Tabanan, terdapat tambahan kasus baru yang didominasi dari klaster keluarga. Dalam sehari tambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 mencapai 25 orang.

Tambahan kasus baru sampai 25 orang Covid-19 ini tersebar di 4 kecamatan dengan rincian Kecamatan Penebel 16 orang, Kecamatan Kerambitan 4 orang, Kecamatan Tabanan 2 orang, dan Kecamatan Kediri 2 orang.

“Kasus tambahan baru ini memang terbanyak disumbang oleh klaster keluarga, terbanyak ada di Desa Riang Gede, Penebel sampai 8 orang.

Mereka terpapar dari keluarganya yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19. Usia mereka yang terpapar mulai dari balita 2 tahun sampai usia 59 tahun,” ujar Kordinator Bidang Data Satgas Covid-19 Tabanan I Putu Dian Setiawan kemarin.

Selain itu, kata Putu Dian, tambahan pasien baru kedua klaster keluarga dari Desa Babahan, Kecamatan Penebel yang mencapai 6 orang terkonfirmasi Covid-19.

Mereka yang terpapar dari usia balita 3 tahun sampai 59 tahun dengan berbagai profesi mulai dari petani, karyawan swasta hingga ibu rumah tangga.

Putu Dian menyebut klaster keluarga yang terpapar dari Desa Babahan dan Desa Riang Gede seluruhnya tanpa gejala. Termasuk balita usia 2 tahun dan usia 3 tahun tersebut.

Sementara sisanya kata Dian Setiawan yang terpapar lainnya masih dari kalangan klaster keluarga. Tetapi seluruhnya sudah mendapat penanganan.

Dari 25 pasien yang terpapar, 19 orang tanpa gejala, sisanya bergejala ringan mulai dari ansomia, batuk dan demam.”Pasien ini seluruhnya dirawat di hotel terintegrasi,” jelasnya. 

Menurutnya, klaster keluarga adalah penyebaran virus corona yang berasal dari anggota keluarga atau orang yang tinggal serumah.

Biasanya, penyebaran berawal dari seseorang yang sudah lebih dahulu tertular lalu menularkannya pada anggota keluarga lain. Bisa juga dari anggota keluarga yang berpergian ke luar kota. 

“Setiap anggota keluarga berpotensi menularkan virus. Maka penting untuk mencegah klaster keluarga dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan menerapkan pola hidup sehat dan bersih di lingkunga keluarga,” tuturnya. 

Putu Dian juga menambahkan, meski ada tambahan pasien kasus Covid-19 di Tabanan, juga terdapat tambahan pasien yang dilaporkan sembuh sebanyak 35 orang. 

Jumlah ini lumayan banyak selama sepekan ini. Mereka yang sembuh sebelumnya diarawat di hotel terintegrasi. “Ada yang dirawat di rumah sakit karena memang mengalami gejala,” ungkapnya.

Diakuinya, tambahan kasus meningkat karena memang Tabanan masif melakukan kontak tracking termasuk pada orang yang tanpa gejala namun pernah kontak dengan pasien positif Covid-19.

Apalagi sekarang Dinas Kesehatan sudah dibantu 100 orang tenaga pelacak kontak untuk membantu melakukan tracking kontak. 

“Sekarang yang tanpa gejala di tracking, makanya tambahan kasus baru meningkat,” tegasnya. Menurutnya, langkah kontak tracking secara masif ini dilakukan guna memutus dengan cepat penyebaran Covid-19 di Tabanan. 

“Meskipun demikian kami meminta masyarakat tetap waspada. Ayolah disiplin diri dalam penerapan protocol kesehatan Covid-19 jangan meremehkan karena virus masih ada,” pesan Putu Dian.

Untuk saat ini total pasien positif corona di Tabanan terus bertambah mencapai 1.492, dalam perawatan 434, sembuh 1.016 dan meninggal 47 orang. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/