alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Manfaatkan REC PLN, Undiksha Kampus Pertama di Indonesia Gunakan Energi Hijau

DENPASAR, radarbali.id- PT PLN (Persero) menyerahkan sertifikat energi baru terbarukan (EBT) atau Renewable Energy Certificate (REC) kepada Universitas Pendidikan Ganesha sebanyak 400 unit atau setara dengan 400 megawatt hour (MWh) diperuntukkan untuk pemakaian mulai 1 Juni 2022.
Melalui kesepakatan pemanfaatan REC ini, maka Undiksha menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pertama di Indonesia yang resmi menggunakan listrik berbasis energi hijau.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali, I Wayan Udayana, saat menyerahkan REC, di Hotel Bali Dynasty, Selasa (5/7) menjelaskan EBT adalah suatu keniscayaan dan menjadi komitmen pemerintah maupun PLN.
Ia menyebutkan komitmen pemerintah dan PLN ini tertuang dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), yakni untuk meningkatkan bauran energi di tahun 2025 sebesar 23% dan ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Bali No. 45 tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih.
“Tentu komitmen ini juga sejalan dengan local wisdom Bali, yaitu Tri Hita Karana di mana masyarakat harus hidup berdampingan dengan lingkungan,” ujarnya.
Udayana mengatakan seluruh lapisan masyarakat harus mendukung terwujudnya penurunan emisi dengan bersama-sama meningkatkan penggunaan energi ramah lingkungan.
“Wujud nyatanya sudah dicontohkan dengan baik oleh Undiksha yang merupakan institusi pendidikan dan independen di masyarakat sehingga selayaknya ikut serta mengampanyekan penggunaan energi bersih,” imbuhnya.
Ia juga menyatakan bahwa sudah sepatutnya kita merasa berbangga hati bahwa Bali dapat menjadi tujuan pariwisata yang mengedepankan penggunaan energi yang bersih dan masyarakatnya mendukung.
“Bali bisa menjadi pilot project untuk pariwisata ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya menekan Net Zero Emission, salah satu langkahnya adalah dengan memanfaatkan REC,” tambahnya.
Udayana menuturkan REC yang dibeli dipastikan dapat dipertanggungjawabkan, berkualitas tinggi, dan memenuhi standar internasional, sehingga pelanggan dapat melakukan klaim bahwa penggunaan listrik berasal dari sumber pembangkit yang berbasis EBT.
Rektor Undiksha, Prof. I Nyoman Jampel menyebutkan sebagai salah satu bentuk kepatuhan sebagai institusi negara pada kebijakan negara, Undiksha mengambil peran dalam upaya menekan emisi CO2 dengan menggunakan energi terbarukan.
“Langkah awal kami adalah dengan membeli REC untuk 2 gedung kami, yakni gedung rektorat dan gedung fakuktas kedokteran. Namun kedepannya, kami berharap seluruh gedung akan memanfaatkan layanan REC,” ungkapnya.
Ia mengatakan hal ini menjadikan Undiksha sebagai institusi pendidikan pertama yang peduli terhadap penggunaan energi bersih yang tidak lagi bersumber pada fosil.
“Kami juga ingin memanfaatkan lahan yang ada untuk memasang solar panel serta bekerja sama dengan PLN untuk menempatkan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) yang diperuntukkan bagi motor listrik di kampus, yang bisa juga bisa dimanfaatkan sebagai showcase untuk media pembelajaran,” pungkasnya.
Renewable Energy Certificate merupakan layanan PLN bagi pelanggan yang membutuhkan bukti penggunaan Renewable Energi melalui skema REC.
Kepemilikan REC juga menjadi bagian partisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Sumber Renewable energy PLN saat ini antara lain berasal dari sinar matahari, angin, air, panas bumi dan biomassa.
Hasil penjualan instrumen layanan REC ini akan diarahkan pada inovasi PLN dalam menghadirkan produk layanan hijau khususnya untuk membangun pembangkit-pembangkit ramah lingkungan demi mendukung pencapaian Net Zero Emission di tahun 2060 mendatang.
Layanan ini dapat dibeli secara umum oleh masyarakat melalui website resmi PLN atau dapat menghubungi kantor PLN terdekat. (ken)
Baca Juga:  Pemkab Buleleng Tunggu Formasi CPNS, Ayo Siapa Mau Daftar?


