alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Penyu Lekang Banyak Ditemukan Mati di Jembrana, Diduga..

NEGARA – Kematian penyu lekang (Lepidochelys olivacea) di Pantai Eulayah Jembrana terus terjadi.

Terbaru, sepasang penyu lekang kembali ditemukan dalam kondisi mati dan terdampar.

 

Dua ekor penyu lekang dewasa ditemukan terdampar di pantai Perancak oleh warga

Rabu (5/9).

 

Bangkai sepasang penyu yang sudah membusuk itu ditemukan oleh warga satu ekor di depan villa 83 dan satu ekor lagi di villa 130.

 

Terdamparnya bangkai penyu yang dilindungi itu kemudian disampaikan ke Kelompok Pelestari Penyu (KPP) Kurma Asih.

 

Setelah diperiksa bangkai penyu lekang itu kemudian dikubur.

 

“Bangkai penyu lekang itu ditemukan sekitar satukilometer dari lokasi penangkaran penyu kami,” ujar Koordinator Kelompok Pelestari Penyu (KPP) Kurma Asih Perancak, I Wayan Anom Astika Jaya, Kamis (6/9).

Baca Juga:  Bupati: Koperasi Harus Siap Bersaing

 

Menurut Anom, dari pengecekan fisik, tidak ada luka ditemukan di tubuh penyu itu. Namun tidak diketahui penyebab matinya penyu dengan panjang Kerapas penyu itu 54 dan 65 sentimeter itu.

 

“Jenis kelamin penyu itu satu jantan dan satu betina dan ditemukan terdampar hampir bersamaan. Apa penyebab kematianya kita belum tahu,” ungkapnya.

 

Terdamparnya bangkai penyu di pesisir Jembrana yang merupakan tempat bertelur penyu-penyu itu memang sudah sering terjadi. Banyak faktor yang menyebabkan penyu-penyu dewasa itu mati.

 

 “Bisa karena factor kesengajaan oleh manusia atau memang karena kondisi perairan yang tercemar,” ungkapnya.

 

Anom sangat menyayangkan banyaknya penyu-penyu yang mati dan bangkainya terdampar itu.

Baca Juga:  Sampah Plastik Kotori Pantai Banyubiru

 

Padahal kelompoknya sudah lebih dari 20 tahun berusaha melakukan konservasi penyu dengan menetaskan telur di penagkaran.

 

“Sudah sangat banyak sekali tukik yang kami lepaskan untuk kelestarianya.

 

Namun banyak juga penyu dewasa yang mati dan terdampar,” ujarnya.



NEGARA – Kematian penyu lekang (Lepidochelys olivacea) di Pantai Eulayah Jembrana terus terjadi.

Terbaru, sepasang penyu lekang kembali ditemukan dalam kondisi mati dan terdampar.

 

Dua ekor penyu lekang dewasa ditemukan terdampar di pantai Perancak oleh warga

Rabu (5/9).

 

Bangkai sepasang penyu yang sudah membusuk itu ditemukan oleh warga satu ekor di depan villa 83 dan satu ekor lagi di villa 130.

 

Terdamparnya bangkai penyu yang dilindungi itu kemudian disampaikan ke Kelompok Pelestari Penyu (KPP) Kurma Asih.

 

Setelah diperiksa bangkai penyu lekang itu kemudian dikubur.

 

“Bangkai penyu lekang itu ditemukan sekitar satukilometer dari lokasi penangkaran penyu kami,” ujar Koordinator Kelompok Pelestari Penyu (KPP) Kurma Asih Perancak, I Wayan Anom Astika Jaya, Kamis (6/9).

Baca Juga:  Tiga Tradisi asal Buleleng Diusulkan Jadi Warisan Budaya

 

Menurut Anom, dari pengecekan fisik, tidak ada luka ditemukan di tubuh penyu itu. Namun tidak diketahui penyebab matinya penyu dengan panjang Kerapas penyu itu 54 dan 65 sentimeter itu.

 

“Jenis kelamin penyu itu satu jantan dan satu betina dan ditemukan terdampar hampir bersamaan. Apa penyebab kematianya kita belum tahu,” ungkapnya.

 

Terdamparnya bangkai penyu di pesisir Jembrana yang merupakan tempat bertelur penyu-penyu itu memang sudah sering terjadi. Banyak faktor yang menyebabkan penyu-penyu dewasa itu mati.

 

 “Bisa karena factor kesengajaan oleh manusia atau memang karena kondisi perairan yang tercemar,” ungkapnya.

 

Anom sangat menyayangkan banyaknya penyu-penyu yang mati dan bangkainya terdampar itu.

Baca Juga:  Kaget Kambing Bantuan Banyak Mati, Kadistan Menduga Ini Penyebabnya..

 

Padahal kelompoknya sudah lebih dari 20 tahun berusaha melakukan konservasi penyu dengan menetaskan telur di penagkaran.

 

“Sudah sangat banyak sekali tukik yang kami lepaskan untuk kelestarianya.

 

Namun banyak juga penyu dewasa yang mati dan terdampar,” ujarnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/