alexametrics
28.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Nyipeng 3 Hari, Gianyar Siapkan Dana Ratusan Miliar Lebih untuk Warga

GIANYAR-Meski masih menjadi pro dan kontra di masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar memilih mengambil tindakan lebih cepat menyikap wacana Nyipeng alias Nyepi Desa Adat serempak di semua desa adat di Bali selama 3 (tiga) hari.

 

Bahkan atas wacana Nyipeng yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 18-20 April 2020 mendatang, Bupati Gianyar I Made Mahayastra langsung menggelar rapat bersama para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungannya, Selasa (7/4)

 

Inti dari hasil rapat, Bupati Gianyar selain menyatakan siap dengan segala risiko apapun, termasuk bila nantinya, wacana Nyipeng 3 hari akan disepakai dalam paruman atau rapat yang digelar oleh pihak Majelis Desa Adat, PHDI dan Gubernur Bali.

 

Pihak Pemkab Gianyar, dikatakannya juga telah melakukan antisipasi dengan menyiapkan dana lebih dari Rp 100 miliar lebih bagi warganya (khususnya warga miskin) di Gianyar.

 

Lebih lanjut, dijelaskan Mahayastra, kesiapan dana Rp 100 miliar lebih bagi warga itu, mengacu dari database jumlah kepala keluarga (KK) miskin di Gianyar.

 

Sesuai data Pemkab Gianyar, terdapat 7.554 KK miskin di Gianyar  

 

Ribuan KK miskin di Gianyar itu kata Mahayastra diakui diperoleh berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh masing-masing OPD ke desa binaan masing-masing. 

 

 

“Kami berpedoman pada data, sebanyak 7.554 KK miskin ini kami tuntaskan dulu (diberikan bantuan sembako). Ke depan, kalau memang ini berkepanjangan ada pembatasan ataupun memang masyarakat kita yang pekerja harian ini kesulitan hidupnya, kita juga harus memikirkan mereka, namun sekarang yang 7.554 ini kita bantu dulu, khusus untuk menghadapi Nyipeng ini,” kata Bupati Mahayastra.

 

 

Disebutkannya, nilai bantuan paket sembako ini yakni seharga Rp.400 ribu per KK. 

 

Ditambahkannya, rancangan anggaran terkait penanganan Covid-19 sudah mulai dilaksanakan dengan adanya pemberian bantuan paket sembako ini. “Gianyar siap dengan dana anggaran  Rp 100.700.000.000 untuk penanganan Covid ini,” ujar Mahayastra.

Sedangkan secara teknis, pendistribusian paket sembako ini akan dilakukan sebelum pemberlakuan Nyipeng oleh masing-masing OPD ke desa binaan masing-masing bekerjasama dengan pihak kepolisian dan TNI serta dibantu oleh Satgas Covid di desa masing-masing.

 

 

“Saya tegaskan Gianyar siap jika memang diputuskan akan dilaksanakan Nyipeng dengan Eka Brata Penyepian dengan tidak bepergian untuk menghambat penyebaran Covid-19, semoga tidak bertambah di Bali,” tukasnya. 



GIANYAR-Meski masih menjadi pro dan kontra di masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar memilih mengambil tindakan lebih cepat menyikap wacana Nyipeng alias Nyepi Desa Adat serempak di semua desa adat di Bali selama 3 (tiga) hari.

 

Bahkan atas wacana Nyipeng yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 18-20 April 2020 mendatang, Bupati Gianyar I Made Mahayastra langsung menggelar rapat bersama para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungannya, Selasa (7/4)

 

Inti dari hasil rapat, Bupati Gianyar selain menyatakan siap dengan segala risiko apapun, termasuk bila nantinya, wacana Nyipeng 3 hari akan disepakai dalam paruman atau rapat yang digelar oleh pihak Majelis Desa Adat, PHDI dan Gubernur Bali.

 

Pihak Pemkab Gianyar, dikatakannya juga telah melakukan antisipasi dengan menyiapkan dana lebih dari Rp 100 miliar lebih bagi warganya (khususnya warga miskin) di Gianyar.

 

Lebih lanjut, dijelaskan Mahayastra, kesiapan dana Rp 100 miliar lebih bagi warga itu, mengacu dari database jumlah kepala keluarga (KK) miskin di Gianyar.

 

Sesuai data Pemkab Gianyar, terdapat 7.554 KK miskin di Gianyar  

 

Ribuan KK miskin di Gianyar itu kata Mahayastra diakui diperoleh berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh masing-masing OPD ke desa binaan masing-masing. 

 

 

“Kami berpedoman pada data, sebanyak 7.554 KK miskin ini kami tuntaskan dulu (diberikan bantuan sembako). Ke depan, kalau memang ini berkepanjangan ada pembatasan ataupun memang masyarakat kita yang pekerja harian ini kesulitan hidupnya, kita juga harus memikirkan mereka, namun sekarang yang 7.554 ini kita bantu dulu, khusus untuk menghadapi Nyipeng ini,” kata Bupati Mahayastra.

 

 

Disebutkannya, nilai bantuan paket sembako ini yakni seharga Rp.400 ribu per KK. 

 

Ditambahkannya, rancangan anggaran terkait penanganan Covid-19 sudah mulai dilaksanakan dengan adanya pemberian bantuan paket sembako ini. “Gianyar siap dengan dana anggaran  Rp 100.700.000.000 untuk penanganan Covid ini,” ujar Mahayastra.

Sedangkan secara teknis, pendistribusian paket sembako ini akan dilakukan sebelum pemberlakuan Nyipeng oleh masing-masing OPD ke desa binaan masing-masing bekerjasama dengan pihak kepolisian dan TNI serta dibantu oleh Satgas Covid di desa masing-masing.

 

 

“Saya tegaskan Gianyar siap jika memang diputuskan akan dilaksanakan Nyipeng dengan Eka Brata Penyepian dengan tidak bepergian untuk menghambat penyebaran Covid-19, semoga tidak bertambah di Bali,” tukasnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/