alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Sukrani; Potret Warga Miskin di Klungkung dan Impiannya Punya Rumah

SEMARAPURA – Ni Wayan Sukrani, 40 warga Banjar Jelantik Mamoran, Desa Tojan, Kecamatan Klungkung akhirnya memiliki rumah layak huni yang diimpikannya kemarin.

Itu bisa terwujud setelah mendapatkan bantuan bedah rumah dari Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana (KCK) Pengurus Daerah (PD) IX/Udayana.

Dengan penghasilan sebagai pembuat pamor (kapur sirih) dan tanggung jawab menghidupi dua orang adik tiri yang satu di antaranya memiliki kebutuhan khusus, sulit bagi Sukrani untuk membangun hunian layak huni.

Sehingga selama ini terpaksa tinggal di rumah yang sudah tidak layak huni. Sepeninggal sang ayah, I Wayan Mudra ke sisi Tuhan beberapa tahun lalu,

disusul ibu tirinya, Ni Nyoman Sulasmini yang memutuskan untuk kembali pulang ke rumah orang tua tanpa mengajak mereka, Sukrani lah tulang punggung kedua adik tirinya, I Kadek Suardana, dan I Komang Dharma Santika.

Baca Juga:  Anggota Polsek Positif Covid-19, Polsek Gianyar Disemprot Disinfektan

Untuk bisa menghidupi sang adik, Sukrani setiap harinya memproduksi pamor yang nantinya dijualnya ke pasar-pasar. “Sehari paling banyak laku Rp 20 ribu,” ungkapnya.

Dengan pendapatan sejumlah itu, diakuinya sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga ia juga menjadi buruh tani jika ada yang membutuhkan jasanya.

- Advertisement -

Namun untuk bekerja di luar rumah, ia tidak bisa berlama-lama. Mengingat sang adik, Suardana mengalami merupakan penyandang tuna grahita.

Meski tidak berkebutuhan khusus, Santika juga harus mendapat perhatian lebih karena hiperaktif.

“Ditinggal paling lama dua jam, saya pulang mengecek. Kadang kamar sudah berantakan dan banyak kotoran. Jadi pulang-pulang harus bersih-bersih dulu,” ujarnya.

Kondisi ekonomi yang seperti itu membuat penghasilannya hanya cukup untuk makan. Sementara untuk kebutuhan lainnya seperti membangun rumah yang layak akhirnya hanya sekedar mimpi.

Baca Juga:  Pengerjaan Jembatan JUT Sidayu-Satra Hampir Rampung

Itu sebabnya ia mengaku sangat bahagia mendapat bantuan bedah rumah dari Persit KCK PD IX/Udayana.

Ibu Pangdam IX/Udayana selaku Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) PD IX/Udayana  Ny. Uli Simanjuntak berterima kasih

terhadap semua pihak yang telah membantu dalam membangun rumah layak huni untuk Sukrani dan kedua adilnya dengan kurun waktu 25 hari.

“Inilah upah atau hadiah untuk Wayan Sukrani atas semangat menjalani kehidupan sehari – hari. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan keselamatan, kesehatan untuk kita semua,” tandasnya. 

- Advertisement -

SEMARAPURA – Ni Wayan Sukrani, 40 warga Banjar Jelantik Mamoran, Desa Tojan, Kecamatan Klungkung akhirnya memiliki rumah layak huni yang diimpikannya kemarin.

Itu bisa terwujud setelah mendapatkan bantuan bedah rumah dari Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana (KCK) Pengurus Daerah (PD) IX/Udayana.

Dengan penghasilan sebagai pembuat pamor (kapur sirih) dan tanggung jawab menghidupi dua orang adik tiri yang satu di antaranya memiliki kebutuhan khusus, sulit bagi Sukrani untuk membangun hunian layak huni.

Sehingga selama ini terpaksa tinggal di rumah yang sudah tidak layak huni. Sepeninggal sang ayah, I Wayan Mudra ke sisi Tuhan beberapa tahun lalu,

disusul ibu tirinya, Ni Nyoman Sulasmini yang memutuskan untuk kembali pulang ke rumah orang tua tanpa mengajak mereka, Sukrani lah tulang punggung kedua adik tirinya, I Kadek Suardana, dan I Komang Dharma Santika.

Baca Juga:  Badung Konfirmasi 2 Pasien Meninggal, Pasien Sembuh Tembus 1034 Orang

Untuk bisa menghidupi sang adik, Sukrani setiap harinya memproduksi pamor yang nantinya dijualnya ke pasar-pasar. “Sehari paling banyak laku Rp 20 ribu,” ungkapnya.

Dengan pendapatan sejumlah itu, diakuinya sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga ia juga menjadi buruh tani jika ada yang membutuhkan jasanya.

Namun untuk bekerja di luar rumah, ia tidak bisa berlama-lama. Mengingat sang adik, Suardana mengalami merupakan penyandang tuna grahita.

Meski tidak berkebutuhan khusus, Santika juga harus mendapat perhatian lebih karena hiperaktif.

“Ditinggal paling lama dua jam, saya pulang mengecek. Kadang kamar sudah berantakan dan banyak kotoran. Jadi pulang-pulang harus bersih-bersih dulu,” ujarnya.

Kondisi ekonomi yang seperti itu membuat penghasilannya hanya cukup untuk makan. Sementara untuk kebutuhan lainnya seperti membangun rumah yang layak akhirnya hanya sekedar mimpi.

Baca Juga:  Saat Pejabat Divaksin, Winasa Mendadak Muncul di RSU Negara, Ada Apa?

Itu sebabnya ia mengaku sangat bahagia mendapat bantuan bedah rumah dari Persit KCK PD IX/Udayana.

Ibu Pangdam IX/Udayana selaku Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) PD IX/Udayana  Ny. Uli Simanjuntak berterima kasih

terhadap semua pihak yang telah membantu dalam membangun rumah layak huni untuk Sukrani dan kedua adilnya dengan kurun waktu 25 hari.

“Inilah upah atau hadiah untuk Wayan Sukrani atas semangat menjalani kehidupan sehari – hari. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan keselamatan, kesehatan untuk kita semua,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/