alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Puluhan KK Miskin Tinggal di Lahan Garapan, Terusir saat Tanah Dijual

Kabupaten Klungkung masih mengoleksi banyak warga miskin. Bahkan, saking miskinnya, banyak dari mereka tak memiliki tanah untuk ditinggali. Dalam salah satu desa saja, ada puluhan warga miskin yang harus tinggal di lahan garapan milik orang lain. Akibatnya, ketika tanah garapan itu dijual pemiliknya, warga miskin ini ikut terusir.

DEWA AYU PITRI ARISANTI, Semarapura

PERISTIWA pohon tumbang menimpa rumah warga kerap terjadi di Kabupaten Klungkung beberapa minggu terakhir ini. Di mana beberapa pemilik rumah ternyata merupakan keluarga miskin atau kurang mampu yang menggarap perkebunan warga sekaligus sebagai tempat tinggal lantaran tidak memiliki lahan untuk membangun rumah.

 

Adapun warga Klungkung yang memiliki nasib seperti itu tidaklah sedikit. Di Desa Paksebali, Kecamatan Dawan saja ada 26 KK kurang mampu yang tidak memilik tempat tinggal pribadi.

 

Bahkan ada yang sampai menumpang di rumah warga lantaran lahan yang sebelumnya mereka garap dijual pemilik untuk dikembangkan sebagai kompleks perumahan.

Baca Juga:  Usai Menabrak Pemecah Gelombang, Kapal Nusa Jaya Abadi Masih Rusak

 

“Ada 26 KK di desa kami yang tidak memiliki rumah permanen,” ungkapnya.

 

Bukannya tidak berusaha, menurutnya untuk makan saja puluhan KK warga Paksebali yang berprofesi sebagai buruh serabutan itu sudah pas-pasan. Sehingga sulit bagi mereka untuk membeli lahan yang murah sekalipun.

 

Sehingga sejak tahun 2018 lalu pihaknya telah melakukan pendataan dan mengusulkan permohonan tanah provinsi untuk bisa dibangun rumah sederhana bagi puluhan KK kurang mampu itu kepada Bupati Klungkung.

 

“Tanah itu berada di Desa Selisihan sekitar 2 hektare. Rencananya besok (Senin, 7/2/2022, Red) ada pengecekan lahan,” katanya.

 

Sedangkan untuk pembangunan rumah bagi puluhan KK itu diusulkan agar bisa dibantu melalui program bedah rumah Pemkab Klungkung tahun 2023.

 

Besar harapannya Bupati Klungkung dapat mewujudkan harapan puluhan warga kurang mampu itu. Mengingat selama ini mereka dibayang-bayangi kekhawatiran bila suatu saat nanti pemilik lahan ingin memanfaatkan lahan yang mereka garap itu.

Baca Juga:  Miris, Ribuan Pelanggan Air di Nusa Penida Kesulitan Air Bersih

 

“Sudah ada 3 KK yang harus meninggalkan lahan garapannya setelah pemilik lahan ingin memanfaatkan atau menjual lahannya. Sehingga mereka saat ini ada yang menumpang di kerabat dan ada juga yang mengekos,” tandasnya.

 

Terkait persolan tersebut, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengaku telah melakukan komunikasi dengan Gubernur Bali secara lisan agar bisa memanfaatkan tanah provinsi yang ada di Kabupaten Klungkung untuk puluhan warga penggarap lahan tersebut.

 

Menurut Suwirta, warga dengan kondisi seperti itu tidak hanya ada di Paksebali namun juga Pesinggahan dan lainnya.

 

“Langkah ke depan akan membuat perencanaan dulu, mudah-mudahan usulan ini bisa dipenuhi oleh Bapak Gubernur Bali terkait dengan pemanfaatan tanah Provinsi  untuk menempatkan mereka sebagai Kelompok Usaha Bersama (KUBE),” ujarnya.



Kabupaten Klungkung masih mengoleksi banyak warga miskin. Bahkan, saking miskinnya, banyak dari mereka tak memiliki tanah untuk ditinggali. Dalam salah satu desa saja, ada puluhan warga miskin yang harus tinggal di lahan garapan milik orang lain. Akibatnya, ketika tanah garapan itu dijual pemiliknya, warga miskin ini ikut terusir.

DEWA AYU PITRI ARISANTI, Semarapura

PERISTIWA pohon tumbang menimpa rumah warga kerap terjadi di Kabupaten Klungkung beberapa minggu terakhir ini. Di mana beberapa pemilik rumah ternyata merupakan keluarga miskin atau kurang mampu yang menggarap perkebunan warga sekaligus sebagai tempat tinggal lantaran tidak memiliki lahan untuk membangun rumah.

 

Adapun warga Klungkung yang memiliki nasib seperti itu tidaklah sedikit. Di Desa Paksebali, Kecamatan Dawan saja ada 26 KK kurang mampu yang tidak memilik tempat tinggal pribadi.

 

Bahkan ada yang sampai menumpang di rumah warga lantaran lahan yang sebelumnya mereka garap dijual pemilik untuk dikembangkan sebagai kompleks perumahan.

Baca Juga:  HOT NEWS! Koster Bongkar Borok Oknum Pemprov yang Jadi Calo Jabatan

 

“Ada 26 KK di desa kami yang tidak memiliki rumah permanen,” ungkapnya.

 

Bukannya tidak berusaha, menurutnya untuk makan saja puluhan KK warga Paksebali yang berprofesi sebagai buruh serabutan itu sudah pas-pasan. Sehingga sulit bagi mereka untuk membeli lahan yang murah sekalipun.

 

Sehingga sejak tahun 2018 lalu pihaknya telah melakukan pendataan dan mengusulkan permohonan tanah provinsi untuk bisa dibangun rumah sederhana bagi puluhan KK kurang mampu itu kepada Bupati Klungkung.

 

“Tanah itu berada di Desa Selisihan sekitar 2 hektare. Rencananya besok (Senin, 7/2/2022, Red) ada pengecekan lahan,” katanya.

 

Sedangkan untuk pembangunan rumah bagi puluhan KK itu diusulkan agar bisa dibantu melalui program bedah rumah Pemkab Klungkung tahun 2023.

 

Besar harapannya Bupati Klungkung dapat mewujudkan harapan puluhan warga kurang mampu itu. Mengingat selama ini mereka dibayang-bayangi kekhawatiran bila suatu saat nanti pemilik lahan ingin memanfaatkan lahan yang mereka garap itu.

Baca Juga:  Masuk Zona Merah, Penyekatan di Jembrana Diperluas

 

“Sudah ada 3 KK yang harus meninggalkan lahan garapannya setelah pemilik lahan ingin memanfaatkan atau menjual lahannya. Sehingga mereka saat ini ada yang menumpang di kerabat dan ada juga yang mengekos,” tandasnya.

 

Terkait persolan tersebut, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengaku telah melakukan komunikasi dengan Gubernur Bali secara lisan agar bisa memanfaatkan tanah provinsi yang ada di Kabupaten Klungkung untuk puluhan warga penggarap lahan tersebut.

 

Menurut Suwirta, warga dengan kondisi seperti itu tidak hanya ada di Paksebali namun juga Pesinggahan dan lainnya.

 

“Langkah ke depan akan membuat perencanaan dulu, mudah-mudahan usulan ini bisa dipenuhi oleh Bapak Gubernur Bali terkait dengan pemanfaatan tanah Provinsi  untuk menempatkan mereka sebagai Kelompok Usaha Bersama (KUBE),” ujarnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/