alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Direlokasi, Banyak Pedagang Pasar Blahbatuh Korban Kebakaran Tercecer

GIANYAR– Pascamusibah kebakaran, banyak pedagang Pasar Blahbatuh, terkatung-katung. Mereka tidak memperoleh tempat jualan. Meski direlokasi ke Pasar Yadnya, namun banyak pedagang tidak memperoleh tempat jualan.

 

Akibatnya, ada pedagang yang jualan di Timur pasar, di trotoar.

 

Seperti yang diakui salah satu pedagang pakaian dalam, Jumat (6/8) kemarin. “Sementara saja jualan di sini. Tempat saya di dalam habis (terbakar, red),” akunya,

 

Dulu, saat musibah terjadi, dia mengalami kerugian mencapai belasan juta rupiah.

 

“Yang habis itu, pakaian dalam dan pakaian,”imbuhnya.

 

Kini lantaran tak mendapat lapak di dalam pasar, dirinya bersama sejumlah pedagang lain tidak punya pilihan selain jualan di trotoar.

 

“Di relokasi saya kehabisan tempat. Kalau sewa kios, mahal, sementara di sini dulu,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pemkab Gianyar Buru 171 Usaha Bodong

 

Menurutnya, hampir separo pedagang Pasar Blahbatuh banyak yang pindah ke Pasar Yadnya yang letaknya tak jauh dari lokasi pasar umum. Pasar Yadnya itu milik desa adat Blahbatuh.

 

Sedangkan Tukang parkir pasar Yadnya, Setia Ningrat, mengakui banyak pedagang pasar Blahbatuh tidak kebagian tempat jualan di pasar Yadnya.

 

“Setelah kebakaran, banyak pedagang tidak dapat tempat,” kata Setia.

 

Menurutnya, di pasar Yadnya yang dijadikan relokasi, tidak sepenuhnya bisa menampung pedagang Blahbatuh.

 

“Karena di sini pasar pagi. Di sini ramai juga. Cuma karena ada pedagang Blahbatuh, buka disini lebih siang,” ujarnya yang memungut parkir bersama istrinya, Wayan Sariani.

Di bagian lain, lahan relokasi yang disiapkan oleh pemerintah Gianyar dekat jembatan Wihara Blahbatuh belum rampung.

Baca Juga:  Kakek Berusia 76 Tahun di Gianyar Gantung Diri, Ini Penyebabnya

 

“Di sana menambah lahan baru lagi. Tapi belum ada nempatin karena belum jadi,” imbuh tukang parkir asal Banjar Pande, Desa Blahbatuh itu.

 

Seperti diketahui, musibah kebakaran pasar Blahbatuh berlangsung Selasa, 15 Juni lalu. Sebanyak 499 pedagang dengan 563 lapak terdampak. Mereka terdiri dari pedagang kios, los maupun toko.

 

Usai kebakaran, pemerintah Gianyar sempat menjanjikan bantuan stimulus sebesar Rp 875.500.000.

 

Bantuan akan diberikan kepada masing-masing pedagang sesuai lapak yang ditempati. Akan tetapi, bantuan masih proses di Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Gianyar.

- Advertisement -

- Advertisement -

GIANYAR– Pascamusibah kebakaran, banyak pedagang Pasar Blahbatuh, terkatung-katung. Mereka tidak memperoleh tempat jualan. Meski direlokasi ke Pasar Yadnya, namun banyak pedagang tidak memperoleh tempat jualan.

 

Akibatnya, ada pedagang yang jualan di Timur pasar, di trotoar.


 

Seperti yang diakui salah satu pedagang pakaian dalam, Jumat (6/8) kemarin. “Sementara saja jualan di sini. Tempat saya di dalam habis (terbakar, red),” akunya,

 

Dulu, saat musibah terjadi, dia mengalami kerugian mencapai belasan juta rupiah.

 

“Yang habis itu, pakaian dalam dan pakaian,”imbuhnya.

 

Kini lantaran tak mendapat lapak di dalam pasar, dirinya bersama sejumlah pedagang lain tidak punya pilihan selain jualan di trotoar.

 

“Di relokasi saya kehabisan tempat. Kalau sewa kios, mahal, sementara di sini dulu,” ungkapnya.

Baca Juga:  Optimistis, Ida Dewa Agung Jambe Raih Gelar Pahlawan Nasional

 

Menurutnya, hampir separo pedagang Pasar Blahbatuh banyak yang pindah ke Pasar Yadnya yang letaknya tak jauh dari lokasi pasar umum. Pasar Yadnya itu milik desa adat Blahbatuh.

 

Sedangkan Tukang parkir pasar Yadnya, Setia Ningrat, mengakui banyak pedagang pasar Blahbatuh tidak kebagian tempat jualan di pasar Yadnya.

 

“Setelah kebakaran, banyak pedagang tidak dapat tempat,” kata Setia.

 

Menurutnya, di pasar Yadnya yang dijadikan relokasi, tidak sepenuhnya bisa menampung pedagang Blahbatuh.

 

“Karena di sini pasar pagi. Di sini ramai juga. Cuma karena ada pedagang Blahbatuh, buka disini lebih siang,” ujarnya yang memungut parkir bersama istrinya, Wayan Sariani.

Di bagian lain, lahan relokasi yang disiapkan oleh pemerintah Gianyar dekat jembatan Wihara Blahbatuh belum rampung.

Baca Juga:  Pemkab Gianyar Buru 171 Usaha Bodong

 

“Di sana menambah lahan baru lagi. Tapi belum ada nempatin karena belum jadi,” imbuh tukang parkir asal Banjar Pande, Desa Blahbatuh itu.

 

Seperti diketahui, musibah kebakaran pasar Blahbatuh berlangsung Selasa, 15 Juni lalu. Sebanyak 499 pedagang dengan 563 lapak terdampak. Mereka terdiri dari pedagang kios, los maupun toko.

 

Usai kebakaran, pemerintah Gianyar sempat menjanjikan bantuan stimulus sebesar Rp 875.500.000.

 

Bantuan akan diberikan kepada masing-masing pedagang sesuai lapak yang ditempati. Akan tetapi, bantuan masih proses di Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Gianyar.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/