alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

PPKM Darurat! Mau Cari Makan ke Tabanan, Empat Kendaraan Disuruh Balik

TABANAN – Hari keempat pemberlakuan PPKM darurat terus dilakukan pengetatan oleh Tim gabungan terdiri dari Polres Tabanan, Kodim Tabanan dan Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan.

 

Pada pintu masuk kota Tabanan dari arah Gilimanuk tepat di Pos Adipura Kawasan Jalan By Pas Ir. Soekarno Banjar Dauh Peken, Kecamatan Tabanan dilakukan penyekatan pada setiap kendaraan baik roda dua maupun roda empat, Selasa (6/7).

 

Penyekatan dilaksanakan seiring dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 dan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2021 dan SE Gubernur Bali terkait PPKM Darurat.

 

Pantauan langsung di lapangan saat proses penyekatan dilakukan mulia pukul 12.00 wita. Sepanjang 300 meter ke arah timur Jalur By Pas Ir Soekarno dipasangi traffic cone atau pembatas jalan berbentuk kerucut.

 

Satu persatu kendaraan baik itu plat Bali maupun plat luar Bali diperiksa. Khusus bagi kendaraan plat luar Bali diperiksa secara rinci dan detail oleh petugas gabungan. Mulai dari surat keterangan rapid antigen termasuk pula surat vaksinasi Covid-19.

Baca Juga:  Wabah Chikungunya Merebak di Tabanan, Diskes Temukan 15 Kasus

 

Menariknya dari penyekatan yang dilakukan siang itu. Empat kendaraan dengan rombongan keluarga diputar balik petugas. Empat kendaraan tersebut diputar balik, karena tujuan hanya untuk mencari makan.

 

“Kami terpaksa suruh putar balik, kalau tujuan tidak urgen atau penting. Kalau untuk cari makan, kan bisa pemesanan makanan dilakukan secara online atau pesan antar,” kata Kabag Ops. Polres Tabanan Kompol I Nengah Sudiarta didampingi Kasat Lantas Polres Tabanan AKP Ni Putu Wila Indrayani.

 

Penyekatan dilakukan sebagai tindak lanjut dari SE Gubernur Bali terkait PPKM Darurat. Bagi kendaraan yang hendak ke Denpasar ataupun kendaraan yang tidak memiliki tujuan jelas sudah pasti diputar balik.

 

“Jadi kita memeriksa aktivitas masyarakat yang esensial dan nonesensial. Yang esensial kami persilakan melakukan aktivitas, yang nonesensial kami akan batasi pergerakan dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Apabila tujuan tidak penting tidak urgent akan kami balikkan ke arah semula. Sehingga tak terjadi penumpukan aktivitas di Tabanan maupun di Denpasar,” bebernya di lokasi.

Baca Juga:  Warga Perumahan Puskopad, Tabanan, Bali Keluhkan Proyek Penataan Jalan

 

Sementara itu Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy PS. Siregar yang juga ikut turun melakukan penyekatan menambahkan penyekatan tersebut, dilakukan dengan tujuan memfilter mobilitas penduduk sesuai dengan tingkat kepentingannya. Sehingga penerapannya juga bersifat selektif.

 

Bahkan, menurut Mariochristy, pihaknya sudah memberikan masukan kepada Bupati Tabanan yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 tingkat kabupaten untuk mengeluarkan edaran kepada jajarannya.

 

Edaran yang dimaksud yakni mengenai pelaksanaan tugas-tugas. Diharapkan agar sebisanya bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi mereka yang bertugas di luar sektor esensial dan nonesensial.

 

“Kami sudah berikan masukan ke bupati untuk membuat imbauan atau edaran kepada jajarannya yang tidak bekerja di dua sektor tersebut, esensial dan nonesensial, agar bisa melaksanakan WFH,” sebutnya.

- Advertisement -

- Advertisement -

TABANAN – Hari keempat pemberlakuan PPKM darurat terus dilakukan pengetatan oleh Tim gabungan terdiri dari Polres Tabanan, Kodim Tabanan dan Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan.

 

Pada pintu masuk kota Tabanan dari arah Gilimanuk tepat di Pos Adipura Kawasan Jalan By Pas Ir. Soekarno Banjar Dauh Peken, Kecamatan Tabanan dilakukan penyekatan pada setiap kendaraan baik roda dua maupun roda empat, Selasa (6/7).


 

Penyekatan dilaksanakan seiring dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 dan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2021 dan SE Gubernur Bali terkait PPKM Darurat.

 

Pantauan langsung di lapangan saat proses penyekatan dilakukan mulia pukul 12.00 wita. Sepanjang 300 meter ke arah timur Jalur By Pas Ir Soekarno dipasangi traffic cone atau pembatas jalan berbentuk kerucut.

 

Satu persatu kendaraan baik itu plat Bali maupun plat luar Bali diperiksa. Khusus bagi kendaraan plat luar Bali diperiksa secara rinci dan detail oleh petugas gabungan. Mulai dari surat keterangan rapid antigen termasuk pula surat vaksinasi Covid-19.

Baca Juga:  Warga Perumahan Puskopad, Tabanan, Bali Keluhkan Proyek Penataan Jalan

 

Menariknya dari penyekatan yang dilakukan siang itu. Empat kendaraan dengan rombongan keluarga diputar balik petugas. Empat kendaraan tersebut diputar balik, karena tujuan hanya untuk mencari makan.

 

“Kami terpaksa suruh putar balik, kalau tujuan tidak urgen atau penting. Kalau untuk cari makan, kan bisa pemesanan makanan dilakukan secara online atau pesan antar,” kata Kabag Ops. Polres Tabanan Kompol I Nengah Sudiarta didampingi Kasat Lantas Polres Tabanan AKP Ni Putu Wila Indrayani.

 

Penyekatan dilakukan sebagai tindak lanjut dari SE Gubernur Bali terkait PPKM Darurat. Bagi kendaraan yang hendak ke Denpasar ataupun kendaraan yang tidak memiliki tujuan jelas sudah pasti diputar balik.

 

“Jadi kita memeriksa aktivitas masyarakat yang esensial dan nonesensial. Yang esensial kami persilakan melakukan aktivitas, yang nonesensial kami akan batasi pergerakan dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Apabila tujuan tidak penting tidak urgent akan kami balikkan ke arah semula. Sehingga tak terjadi penumpukan aktivitas di Tabanan maupun di Denpasar,” bebernya di lokasi.

Baca Juga:  Anggota DPRD Tabanan Mendadak Dites Urine, Satu Anggota Absen

 

Sementara itu Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy PS. Siregar yang juga ikut turun melakukan penyekatan menambahkan penyekatan tersebut, dilakukan dengan tujuan memfilter mobilitas penduduk sesuai dengan tingkat kepentingannya. Sehingga penerapannya juga bersifat selektif.

 

Bahkan, menurut Mariochristy, pihaknya sudah memberikan masukan kepada Bupati Tabanan yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 tingkat kabupaten untuk mengeluarkan edaran kepada jajarannya.

 

Edaran yang dimaksud yakni mengenai pelaksanaan tugas-tugas. Diharapkan agar sebisanya bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi mereka yang bertugas di luar sektor esensial dan nonesensial.

 

“Kami sudah berikan masukan ke bupati untuk membuat imbauan atau edaran kepada jajarannya yang tidak bekerja di dua sektor tersebut, esensial dan nonesensial, agar bisa melaksanakan WFH,” sebutnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/