alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

TKI Asal Bali Meninggal di Abu Dhabi UEA, Disebut karena Covid-19

DENPASAR – Seorang TKI asal Bali, I Kadek Eka Saputra, yang saat ini bekerja di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) dikabarkan meninggal dunia. Pemuda berusia 20 tahun asal Banjar Tangkup, Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali itu meninggal disebut karena terkena Covid-19.

 

Kepala UPT BP2MI Wilayah Bali Wiam Satriawan saat dikonfirmasi, Senin (7/2/2022) mengatakan, informasi meninggalnya pemuda tamatan Diploma Perhotelan itu sudah diterima keluarga pada tanggal 2 Februari 2022 lalu.

 

Namun saat itu, informasinya belum begitu terang-benderang. Sehingga OTC Gianyar mengecek dan ingin memastikan kabar itu melalui KBRI di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

“Kemudian baru kemarin sudah dipastikan yang bersangkutan meninggal dunia,” kata Satriawan.

Baca Juga:  Sejumlah Desa di Buleleng Mulai Longgarkan Warga Luar Masuk ke Desa

 

Lanjut dia, bahwa saat ini komunikasi masih terus dilakukan dengan KJRI Dubai. Dari info yang diterima pihaknya bahwa memang benar korban meninggal karena terserang covid-19.

“Infonya yang bersangkutan meninggal karena Covid-19,” ujarnya. 

 

Hingga saat itu, belum bisa dipastikan apakah jasad korban bisa dipulangkan ke Bali atau tidak. Sehingga masih perlu dilakukan komunikasi antara Kemenlu RI dan KJRI Dubai.

“Tapi kalau melihat kondisi jenazah pasca-otopsi meninggal karena Covid-19 sepertinya otoritas setempat tidak bisa mengirimkan jenazah ke Indonesia, apalagi otoritas penerbangan mungkin juga punya aturan menolak. Jadi tinggal dikubur di sana atau dikremasi,” pungkasnya.



DENPASAR – Seorang TKI asal Bali, I Kadek Eka Saputra, yang saat ini bekerja di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) dikabarkan meninggal dunia. Pemuda berusia 20 tahun asal Banjar Tangkup, Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali itu meninggal disebut karena terkena Covid-19.

 

Kepala UPT BP2MI Wilayah Bali Wiam Satriawan saat dikonfirmasi, Senin (7/2/2022) mengatakan, informasi meninggalnya pemuda tamatan Diploma Perhotelan itu sudah diterima keluarga pada tanggal 2 Februari 2022 lalu.

 

Namun saat itu, informasinya belum begitu terang-benderang. Sehingga OTC Gianyar mengecek dan ingin memastikan kabar itu melalui KBRI di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

“Kemudian baru kemarin sudah dipastikan yang bersangkutan meninggal dunia,” kata Satriawan.

Baca Juga:  Bikin Geram, Curigai Ada Jalur Tikus, 36 Orang Ditolak Masuk Bali

 

Lanjut dia, bahwa saat ini komunikasi masih terus dilakukan dengan KJRI Dubai. Dari info yang diterima pihaknya bahwa memang benar korban meninggal karena terserang covid-19.

“Infonya yang bersangkutan meninggal karena Covid-19,” ujarnya. 

 

Hingga saat itu, belum bisa dipastikan apakah jasad korban bisa dipulangkan ke Bali atau tidak. Sehingga masih perlu dilakukan komunikasi antara Kemenlu RI dan KJRI Dubai.

“Tapi kalau melihat kondisi jenazah pasca-otopsi meninggal karena Covid-19 sepertinya otoritas setempat tidak bisa mengirimkan jenazah ke Indonesia, apalagi otoritas penerbangan mungkin juga punya aturan menolak. Jadi tinggal dikubur di sana atau dikremasi,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/