alexametrics
28.7 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Tabanan Zona Merah, Kamar Isolasi Penuh, Dua Pasien Covid-19 Meninggal

TABANAN – Kendati Bali mendapat penghargaan dari Satgas Covid-19 Nasional dengan nilai kepatuhan pemakaian masker dengan presentase mencapai 96,47 persen, namun kenyataan di lapangan kasus Covid-19 terus meningkat.

Bahkan, di Bali ada beberapa kota/kabupaten yang masuk zona merah penularan Covid-19. Yakni Kota Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. Tabanan masuk zona merah penularan karena kasus Covid-19 cenderung meningkat.

Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika mengatakan, lantaran terjadi penambahan kasus Covid-19, ruang isolasi kini mu;ai penuh.

“Penuh kamar perawatan isolasi mulai sejak Selasa (5/1) malam,” kata dr. Suratmika. Dia menyebutkan, ada sebanyak 102 bed di sebuah hotel di Denpasar yang sudah penuh.

Sehubungn dengan hal tersebut, pihak Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan satu hotel lagi untuk menampung pasien OTG jika memang kasus belum melandai kedepan.

“Jadi, ruang isolasi terintegrasi untuk pasien tanpa gejala sudah penuh sesak. Itu kapasitasnnya 102 bed,” kata dr Suratmika.

Baca Juga:  Prof Dharma: Daerah Lain Bisa Contoh Bali Manfaatkan Layanan Gojek

Sementara untuk ruang isolasi pasien positif Covid-19 bergejala di UPTD RS Nyitdah dan di BRSU Tabanan masih aman.

Dari 60 bed yang tersedia baru terisi 60 persen, begitu pun yang di BRSU Tabanan masih aman. “Yang dirumah sakit kita masih aman, tidak sampai penuh,” tandasnya.

Berdasar data Satgas Tabanan per tanggal 6 Januari 2021, tambahan kasus Covid -19 baru berjumlah 30 orang.

Selain itu juga dilaporkan 27 pasien sebelumnya sembuh, namun ada dua orang warga yang meninggal dunia komorbid atau dengan penyakit penyerta. Mereka yang terkonfirmasi positif lebih dominan tanpa gejala.

Kemudian untuk dua pasien yang meninggal dunia diantaranya seorang laki-laki berusia 65 tahun asal Desa Nyitdah Kecamatan Kediri.

Sebelumnya pasien tersebut masuk rumah sakit tanggal 30 Desember dengan kondisi hasil hasil swab menunjukan positif.

Baca Juga:  Sampah Desa Disulap Jadi Pupuk Organik, Target 20 Desa Punya TPS3R

Namun, setelah dilakukan perawatan selama satu pekan, ia meninggal dunia dengan penyakit penyerta diabetes militus tipe II.

Kemudian pasien kedua, seorang laki-laki berusia 74 tahun asal Desa Lumbung, Kecamatan Selemadeg Barat.

Ia masuk rumah sakit pada 3 Januari lalu dan swabnya dinyatakan positif pada keesokan harinya atau 4 Januari. Karena sakit yang dideritanya yakni CHF ec CAD atau sakit jantung, ia dinyatakan meninggal dunia.

“Hari ini yang sembuh 27 orang, yang positif 30 orang dan dilaporkan meninggal komorbid dua orang,” kata Koordinator Bidang Data dan Informasi Satgas Penanganan Tabanan, I Outu Dian Setiawan.

Dia menegaskan, dengan Tabanan yang masih zona merah karena kasus belum melandai diharapkan untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan 3M dengan ketat tidak lengah. 



TABANAN – Kendati Bali mendapat penghargaan dari Satgas Covid-19 Nasional dengan nilai kepatuhan pemakaian masker dengan presentase mencapai 96,47 persen, namun kenyataan di lapangan kasus Covid-19 terus meningkat.

Bahkan, di Bali ada beberapa kota/kabupaten yang masuk zona merah penularan Covid-19. Yakni Kota Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. Tabanan masuk zona merah penularan karena kasus Covid-19 cenderung meningkat.

Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika mengatakan, lantaran terjadi penambahan kasus Covid-19, ruang isolasi kini mu;ai penuh.

“Penuh kamar perawatan isolasi mulai sejak Selasa (5/1) malam,” kata dr. Suratmika. Dia menyebutkan, ada sebanyak 102 bed di sebuah hotel di Denpasar yang sudah penuh.

Sehubungn dengan hal tersebut, pihak Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan satu hotel lagi untuk menampung pasien OTG jika memang kasus belum melandai kedepan.

“Jadi, ruang isolasi terintegrasi untuk pasien tanpa gejala sudah penuh sesak. Itu kapasitasnnya 102 bed,” kata dr Suratmika.

Baca Juga:  Penuhi Kebutuhan Listrik Bali, Greenpeace Tawarkan Energi Surya

Sementara untuk ruang isolasi pasien positif Covid-19 bergejala di UPTD RS Nyitdah dan di BRSU Tabanan masih aman.

Dari 60 bed yang tersedia baru terisi 60 persen, begitu pun yang di BRSU Tabanan masih aman. “Yang dirumah sakit kita masih aman, tidak sampai penuh,” tandasnya.

Berdasar data Satgas Tabanan per tanggal 6 Januari 2021, tambahan kasus Covid -19 baru berjumlah 30 orang.

Selain itu juga dilaporkan 27 pasien sebelumnya sembuh, namun ada dua orang warga yang meninggal dunia komorbid atau dengan penyakit penyerta. Mereka yang terkonfirmasi positif lebih dominan tanpa gejala.

Kemudian untuk dua pasien yang meninggal dunia diantaranya seorang laki-laki berusia 65 tahun asal Desa Nyitdah Kecamatan Kediri.

Sebelumnya pasien tersebut masuk rumah sakit tanggal 30 Desember dengan kondisi hasil hasil swab menunjukan positif.

Baca Juga:  Prof Dharma: Daerah Lain Bisa Contoh Bali Manfaatkan Layanan Gojek

Namun, setelah dilakukan perawatan selama satu pekan, ia meninggal dunia dengan penyakit penyerta diabetes militus tipe II.

Kemudian pasien kedua, seorang laki-laki berusia 74 tahun asal Desa Lumbung, Kecamatan Selemadeg Barat.

Ia masuk rumah sakit pada 3 Januari lalu dan swabnya dinyatakan positif pada keesokan harinya atau 4 Januari. Karena sakit yang dideritanya yakni CHF ec CAD atau sakit jantung, ia dinyatakan meninggal dunia.

“Hari ini yang sembuh 27 orang, yang positif 30 orang dan dilaporkan meninggal komorbid dua orang,” kata Koordinator Bidang Data dan Informasi Satgas Penanganan Tabanan, I Outu Dian Setiawan.

Dia menegaskan, dengan Tabanan yang masih zona merah karena kasus belum melandai diharapkan untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan 3M dengan ketat tidak lengah. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/