alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Rabies Makan Korban Manusia, Distan Buleleng Siapkan Vaksinasi Massal

SINGARAJA – Dinas Pertanian Buleleng akan melakukan vaksinasi massal di Desa Pangkung Paruk.

Vaksinasi massal itu dilakukan kembali, menyusul munculnya kasus suspect rabies pada manusia, yang menyebabkan Komang Era Ariawan, 14, warga Banjar Dinas Lebah Mantung, Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, meninggal dunia.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Pertanian Buleleng drh. I Wayan Susila mengatakan, kasus suspect rabies itu masih dalam pemantauan tim gabungan dari Dinas Pertanian Buleleng dan Dinas Kesehatan Buleleng.

Menurut Susila, dari penuturan keluarga, anjing yang menggigit diperkirakan berusia dua bulan. Anjing itu merupakan anjing peliharaan keluarga korban, dan baru lahir dari induknya yang juga dipelihara oleh keluarga tersebut.

Menurut Susila pihaknya sudah melakukan upaya pencegahan rabies, berupa vaksinasi massal di Desa Pangkung Paruk. Vaksinasi itu dilakukan sepanjang April lalu.

Baca Juga:  Penyakit Mematikan Serang Ternak Babi, Ini Temuan Distan Buleleng…

“Vaksinasi sudah kami lakukan di Desa Pangkung Paruk, dengan hasil 722 ekor anjing tervaksin. Artinya cakupannya mencapai 83 persen.

Tapi, kasus gigitan yang dialami korban meninggal ini, terjadi sebelum vaksinasi massal dilakukan,” kata Susila.

Guna memutus rantai penyebaran virus rabies di Desa Pangkung Paruk, Susila mengatakan pemerintah telah menetapkan desa tersebut sebagai zona merah.

Selama dua bulan kedepan, seluruh kasus gigitan anjing yang terjadi di wilayah tersebut akan diawasi pemerintah.

“Sampai dua bulan mendatang kami akan monitoring dan awasi kasus gigitan di Pangkung Paruk. Kami harap masyarakat melaporkan setiap kasus gigitan yang terjadi di sana,” kata Susila.

Selain itu pemerintah juga akan kembali melakukan vaksinasi massal di Desa Pangkung Paruk, untuk meningkatkan cakupan vaksinasi yang telah dilakukan pemerintah sepanjang April lalu.

Baca Juga:  Kasus Rabies di Karangasem Tinggi, Sepanjang 2019 Ditemukan 75 Kasus

“Kami sudah koordinasikan dengan aparat desa dan Dinas Peternakan Bali. nanti akan dilakukan vaksinasi serta penyisiran kembali. Kami juga akan lakukan eleminasi tertarget.

Artinya hanya anjing yang identik dengan ciri rabies yang kami eleminasi. Kami harap ini bisa memutus penyebaran kasus,” imbuh Susila.

Seperti diberitakan sebelumnya, Komang Era Ariawan, 14, warga Banjar Dinas Lebah Mantung, Desa Pangkung Paruk, meninggal dengan diagnose suspect rabies.

Korban sempat digigit anjing miliknya sendiri, pada Maret lalu. Korban Era Ariawan dinyatakan meninggal di RSUD Buleleng pada pukul 04.00 dini hari, Jumat (3/5). 



SINGARAJA – Dinas Pertanian Buleleng akan melakukan vaksinasi massal di Desa Pangkung Paruk.

Vaksinasi massal itu dilakukan kembali, menyusul munculnya kasus suspect rabies pada manusia, yang menyebabkan Komang Era Ariawan, 14, warga Banjar Dinas Lebah Mantung, Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, meninggal dunia.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Pertanian Buleleng drh. I Wayan Susila mengatakan, kasus suspect rabies itu masih dalam pemantauan tim gabungan dari Dinas Pertanian Buleleng dan Dinas Kesehatan Buleleng.

Menurut Susila, dari penuturan keluarga, anjing yang menggigit diperkirakan berusia dua bulan. Anjing itu merupakan anjing peliharaan keluarga korban, dan baru lahir dari induknya yang juga dipelihara oleh keluarga tersebut.

Menurut Susila pihaknya sudah melakukan upaya pencegahan rabies, berupa vaksinasi massal di Desa Pangkung Paruk. Vaksinasi itu dilakukan sepanjang April lalu.

Baca Juga:  Siswa dan Guru SMA 2 Semarapura Torehkan Berprestasi di Tengah Pandemi

“Vaksinasi sudah kami lakukan di Desa Pangkung Paruk, dengan hasil 722 ekor anjing tervaksin. Artinya cakupannya mencapai 83 persen.

Tapi, kasus gigitan yang dialami korban meninggal ini, terjadi sebelum vaksinasi massal dilakukan,” kata Susila.

Guna memutus rantai penyebaran virus rabies di Desa Pangkung Paruk, Susila mengatakan pemerintah telah menetapkan desa tersebut sebagai zona merah.

Selama dua bulan kedepan, seluruh kasus gigitan anjing yang terjadi di wilayah tersebut akan diawasi pemerintah.

“Sampai dua bulan mendatang kami akan monitoring dan awasi kasus gigitan di Pangkung Paruk. Kami harap masyarakat melaporkan setiap kasus gigitan yang terjadi di sana,” kata Susila.

Selain itu pemerintah juga akan kembali melakukan vaksinasi massal di Desa Pangkung Paruk, untuk meningkatkan cakupan vaksinasi yang telah dilakukan pemerintah sepanjang April lalu.

Baca Juga:  Terima Rp 3,4 Miliar Dana Bagi Hasil, Buleleng Perluas Lahan Tembakau

“Kami sudah koordinasikan dengan aparat desa dan Dinas Peternakan Bali. nanti akan dilakukan vaksinasi serta penyisiran kembali. Kami juga akan lakukan eleminasi tertarget.

Artinya hanya anjing yang identik dengan ciri rabies yang kami eleminasi. Kami harap ini bisa memutus penyebaran kasus,” imbuh Susila.

Seperti diberitakan sebelumnya, Komang Era Ariawan, 14, warga Banjar Dinas Lebah Mantung, Desa Pangkung Paruk, meninggal dengan diagnose suspect rabies.

Korban sempat digigit anjing miliknya sendiri, pada Maret lalu. Korban Era Ariawan dinyatakan meninggal di RSUD Buleleng pada pukul 04.00 dini hari, Jumat (3/5). 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/