alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

74 Lulusan SD di Enam Kecamatan Drop Out, Disdik Siapkan Beasiswa

SINGARAJA – Sebanyak 74 orang lulusan sekolah dasar di Kabupaten Buleleng, diperkirakan tak melanjutkan pendidikannya ke SMP, alias drop out.

Puluhan siswa itu ditemukan, setelah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) menerjunkan Tim Posko Drop Out, untuk mencari siswa-siswa yang tak melanjutkan pendidikannya.

Data di Disdikpora Buleleng menunjukkan, 74 siswa yang tak melanjutkan pendidikan itu berasal dari enam kecamatan.

Masing-masing Kecamatan Gerokgak sebanyak 24 orang, Kecamatan Kubutambahan sebanyak 17 orang, Kecamatan Banjar 11 orang, Kecamatan Buleleng dua orang, Kecamatan Busungbiu tiga orang, dan Kecamatan Tejakula 17 orang.

Alasan siswa-siswa yang kini drop out itu pun cukup beragam. Ada yang menyatakan diri tidak mampu (25 orang), yatim dan piatu (2 orang), kerja ke luar daerah (3 orang),

Baca Juga:  Jumlah Pelamar Membludak, Disdik Buleleng Duga Banyak Data Ganda

disabilitas (2 orang), sakit (2 orang), menikah (4 orang), bahkan ada pula yang sama sekali tak melanjutkan pendidikannya (36 orang).

Sekretaris DisdikporaBuleleng I Made Astika mengatakan, siswa-siswa itu merupakan hasil identifikasi sementara yang dilakukan tim Posko DO.

“Ada tiga kecamatan yang belum masuk datanya. Itu di Kecamatan Seririt, Sawan, dan Sukasada,” kata Astika.

Lebih lanjut Astika mengatakan, kini tim tengah mengejar siswa-siswa dengan kategori tidak mampu, yatim, maupun piatu.

Pemerintah berjanji memberikan beasiswa pada mereka, hingga lulus sekolah nanti. Sementara siswa yang mengalami disabilitas fisik, juga didorong kembali ke sekolah.

Khusus siswa yang sama sekali tak ingin melanjutkan pendidikan, Astika mengaku hal itu membutuhkan pendekatan khusus.

Baca Juga:  Diseruduk Truk Pengangkut Air Galon, Ni Wayan Suartini Meninggal Dunia

Pihaknya akan berupaya menumbuhkan kembali minat sekolah pada anak-anak yang enggan melanjutkan sekolahnya itu.

“Setiap tahun memang ada yang seperti ini. Kalau anak-anak seperti ini, harus ada motivasi. Ada pendekatan pada mereka.

Kami akan lakukan pendekatan lewat orang tuanya, lewat tokoh masyarakat, termasuk lewat teman-teman sepermainannya nanti,” tegas Astika. 



SINGARAJA – Sebanyak 74 orang lulusan sekolah dasar di Kabupaten Buleleng, diperkirakan tak melanjutkan pendidikannya ke SMP, alias drop out.

Puluhan siswa itu ditemukan, setelah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) menerjunkan Tim Posko Drop Out, untuk mencari siswa-siswa yang tak melanjutkan pendidikannya.

Data di Disdikpora Buleleng menunjukkan, 74 siswa yang tak melanjutkan pendidikan itu berasal dari enam kecamatan.

Masing-masing Kecamatan Gerokgak sebanyak 24 orang, Kecamatan Kubutambahan sebanyak 17 orang, Kecamatan Banjar 11 orang, Kecamatan Buleleng dua orang, Kecamatan Busungbiu tiga orang, dan Kecamatan Tejakula 17 orang.

Alasan siswa-siswa yang kini drop out itu pun cukup beragam. Ada yang menyatakan diri tidak mampu (25 orang), yatim dan piatu (2 orang), kerja ke luar daerah (3 orang),

Baca Juga:  Pengadaan Komputer UNBK, Disdik Buleleng Siapkan Dana Rp 6,5 Miliar

disabilitas (2 orang), sakit (2 orang), menikah (4 orang), bahkan ada pula yang sama sekali tak melanjutkan pendidikannya (36 orang).

Sekretaris DisdikporaBuleleng I Made Astika mengatakan, siswa-siswa itu merupakan hasil identifikasi sementara yang dilakukan tim Posko DO.

“Ada tiga kecamatan yang belum masuk datanya. Itu di Kecamatan Seririt, Sawan, dan Sukasada,” kata Astika.

Lebih lanjut Astika mengatakan, kini tim tengah mengejar siswa-siswa dengan kategori tidak mampu, yatim, maupun piatu.

Pemerintah berjanji memberikan beasiswa pada mereka, hingga lulus sekolah nanti. Sementara siswa yang mengalami disabilitas fisik, juga didorong kembali ke sekolah.

Khusus siswa yang sama sekali tak ingin melanjutkan pendidikan, Astika mengaku hal itu membutuhkan pendekatan khusus.

Baca Juga:  Sering Dikeluhkan, Peternak Ayam Disarankan Budi Daya Maggot

Pihaknya akan berupaya menumbuhkan kembali minat sekolah pada anak-anak yang enggan melanjutkan sekolahnya itu.

“Setiap tahun memang ada yang seperti ini. Kalau anak-anak seperti ini, harus ada motivasi. Ada pendekatan pada mereka.

Kami akan lakukan pendekatan lewat orang tuanya, lewat tokoh masyarakat, termasuk lewat teman-teman sepermainannya nanti,” tegas Astika. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/