alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Ribuan Walet Kerubungi TOSS Center Klungkung, Bupati Sampai Ditabrak

SEMARAPURA –  Ribuan burung walet hilir mudik mengerubungi di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center, Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali, sejak beberapa bulan terakhir ini. Hal tersebut pun akhirnya dilirik sebagai peluang pendapatan, mengingat sarang burung walet termasuk makanan mewah.

 

Kadis Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Klungkung, I Ketut Suadnyana, Minggu (6/2) menuturkan burung walet terlihat di TOSS Center sejak setahun terakhir. Dan sejak 6 bulan terakhir ini jumlahnya semakin banyak.

 

“Awalnya hanya terbang di atas sekitar atap bangunan. Sekarang mulai berani terbang turun dan jumlahnya banyak sekali. Tidak ratusan, tapi ribuan,” ungkapnya.

 

Banyaknya burung walet yang datang ke TOSS Center diperkirakannya untuk mencari makan. Sebagai tempat pengolahan sampah, banyak binatang-binatang kecil yang dimungkinkan menjadi makanan dari burung tersebut.

Baca Juga:  Dihantam Ombak, Sampan Bermuatan Material Bangunan Kandas

 

“Biasanya burung walet akan datang dalam jumlah yang banyak pada pagi dan sore hari,” terangnya.

 

Melihat keberadaan ribuan burung walet itu, ia memprediksi bahwa burung itu memiliki sarang namun tidak ada yang memelihara. Sehingga pihaknya melihat itu sebagai peluang bisnis sarang burung walet.

 

Hanya saja pihaknya belum berpengalaman dalam hal tersebut sehingga butuh bantuan orang yang ahli di bidang itu.

 

“Harga sarang burung walet cukup fantastis. Untuk itu kami mendorong koperasi yang ada di TOSS Center ini untuk merealisasikannya,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta yang sempat mengunjungi TOSS Center pada Sabtu (5/2) menambahkan burung walet biasanya ramai terlihat di pesisir pantai saat sore hari dan tidak sampai ke TOSS Center.

Baca Juga:  Rai Mantra Apresiasi Acara Smile Bali Smile

 

Namun sejak beberapa bulan terakhir ini tampak di tempat pengolahan sampah itu dengan jumlah yang sangat banyak.

 

“Saya juga sampai beberapa kali ditabrak saat mengelilingi TOSS,” katanya.

 

Melihat peluang bisnis dari banyaknya walet yang beterbangan di TOSS Center, pihaknya mengaku telah menghubungi pihak yang ahli dalam membuat penangkaran burung walet agar bisa menghasilkan sarang burung walet.

 

“Kami akan coba nanti membuat tempat penangkarannya. Jika upaya ini berhasil, tentu akan menjadi nilai tambah dari TOSS Center ini,” tandasnya.



SEMARAPURA –  Ribuan burung walet hilir mudik mengerubungi di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center, Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali, sejak beberapa bulan terakhir ini. Hal tersebut pun akhirnya dilirik sebagai peluang pendapatan, mengingat sarang burung walet termasuk makanan mewah.

 

Kadis Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Klungkung, I Ketut Suadnyana, Minggu (6/2) menuturkan burung walet terlihat di TOSS Center sejak setahun terakhir. Dan sejak 6 bulan terakhir ini jumlahnya semakin banyak.

 

“Awalnya hanya terbang di atas sekitar atap bangunan. Sekarang mulai berani terbang turun dan jumlahnya banyak sekali. Tidak ratusan, tapi ribuan,” ungkapnya.

 

Banyaknya burung walet yang datang ke TOSS Center diperkirakannya untuk mencari makan. Sebagai tempat pengolahan sampah, banyak binatang-binatang kecil yang dimungkinkan menjadi makanan dari burung tersebut.

Baca Juga:  Warga Mengadu ke Bupati Klungkung Ada Sopir Mobil DPRD Ugal-ugalan

 

“Biasanya burung walet akan datang dalam jumlah yang banyak pada pagi dan sore hari,” terangnya.

 

Melihat keberadaan ribuan burung walet itu, ia memprediksi bahwa burung itu memiliki sarang namun tidak ada yang memelihara. Sehingga pihaknya melihat itu sebagai peluang bisnis sarang burung walet.

 

Hanya saja pihaknya belum berpengalaman dalam hal tersebut sehingga butuh bantuan orang yang ahli di bidang itu.

 

“Harga sarang burung walet cukup fantastis. Untuk itu kami mendorong koperasi yang ada di TOSS Center ini untuk merealisasikannya,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta yang sempat mengunjungi TOSS Center pada Sabtu (5/2) menambahkan burung walet biasanya ramai terlihat di pesisir pantai saat sore hari dan tidak sampai ke TOSS Center.

Baca Juga:  Ancaman Lahar Hujan Masih Mengintai, Warga di Hulu Diminta Waspada

 

Namun sejak beberapa bulan terakhir ini tampak di tempat pengolahan sampah itu dengan jumlah yang sangat banyak.

 

“Saya juga sampai beberapa kali ditabrak saat mengelilingi TOSS,” katanya.

 

Melihat peluang bisnis dari banyaknya walet yang beterbangan di TOSS Center, pihaknya mengaku telah menghubungi pihak yang ahli dalam membuat penangkaran burung walet agar bisa menghasilkan sarang burung walet.

 

“Kami akan coba nanti membuat tempat penangkarannya. Jika upaya ini berhasil, tentu akan menjadi nilai tambah dari TOSS Center ini,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/