alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Tembok Jebol, saat Insiden Bendungan Titab Tampung 12 Juta Kubik Air

BUSUNGBIU – Tembok beton di Bendungan Titab-Ularan, mendadak jebol siang kemarin (6/2) kemarin. Peristiwa itu pun menyita perhatian warga.

Warga khawatir kondisi itu akan berdampak pada kondisi bendungan secara keseluruhan. Apalagi kini air yang tertampung di bendungan dalam kondisi penuh.

Peristiwa itu diketahui terjadi sekitar pukul 14.30 siang kemarin. Tidak ada hujan yang turun, namun tembok tiba-tiba ambruk.

Saat ambruk, terdengar suara dentuman yang cukup keras. Warga menyebut suara yang terdengar menyerupai suara dentuman meriam karbit.

Tembok beton yang jebol itu berada di saluran pembuangan air. Apabila air yang ditampung bendungan penuh, biasanya air akan mengalir ke saluran pembuangan tersebut.

Baca Juga:  Jadi Sumber Air Baku, Ini Spesifikasi Bendungan Tamblang Buleleng

Saluran itu diberi istilah kolam olah spillway. Tembok yang jebol itu cukup panjang, tak kurang dari 50 meter.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali di lokasi kejadian sore kemarin, warga berbondong-bondong datang untuk melihat langsung lokasi tembok yang ambrol.

Sayangnya warga hanya bisa melihat dari kejauhan. Pasalnya tiga pintu masuk menuju areal bendungan, sejak peristiwa terjadi, ditutup untuk umum. Portal ditutup dan dijaga ketat satpam.

Volume air di bendungan juga dalam kondisi penuh. Bahkan air hingga terbuang melalui saluran pembuangan pada titik tertinggi. Volume air diperkirakan tak kurang dari 12 juta kubik.

Salah seorang warga setempat, Putu Arba, menyebut peristiwa terjadi sekitar pukul 14.30. Tiba-tiba saja tembok beton jebol dan menyebabkan suara yang keras.

Baca Juga:  Depresi Berat, WN Jepang Mengamuk, Begini Jadinya…

Warga pun berbondong-bondong datang untuk melihat langsung lokasi kejadian. “Kejadian itu sekitar jam setengah tiga sore. Memang terdengar seperti suara dentuman,

seperti suara lom (meriam karbit, Red). Setelah dilihat, ternyata tembok betonnya itu yang ambruk. Saya kira ada kejadian apa,” kata Arba.

Hal serupa diungkapkan Putu Dana, warga Desa Busungbiu. Putu Dana mengaku datang ke lokasi karena penasaran dengan peristiwa yang terjadi.

“Saya pingin tahu saja. Karena dapat info bendungan jebol. Mau tahu saja, bagaimana sih kejadiannya,” kata Dana.



BUSUNGBIU – Tembok beton di Bendungan Titab-Ularan, mendadak jebol siang kemarin (6/2) kemarin. Peristiwa itu pun menyita perhatian warga.

Warga khawatir kondisi itu akan berdampak pada kondisi bendungan secara keseluruhan. Apalagi kini air yang tertampung di bendungan dalam kondisi penuh.

Peristiwa itu diketahui terjadi sekitar pukul 14.30 siang kemarin. Tidak ada hujan yang turun, namun tembok tiba-tiba ambruk.

Saat ambruk, terdengar suara dentuman yang cukup keras. Warga menyebut suara yang terdengar menyerupai suara dentuman meriam karbit.

Tembok beton yang jebol itu berada di saluran pembuangan air. Apabila air yang ditampung bendungan penuh, biasanya air akan mengalir ke saluran pembuangan tersebut.

Baca Juga:  Minta Polisi Tak Sekadar Jaga Posko, Siapkan Reward Dengan Syarat Ini

Saluran itu diberi istilah kolam olah spillway. Tembok yang jebol itu cukup panjang, tak kurang dari 50 meter.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali di lokasi kejadian sore kemarin, warga berbondong-bondong datang untuk melihat langsung lokasi tembok yang ambrol.

Sayangnya warga hanya bisa melihat dari kejauhan. Pasalnya tiga pintu masuk menuju areal bendungan, sejak peristiwa terjadi, ditutup untuk umum. Portal ditutup dan dijaga ketat satpam.

Volume air di bendungan juga dalam kondisi penuh. Bahkan air hingga terbuang melalui saluran pembuangan pada titik tertinggi. Volume air diperkirakan tak kurang dari 12 juta kubik.

Salah seorang warga setempat, Putu Arba, menyebut peristiwa terjadi sekitar pukul 14.30. Tiba-tiba saja tembok beton jebol dan menyebabkan suara yang keras.

Baca Juga:  Diguyur Hujan, Senderan dan Jalan ke Vila Ketua MPR RI Bamsoet Jebol

Warga pun berbondong-bondong datang untuk melihat langsung lokasi kejadian. “Kejadian itu sekitar jam setengah tiga sore. Memang terdengar seperti suara dentuman,

seperti suara lom (meriam karbit, Red). Setelah dilihat, ternyata tembok betonnya itu yang ambruk. Saya kira ada kejadian apa,” kata Arba.

Hal serupa diungkapkan Putu Dana, warga Desa Busungbiu. Putu Dana mengaku datang ke lokasi karena penasaran dengan peristiwa yang terjadi.

“Saya pingin tahu saja. Karena dapat info bendungan jebol. Mau tahu saja, bagaimana sih kejadiannya,” kata Dana.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/