DENPASAR, radarbali.id- PT PLN (Persero) menyerahkan sertifikat energi baru terbarukan (EBT) atau Renewable Energy Certificate (REC) kepada Universitas Pendidikan Ganesha sebanyak 400 unit atau setara dengan 400 megawatt hour (MWh) diperuntukkan untuk pemakaian mulai 1 Juni 2022.
Melalui kesepakatan pemanfaatan REC ini, maka Undiksha menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pertama di Indonesia yang resmi menggunakan listrik berbasis energi hijau.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali, I Wayan Udayana, saat menyerahkan REC, di Hotel Bali Dynasty, Selasa (5/7) menjelaskan EBT adalah suatu keniscayaan dan menjadi komitmen pemerintah maupun PLN.
Ia menyebutkan komitmen pemerintah dan PLN ini tertuang dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), yakni untuk meningkatkan bauran energi di tahun 2025 sebesar 23% dan ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Bali No. 45 tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih.
“Tentu komitmen ini juga sejalan dengan local wisdom Bali, yaitu Tri Hita Karana di mana masyarakat harus hidup berdampingan dengan lingkungan,” ujarnya.
Udayana mengatakan seluruh lapisan masyarakat harus mendukung terwujudnya penurunan emisi dengan bersama-sama meningkatkan penggunaan energi ramah lingkungan.
“Wujud nyatanya sudah dicontohkan dengan baik oleh Undiksha yang merupakan institusi pendidikan dan independen di masyarakat sehingga selayaknya ikut serta mengampanyekan penggunaan energi bersih,” imbuhnya.
Ia juga menyatakan bahwa sudah sepatutnya kita merasa berbangga hati bahwa Bali dapat menjadi tujuan pariwisata yang mengedepankan penggunaan energi yang bersih dan masyarakatnya mendukung.
“Bali bisa menjadi pilot project untuk pariwisata ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya menekan Net Zero Emission, salah satu langkahnya adalah dengan memanfaatkan REC,” tambahnya.
Udayana menuturkan REC yang dibeli dipastikan dapat dipertanggungjawabkan, berkualitas tinggi, dan memenuhi standar internasional, sehingga pelanggan dapat melakukan klaim bahwa penggunaan listrik berasal dari sumber pembangkit yang berbasis EBT.
Rektor Undiksha, Prof. I Nyoman Jampel menyebutkan sebagai salah satu bentuk kepatuhan sebagai institusi negara pada kebijakan negara, Undiksha mengambil peran dalam upaya menekan emisi CO2 dengan menggunakan energi terbarukan.
“Langkah awal kami adalah dengan membeli REC untuk 2 gedung kami, yakni gedung rektorat dan gedung fakuktas kedokteran. Namun kedepannya, kami berharap seluruh gedung akan memanfaatkan layanan REC,” ungkapnya.
Ia mengatakan hal ini menjadikan Undiksha sebagai institusi pendidikan pertama yang peduli terhadap penggunaan energi bersih yang tidak lagi bersumber pada fosil.
“Kami juga ingin memanfaatkan lahan yang ada untuk memasang solar panel serta bekerja sama dengan PLN untuk menempatkan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) yang diperuntukkan bagi motor listrik di kampus, yang bisa juga bisa dimanfaatkan sebagai showcase untuk media pembelajaran,” pungkasnya.
Renewable Energy Certificate merupakan layanan PLN bagi pelanggan yang membutuhkan bukti penggunaan Renewable Energi melalui skema REC.
Kepemilikan REC juga menjadi bagian partisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Sumber Renewable energy PLN saat ini antara lain berasal dari sinar matahari, angin, air, panas bumi dan biomassa.
Hasil penjualan instrumen layanan REC ini akan diarahkan pada inovasi PLN dalam menghadirkan produk layanan hijau khususnya untuk membangun pembangkit-pembangkit ramah lingkungan demi mendukung pencapaian Net Zero Emission di tahun 2060 mendatang.
Layanan ini dapat dibeli secara umum oleh masyarakat melalui website resmi PLN atau dapat menghubungi kantor PLN terdekat. (ken)
Baca Juga:  Menyedihkan, Ditinggal ke Pasar, Rumah Pasutri Renta Ludes Terbakar

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/