alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

SMPN 1 Singaraja Terapkan Sistem SKS, Pelajar Cukup Belajar 2 Tahun

SINGARAJA – Sistem pendidikan di SMP Negeri 1 Singaraja (Spensa Singaraja) akan menerapkan Sistem Kredit Semester (SKS) pada tahun ajaran 2020/2021.

Ini merupakan tahun kedua bagi Spensa Singaraja menerapkan sistem pendidikan, yang menyerupai sistem pendidikan tinggi itu.

Dengan penerapan SKS tersebut, siswa yang menempuh pendidikan di Spensa Singaraja bisa saja lulus lebih cepat, atau bahkan lebih lambat.

Siswa bisa menyelesaikan pendidikan dalam dua tahun, bahkan bisa juga menyelesaikan pendidikan dalam durasi 4 tahun. Sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa.

Kepala SMPN 1 Singaraja Ni Putu Karnadhi mengatakan, tahun ini merupakan tahun kedua para siswa menerapkan sistem SKS.

Sistem ini pertama kali diterapkan pada tahun ajaran 2019/2020 lalu. Sementara siswa yang kini duduk di kelas IX, masih menggunakan sistem yang lama.

Baca Juga:  Duh, Ratusan Guru Pensiun Tahun Ini, Buleleng Krisis Guru

“Sebenarnya dari tahun lalu kami sudah menerapkan sistem SKS. Jadi siswa kelas IX masih menggunakan sistem yang lama. Siswa kelas VII dan VIII sudah menggunakan sistem SKS.

Jadi bisa saja mereka lulus dalam waktu dua tahun atau bahkan empat tahun. Tergantung dari kemampuan mereka,” kata Karnadhi.

Menurutnya, dengan sistem SKS itu, siswa dapat mengikuti pelajaran sesuai dengan kemampuan mereka. Siswa yang memiliki kemampuan intelektual lebih tinggi, bisa saja lulus dalam waktu singkat.

Sementara siswa yang kemampuan intelektualnya relatif lebih rendah, bisa saja lulus dalam waktu yang lebih lama.

“Kalau dulu kan gabung jadi satu. Jadi yang lebih lambat kemampuannya, kesulitan mengejar. Kalau sekarang kan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa,” imbuhnya.

Baca Juga:  Langgar Jam Operasional, Belasan Pedagang Bermobil Ditegur Pol PP

Untuk menuntaskan pendidikan dalam kurun waktu dua tahun, Karnadhi mengatakan ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.

Seperti nilai indeks prestasi minimal 87, serta memiliki IQ minimal 110. Untuk tahun ajaran ini misalnya, ada 32 orang siswa yang berencana menuntaskan pendidikan mereka dalam durasi dua tahun.

Sementara ada 5 orang siswa lainnya yang akan menuntaskan pendidikan dalam durasi 4 tahun. “Tapi kondisinya sangat dinamis. Bisa saja mereka yang berencana tuntas 4 tahun, selesai lebih awal,” jelas Karnadhi.

Sekadar diketahui, pada tahun ajaran 2020/2021 ini, SMPN 1 Singaraja menerima 358 orang siswa dari total 403 orang pelamar.

Sebagian besar diterima dari jalur zonasi. Ada pula yang diterima dari jalur perpindahan, afirmasi, termasuk prestasi. 



SINGARAJA – Sistem pendidikan di SMP Negeri 1 Singaraja (Spensa Singaraja) akan menerapkan Sistem Kredit Semester (SKS) pada tahun ajaran 2020/2021.

Ini merupakan tahun kedua bagi Spensa Singaraja menerapkan sistem pendidikan, yang menyerupai sistem pendidikan tinggi itu.

Dengan penerapan SKS tersebut, siswa yang menempuh pendidikan di Spensa Singaraja bisa saja lulus lebih cepat, atau bahkan lebih lambat.

Siswa bisa menyelesaikan pendidikan dalam dua tahun, bahkan bisa juga menyelesaikan pendidikan dalam durasi 4 tahun. Sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa.

Kepala SMPN 1 Singaraja Ni Putu Karnadhi mengatakan, tahun ini merupakan tahun kedua para siswa menerapkan sistem SKS.

Sistem ini pertama kali diterapkan pada tahun ajaran 2019/2020 lalu. Sementara siswa yang kini duduk di kelas IX, masih menggunakan sistem yang lama.

Baca Juga:  Mulai Siapkan Belajar Tatap Muka, SDN 3 Banjar Jawa Jadi Pilot Project

“Sebenarnya dari tahun lalu kami sudah menerapkan sistem SKS. Jadi siswa kelas IX masih menggunakan sistem yang lama. Siswa kelas VII dan VIII sudah menggunakan sistem SKS.

Jadi bisa saja mereka lulus dalam waktu dua tahun atau bahkan empat tahun. Tergantung dari kemampuan mereka,” kata Karnadhi.

Menurutnya, dengan sistem SKS itu, siswa dapat mengikuti pelajaran sesuai dengan kemampuan mereka. Siswa yang memiliki kemampuan intelektual lebih tinggi, bisa saja lulus dalam waktu singkat.

Sementara siswa yang kemampuan intelektualnya relatif lebih rendah, bisa saja lulus dalam waktu yang lebih lama.

“Kalau dulu kan gabung jadi satu. Jadi yang lebih lambat kemampuannya, kesulitan mengejar. Kalau sekarang kan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa,” imbuhnya.

Baca Juga:  Netizen Bali Mayoritas Setuju Arak Dilegalkan, tapi Ada yang Bilang…

Untuk menuntaskan pendidikan dalam kurun waktu dua tahun, Karnadhi mengatakan ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.

Seperti nilai indeks prestasi minimal 87, serta memiliki IQ minimal 110. Untuk tahun ajaran ini misalnya, ada 32 orang siswa yang berencana menuntaskan pendidikan mereka dalam durasi dua tahun.

Sementara ada 5 orang siswa lainnya yang akan menuntaskan pendidikan dalam durasi 4 tahun. “Tapi kondisinya sangat dinamis. Bisa saja mereka yang berencana tuntas 4 tahun, selesai lebih awal,” jelas Karnadhi.

Sekadar diketahui, pada tahun ajaran 2020/2021 ini, SMPN 1 Singaraja menerima 358 orang siswa dari total 403 orang pelamar.

Sebagian besar diterima dari jalur zonasi. Ada pula yang diterima dari jalur perpindahan, afirmasi, termasuk prestasi. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/