alexametrics
25.3 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Asuh 52 Ekor Anjing Terlantar di Bali, Malah Diminta Pindah Karena Ini

DENPASAR – Arumy Sekar hingga kini telah memungut dan mengasuh anjing terlantar dari jalanan sebanyak 52 ekor sejak tahun 2017 lalu.

Semua anjing itu dipelihara olehnya di rumah kontrakan keluarganya di Jalan Tendean, Perumahan Graha Aztabumi Blok A, Banjar Anyar, Kediri, Tabanan.

Namun, niat baiknya itu kini jadi masalah. Tetangga sekitar rumahnya protes karena merasa terganggu dengan peliharaannya itu.

Bahkan Rabu (6/5) kemarin, Arumy mengaku didatangi pecalang setempat. Mereka disuruh pindah dari kediamannya itu. 

“Pecalang menyambangi kontrakanku. Mereka menyuruh aku dan anjing-anjingku untuk segera pindah dengan alasan warga lain terganggu. Dan mereka memberiku waktu 1 minggu saja,” terang Arumy Sekar, Kamis (7/5).

Hal itu membuatnya bingung dan kesulitan. Bagaimana mungkin dia bisa pindah kontrakan dalam waktu satu Minggu dengan jumlah anjing asuhannya yang begitu banyak.

Baca Juga:  Dapat Pelatihan Hidroponik, 100 KK Miskin Sudah Panen Empat Kali

Apalagi saat ini tidak mudah menemukan kontrakan baru yang harganya terjangkau di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini.

“Aku bingung. Jangankan untuk menyewa kontrakan seharga Rp 30 juta per tahun. Untuk pakan saja kami masih sangat kekurangan, terlebih akibat Covid-19. Aku tidak ada pemasukan,” ujarnya.

Dalam sebulan, Arumy membutuhkan setidaknya 150 kg beras, 10 sak dog food, dan 50 sampai 60 kg daging untuk anjing peliharaannya itu.

Belum lagi kebutuhan obat atau vitamin. Setidaknya dia merogoh kocek sekitar Rp 5,6 juta per bulan untuk membeli pakan. 

Semua dia lakukan karena kecintaanya merawat anjing-anjing terlantar yang ada di Bali. Anjing-anjing ini kebanyakan dipungutnya dari jalanan.

Baca Juga:  Agar Bisa Makan Warga Nusa Penida Minta Singkong dan Sayur ke Tetangga

Selain itu ada juga dari mereka yang sengaja membuangnya di dekat rumah kontrakan Arumy. Meski mengeluarkan uang banyak, Arumy dan keluarga tetap setia merawat anjing-anjing terlantar itu.

Bahkan, dia dan kelurga rela makan apa adanya demi bisa berbagi makanan dengan puluhan anjing asuhannya itu.

“Jika ada teman teman teman atau donatur yang tergerak hatinya untuk membantu meringankan beban kami. Silahkan boleh transfer ke rekening BCA 01532.732.75 atas nama Wenny Aliningrum

atau silakan boleh datang dan cek keadaan kami di Jalan Tendean Perumahan Graha Aztabumi Blok A Banjar Anyar Kediri Tabanan. Atau silakan Whatsapp saya di nomor 0895.41331.3584,” tandasnya. 



DENPASAR – Arumy Sekar hingga kini telah memungut dan mengasuh anjing terlantar dari jalanan sebanyak 52 ekor sejak tahun 2017 lalu.

Semua anjing itu dipelihara olehnya di rumah kontrakan keluarganya di Jalan Tendean, Perumahan Graha Aztabumi Blok A, Banjar Anyar, Kediri, Tabanan.

Namun, niat baiknya itu kini jadi masalah. Tetangga sekitar rumahnya protes karena merasa terganggu dengan peliharaannya itu.

Bahkan Rabu (6/5) kemarin, Arumy mengaku didatangi pecalang setempat. Mereka disuruh pindah dari kediamannya itu. 

“Pecalang menyambangi kontrakanku. Mereka menyuruh aku dan anjing-anjingku untuk segera pindah dengan alasan warga lain terganggu. Dan mereka memberiku waktu 1 minggu saja,” terang Arumy Sekar, Kamis (7/5).

Hal itu membuatnya bingung dan kesulitan. Bagaimana mungkin dia bisa pindah kontrakan dalam waktu satu Minggu dengan jumlah anjing asuhannya yang begitu banyak.

Baca Juga:  Dapat Pelatihan Hidroponik, 100 KK Miskin Sudah Panen Empat Kali

Apalagi saat ini tidak mudah menemukan kontrakan baru yang harganya terjangkau di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini.

“Aku bingung. Jangankan untuk menyewa kontrakan seharga Rp 30 juta per tahun. Untuk pakan saja kami masih sangat kekurangan, terlebih akibat Covid-19. Aku tidak ada pemasukan,” ujarnya.

Dalam sebulan, Arumy membutuhkan setidaknya 150 kg beras, 10 sak dog food, dan 50 sampai 60 kg daging untuk anjing peliharaannya itu.

Belum lagi kebutuhan obat atau vitamin. Setidaknya dia merogoh kocek sekitar Rp 5,6 juta per bulan untuk membeli pakan. 

Semua dia lakukan karena kecintaanya merawat anjing-anjing terlantar yang ada di Bali. Anjing-anjing ini kebanyakan dipungutnya dari jalanan.

Baca Juga:  Aneh! Belasan Kambing Bantuan Pemkab Mendadak Banyak Mati, Kok Bisa?

Selain itu ada juga dari mereka yang sengaja membuangnya di dekat rumah kontrakan Arumy. Meski mengeluarkan uang banyak, Arumy dan keluarga tetap setia merawat anjing-anjing terlantar itu.

Bahkan, dia dan kelurga rela makan apa adanya demi bisa berbagi makanan dengan puluhan anjing asuhannya itu.

“Jika ada teman teman teman atau donatur yang tergerak hatinya untuk membantu meringankan beban kami. Silahkan boleh transfer ke rekening BCA 01532.732.75 atas nama Wenny Aliningrum

atau silakan boleh datang dan cek keadaan kami di Jalan Tendean Perumahan Graha Aztabumi Blok A Banjar Anyar Kediri Tabanan. Atau silakan Whatsapp saya di nomor 0895.41331.3584,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/