alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

NGERI! Lagi Ngaben Massal, Enam Warga Klungkung Bali Tersambar Api

SEMARAPURA – Prosesi ngaben masal di Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Minggu (7/7) buyar setelah enam orang warga yang hadir dalam prosesi tersebut tersambar api.

Para korban tersambar api saat persiapan membakar sawa (jasat yang akan diaben, Red). Akibat luka bakar yang didapat cukup parah, tiga orang warga dilarikan ke RSUD Klungkung.

Dua orang warga di antaranya akhirnya dirujuk ke RSUP Sanglah karena mengalami luka bakar 50 persen lebih.

Puluhan warga berpakaian adat Bali tampak berkumpul di lobi IGD RSUD Klungkung, kemarin siang (7/7).

Tidak hanya di lobi, sejumlah warga berpakai adat Bali juga tampak berada di dalam IGD menunggu tiga orang pasien yang tumbuhnya dibalut perban.

Baca Juga:  Terjangkiti Istri, Dokter Jantung RSUD Klungkung Positif Covid-19

I Gusti Ngurah Agung Manik Rucika, salah seorang warga Desa Negari, Banjarangkan, saat ditemui di IGD RSUD Klungkung mengungkapkan,

tiga warga yang dibalut perban dan dikerumuni warga tersebut adalah warga yang sebelumnya menghadiri prosesi pengabenan massal di Desa Negari.

Ia tidak tahu secara pasti seperti apa peristiwa tersebut terjadi. Namun, menurutnya, ketiga warga terebut tersambar api sebelum prosesi pembakaran sawa dilakukan.

“Pengabenan belum berlangsung waktu itu,” ujarnya. Pada saat itu, sejumlah warga sedang mempersiapkan kompor mayat yang akan dipergunakan untuk membakar sawa.

Ketika sedang mengutak-atik kompor mayat, tiba-tiba selang dari kompor tersebut mengeluarkan api.

Dan selang bergerak tidak terkendali sehingga api menyambar sejumlah warga yang pada saat itu berada dekat dengan kompor mayat.

Baca Juga:  Pasien Isolasi Mandiri Tularkan Covid-19, Bupati Buleleng Cari Hotel

Warga yang tersambar api langsung berlari dengan api membakar pakaiannya. Selain itu ada pula yang menggulung-gulungkan diri di tanah untuk mematikan api yang sudah membakar pakaian.

“Saya tidak tahu apakah ada yang menghidupkan api di sekitar kompor sehingga menyambar atau seperti apa. Waktu itu sudah panik semua,” terangnya.



SEMARAPURA – Prosesi ngaben masal di Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Minggu (7/7) buyar setelah enam orang warga yang hadir dalam prosesi tersebut tersambar api.

Para korban tersambar api saat persiapan membakar sawa (jasat yang akan diaben, Red). Akibat luka bakar yang didapat cukup parah, tiga orang warga dilarikan ke RSUD Klungkung.

Dua orang warga di antaranya akhirnya dirujuk ke RSUP Sanglah karena mengalami luka bakar 50 persen lebih.

Puluhan warga berpakaian adat Bali tampak berkumpul di lobi IGD RSUD Klungkung, kemarin siang (7/7).

Tidak hanya di lobi, sejumlah warga berpakai adat Bali juga tampak berada di dalam IGD menunggu tiga orang pasien yang tumbuhnya dibalut perban.

Baca Juga:  Viral, Oknum Dokter di RSUD Klungkung Palak Pasien Hernia

I Gusti Ngurah Agung Manik Rucika, salah seorang warga Desa Negari, Banjarangkan, saat ditemui di IGD RSUD Klungkung mengungkapkan,

tiga warga yang dibalut perban dan dikerumuni warga tersebut adalah warga yang sebelumnya menghadiri prosesi pengabenan massal di Desa Negari.

Ia tidak tahu secara pasti seperti apa peristiwa tersebut terjadi. Namun, menurutnya, ketiga warga terebut tersambar api sebelum prosesi pembakaran sawa dilakukan.

“Pengabenan belum berlangsung waktu itu,” ujarnya. Pada saat itu, sejumlah warga sedang mempersiapkan kompor mayat yang akan dipergunakan untuk membakar sawa.

Ketika sedang mengutak-atik kompor mayat, tiba-tiba selang dari kompor tersebut mengeluarkan api.

Dan selang bergerak tidak terkendali sehingga api menyambar sejumlah warga yang pada saat itu berada dekat dengan kompor mayat.

Baca Juga:  MIMIH! Proses Klaim BPJS Berbelit, Hutang RSUD Klungkung Menumpuk

Warga yang tersambar api langsung berlari dengan api membakar pakaiannya. Selain itu ada pula yang menggulung-gulungkan diri di tanah untuk mematikan api yang sudah membakar pakaian.

“Saya tidak tahu apakah ada yang menghidupkan api di sekitar kompor sehingga menyambar atau seperti apa. Waktu itu sudah panik semua,” terangnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/