alexametrics
29.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Pantai Kuta Compang-Camping, Pos Balawista Memprihatinkan

KUTA– Air laut pasang yang terjadi di perairan selatan Bali dalam beberapa hari terakhir membuat Pantai Kuta semakin compang-camping. Pantauan Jawa Pos Radar Bali, Minggu (5/12) sore, sepanjang hampir 1 kilometer tergerus abrasi.

 

Tampak satu pohon kelapa tumbang dan dua pohon kelapa sudah doyong alias nyaris roboh. Akar-akar pohon pun terlihat semua. Jika ombak tinggi kembali menerjang, kemungkinan besar pohon kelapa tersebut bakal ikut tumbang. Tidak hanya pohon kelapa yang tergerus air, bangunan pos balawista juga tak luput dari hantaman ombak.

 

Bangunan mini lantai dua bercat oranye itu kondisinya sangat memprihatinkan. Bagian pondasi bangunan terlihat menganga. Salah satu sudut atap juga jebol. Masalah di Pantai Kuta semakin komplet dengan mulai datangnya sampah organik yang dibawa air laut. Ranting, dahan, hingga batang pohon berserakan di atas pasir.

Baca Juga:  Pasien Tambah, Bupati Eka Sebut 1 Warga Positif Covid-19 Tabanan KW

 

Walhasil, kondisi tersebut mengurangi pemandangan Pantai Kuta yang selama ini banyak menjadi jujukan wisatawan domestik maupun asing.

- Advertisement -

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, I Wayan Puja saat dikonfirmasi tak menyangkal banyaknya sampah di Pantai Kuta. “Tidak hanya di Pantai Kuta, di Jimbaran dan Nusa Dua juga sudah mulai banyak sampah,” ujar Puja.

 

Puja juga membenarkan pos balawista Kuta yang mulai tergerus air. Dijelaskan Puja, tergerusnya pos balawista dan pesisir Pantai Kuta mulai awal 2021. Bahkan, abrasi mulai mengganas dua tahun terakhir.

Dulu Pantai Kuta juga sempat abrasi, namun sebagian ditutup dengan pasir dari pantai lain. “Kalau itu (abrasi) kami tidak kuasa, karena pergerakan gelombang. Kami hanya menangani sampahnya saja,” tandas mantan Camat Kuta Selatan itu.

Baca Juga:  Angin Ngelinus Terjang Tiga Kecamatan, Pohon Tumbang dan Rusak Rumah

 

Ditanya jumlah petugas kebersihan yang disiagakan di Pantai Kuta dan sekitarnya, Puja menyebut tidak ada tenaga khusus yang membersihkan pantai. Sampah diambil oleh tenaga kebersihan yang paginya menyapu sampah di tepi jalan.

 

“Jadi bebannya dobel, pagi membersihkan darat, siangnya membersihkan pantai,” tukasnya.

Selain tenaga reguler, pihaknya juga menggerakkan tim reaksi cepat DLHK yang berjumlah 16 orang. Namun, jumlah tersebut tidak mampu membersihakn sampah di sepanjang pesisir Pantai Kuta hingga Nusa Dua.

- Advertisement -

KUTA– Air laut pasang yang terjadi di perairan selatan Bali dalam beberapa hari terakhir membuat Pantai Kuta semakin compang-camping. Pantauan Jawa Pos Radar Bali, Minggu (5/12) sore, sepanjang hampir 1 kilometer tergerus abrasi.

 

Tampak satu pohon kelapa tumbang dan dua pohon kelapa sudah doyong alias nyaris roboh. Akar-akar pohon pun terlihat semua. Jika ombak tinggi kembali menerjang, kemungkinan besar pohon kelapa tersebut bakal ikut tumbang. Tidak hanya pohon kelapa yang tergerus air, bangunan pos balawista juga tak luput dari hantaman ombak.

 

Bangunan mini lantai dua bercat oranye itu kondisinya sangat memprihatinkan. Bagian pondasi bangunan terlihat menganga. Salah satu sudut atap juga jebol. Masalah di Pantai Kuta semakin komplet dengan mulai datangnya sampah organik yang dibawa air laut. Ranting, dahan, hingga batang pohon berserakan di atas pasir.

Baca Juga:  Angin Kencang Picu Pohon Tumbang di Tabanan, Ini Imbauan BPBD

 

Walhasil, kondisi tersebut mengurangi pemandangan Pantai Kuta yang selama ini banyak menjadi jujukan wisatawan domestik maupun asing.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, I Wayan Puja saat dikonfirmasi tak menyangkal banyaknya sampah di Pantai Kuta. “Tidak hanya di Pantai Kuta, di Jimbaran dan Nusa Dua juga sudah mulai banyak sampah,” ujar Puja.

 

Puja juga membenarkan pos balawista Kuta yang mulai tergerus air. Dijelaskan Puja, tergerusnya pos balawista dan pesisir Pantai Kuta mulai awal 2021. Bahkan, abrasi mulai mengganas dua tahun terakhir.

Dulu Pantai Kuta juga sempat abrasi, namun sebagian ditutup dengan pasir dari pantai lain. “Kalau itu (abrasi) kami tidak kuasa, karena pergerakan gelombang. Kami hanya menangani sampahnya saja,” tandas mantan Camat Kuta Selatan itu.

Baca Juga:  Hujan Sehari, Jembrana Dilanda Banjir, Longsor, dan Pohon Tumbang

 

Ditanya jumlah petugas kebersihan yang disiagakan di Pantai Kuta dan sekitarnya, Puja menyebut tidak ada tenaga khusus yang membersihkan pantai. Sampah diambil oleh tenaga kebersihan yang paginya menyapu sampah di tepi jalan.

 

“Jadi bebannya dobel, pagi membersihkan darat, siangnya membersihkan pantai,” tukasnya.

Selain tenaga reguler, pihaknya juga menggerakkan tim reaksi cepat DLHK yang berjumlah 16 orang. Namun, jumlah tersebut tidak mampu membersihakn sampah di sepanjang pesisir Pantai Kuta hingga Nusa Dua.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/