alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Berusaha Selamatkan Semen, Jatuh ke Jurang, Pemotor Tewas Mengenaskan

SINGARAJA – Seorang pengemudi sepeda motor, Ketut Sujana, 58, warga Banjar Dinas Runuh Kubu, Desa Sari Mekar, tewas setelah terjatuh ke jurang sedalam 15 meter.

Korban tewas di tempat kejadian, gara-gara kehilangan kendali terhadap sepeda motor yang dikendarai.

Kecelakaan maut itu terjadi di jalan alternatif Bantang Banua-Padangbulia, sekitar pukul 06.30 pagi kemarin.

Kondisi jalan tersebut dikenal cukup berbahaya. Terlebih jalur terdiri dari jalan turunan dan tikungan yang cukup tajam. Selain itu bagian tepi jalan tidak dilengkapi pagar pengaman.

Peristiwa berawal saat korban mengemudikan sepeda motor DK 5329 VQ miliknya dari arah Desa Padangbulia, menuju Kelurahan Sukasada.

Saat itu korban membonceng istrinya, Ketut Seriten, 52. Memasuki jalur turunan curam, tiba-tiba saja ia kehilangan kendali atas kendaraannya.

Baca Juga:  Beda dengan Ahli, Kadiskes Pastikan Virus Omicron Belum Masuk Bali

Saat kejadian, korban disebut membawa semen yang dikemas dalam tas kresek. Beratnya sekitar tiga kilogram.

Ketika itu, semen hendak terjatuh sehingga korban berusaha menyelamatkan semen itu. Tak dinyana korban kehilangan kendali pada sepeda motornya.

Motor langsung melaju ke arah jurang. Korban terjun bebas bersama motornya ke dasar jurang, hingga korban tewas seketika.

Sementara istri korban terlempar dari sepeda motor dan terjatuh di jalan aspal. Istri korban mengalami luka-luka pada bagian kaki.

Mendapati suaminya jatuh ke jurang, Seriten teriak histeris. Warga berusaha menenangkan Seriten dan mengantar ia pulang.

Kebetulan jarak antara rumah korban dengan lokasi kejadian, tak sampai tiga kilometer. Pihak keluarga bersama warga juga berusaha mengevakuasi jenazah korban.

Sementara evakuasi kendaraan korban membutuhkan waktu cukup lama, hampir selama dua jam.

Baca Juga:  Bongkar Sumur, Tertimbun Material, Warga Pebuahan Ditemukan Lemas

“Bapak luka parah di belakang kepala dan punggung. Kalau ibu luka lecet di kaki. Sekarang ibu masih trauma berat,” kata Putu Endy, anak korban.

Endy mengaku kurang tahu secara pasti awal mula kejadian. “Saya kebetulan sedang kerja. Pas baru sampai di kantor, dapat telepon bapak kecelakaan dan meninggal. Langsung saya pulang ke rumah,” imbuhnya.

Kasatlantas Polres Buleleng AKP Putu Diah Kurniawandari mengatakan, polisi sudah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Polisi juga berusaha mengevakuasi kendaraan korban.

Menurut AKP Diah, kecelakaan diduga terjadi karena korban kehilangan kendali atas sepeda motor yang dikemudikan.

“Kemungkinan karena out of control. Sehingga kendaraan oleng. Korban terjatuh bersama motornya, sedangkan istrinya terpental dan jatuh di jalan,” kata Diah. 



SINGARAJA – Seorang pengemudi sepeda motor, Ketut Sujana, 58, warga Banjar Dinas Runuh Kubu, Desa Sari Mekar, tewas setelah terjatuh ke jurang sedalam 15 meter.

Korban tewas di tempat kejadian, gara-gara kehilangan kendali terhadap sepeda motor yang dikendarai.

Kecelakaan maut itu terjadi di jalan alternatif Bantang Banua-Padangbulia, sekitar pukul 06.30 pagi kemarin.

Kondisi jalan tersebut dikenal cukup berbahaya. Terlebih jalur terdiri dari jalan turunan dan tikungan yang cukup tajam. Selain itu bagian tepi jalan tidak dilengkapi pagar pengaman.

Peristiwa berawal saat korban mengemudikan sepeda motor DK 5329 VQ miliknya dari arah Desa Padangbulia, menuju Kelurahan Sukasada.

Saat itu korban membonceng istrinya, Ketut Seriten, 52. Memasuki jalur turunan curam, tiba-tiba saja ia kehilangan kendali atas kendaraannya.

Baca Juga:  Bongkar Sumur, Tertimbun Material, Warga Pebuahan Ditemukan Lemas

Saat kejadian, korban disebut membawa semen yang dikemas dalam tas kresek. Beratnya sekitar tiga kilogram.

Ketika itu, semen hendak terjatuh sehingga korban berusaha menyelamatkan semen itu. Tak dinyana korban kehilangan kendali pada sepeda motornya.

Motor langsung melaju ke arah jurang. Korban terjun bebas bersama motornya ke dasar jurang, hingga korban tewas seketika.

Sementara istri korban terlempar dari sepeda motor dan terjatuh di jalan aspal. Istri korban mengalami luka-luka pada bagian kaki.

Mendapati suaminya jatuh ke jurang, Seriten teriak histeris. Warga berusaha menenangkan Seriten dan mengantar ia pulang.

Kebetulan jarak antara rumah korban dengan lokasi kejadian, tak sampai tiga kilometer. Pihak keluarga bersama warga juga berusaha mengevakuasi jenazah korban.

Sementara evakuasi kendaraan korban membutuhkan waktu cukup lama, hampir selama dua jam.

Baca Juga:  Buru TSK Lain Selain Pelajar SMK, Polisi Tes DNA Bayi Dimakan Biawak

“Bapak luka parah di belakang kepala dan punggung. Kalau ibu luka lecet di kaki. Sekarang ibu masih trauma berat,” kata Putu Endy, anak korban.

Endy mengaku kurang tahu secara pasti awal mula kejadian. “Saya kebetulan sedang kerja. Pas baru sampai di kantor, dapat telepon bapak kecelakaan dan meninggal. Langsung saya pulang ke rumah,” imbuhnya.

Kasatlantas Polres Buleleng AKP Putu Diah Kurniawandari mengatakan, polisi sudah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Polisi juga berusaha mengevakuasi kendaraan korban.

Menurut AKP Diah, kecelakaan diduga terjadi karena korban kehilangan kendali atas sepeda motor yang dikemudikan.

“Kemungkinan karena out of control. Sehingga kendaraan oleng. Korban terjatuh bersama motornya, sedangkan istrinya terpental dan jatuh di jalan,” kata Diah. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/