alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Sudirta Minta Pemda Canangkan Program Konkrit Bagi Disabilitas di Bali

SEMARAPURA-Anggota Komisi III Fraksi PDI Perjuangan DPR RI I Wayan Sudirta SH mendorong dan berharap agar Pemda (Pemerintah Daerah) segera mencanangkan program konkrit bagi penyandang disabilitas di Bali.

Tujuannya, dengan adanya program konkrit bagi difabel, krama atau masyarakat penyandang cacat (cacat bawaan, cacat permanen, maupun cacat akibat kecelakaan) di Bali bisa lebih mendapatkan penanganan dan perhatian serius dari pemerintah.

Dikatakan Sudirta, melalui program bantuan sosial mikro yang lebih konkrit bagi penyandang disabilitas di Bali, maka ia optimistis jika kelangsungan hidup para penyandang cacat di Bali akan lebih baik.

“Artinya dengan program konkrit, penyandang disabilitas bisa terbantu, termasuk anggota keluarga yang selama ini merawat anggota keluarganya yang cacat bisa kembali focus mencari nafkah,”tegasnya di sela-sela melakukan kunjungan khusus menemui warga penyandang disabilitas di Desa Gunaksa, Kabupaten Klungkung, dan sejumlah desa di Kecamatan Abang dan Bebandem, Kabupaten, Karangasem.

Sementara itu, saat melakukan kunjungan khusus pada tanggal 4-6 September 2020, Sudirta juga memberikan tali kasih bagi keluarga penyandang disabilitas di dua kabupaten di wilayah timur Bali itu.

‘’Bantuan kami tentu tidak seberapa, karena harus memperhatikan seluruh Bali, kemampuan juga terbatas. Tapi, melihat kondisi mereka yang memprihatinkan, dengan keluarga yang juga banyak keterbatasan, niscaya Pemerintah Daerah diharapkan serius membantu mereka,’’ kata Sudirta.

Baca Juga:  Disdik Tabanan Siapkan Skenario Pembelajaran Tatap Muka di saat Covid

Lebih lanjut, Sudirta juga menyakini, jumlah warga disabilitas di Bali masih cukup banyak dan benar-benar membutuhkan perhatian.

Terlebih di kantong-kantong daerah yang angka warga miskinnya masih tinggi, karena mereka tidak mampu mencari nafkah. Mereka akan semakin berat kehidupannya kalau keluarga yang berbaik hati merawatnya, juga dalam kondisi perekonomian yang serba pas-pasan.

‘’Kami berharap, mereka mendapat prioritas untuk dibantu dengan program pemerintah daerah,’’ lanjut Sudirta.

Saat kunjungan yang dilakukan secara ‘’door to door’’ itu, sebagian diwakili oleh relawan, diantaranya Putu Wirata Dwikora, Made Suka Artha, dan Nyoman Artana, dan jajaran Pengurus Ranting PDIP Bebandem Wayan Tusta dkk.

Pertama yang ia kunjungi, yakni keluarga Nyoman Nesa di Desa Buanagiri, Kecamatan Bebandem.

Nesa merupakan korban kecelakaan kerja. Ia terjatuh 9 tahun lalu dari pohon kelapa, Pinggangnya patah dan harus diisi pen sampai sekarang. 

‘’Sudah sempat dirawat beberapa ahli tulang, tapi kondisi saya seperti ini,’’ kata Komang Rastika, memperlihatkan kedua betisnya yang mengecil.

Sejak musibah jatuh dari pohon, Nesa mengaku sudah 9 tahun terbaring di kamar, ditemani sebuah televisi kecil di depannya, untuk hiburan. Istrinya, menemani dengan setia, sambil membuat tenunan di kamarnya.

Baca Juga:  Pimpinan Unit Lembaga & Bisnis STIKOM Bali Group Dapat Pencerahan

Selanjutnya, Sudirta melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi penyandang disabilitas Luh Wenten Arni, 9.

Gadis malang ini mengalami kelumpuhan total dan cacat permanen dan hanya bergantung hidup dari ibunya yang hanya pekerja serabutan untuk menghidupi ketiga anaknya. 

 ‘’Suami saya terjatuh dari pohon kelapa dan meninggal 4 tahun lalu,’’ kata ibu Luh Wenten, sambil memangku anaknya yang terlihat seperti bayi 5 tahun.

Terakhir, dalam kunjungan tanggal 4 sampai 6 September 2020, Sudirta tidak hanya menemui warga desa yang cacat seperti di Kecamatan Bebandem, Karangasem.

Melainkan, Sudirta juga sempat menemui komunitas di wilayah Kota Denpasar di lapangan Renon.

Sejumlah komunitas itu diantaranya, Komunitas COBRA, pentolan KORdEM Kota Denpasar, dan beberapa tokoh organisasi lainnya yang konsen terhadap masalah pariwisata dan kesehatan, khususnya di masa pandemi Covid-19 yang dampaknya sangat besar terhadap ekonomi masyarakat Bali.

Saat diskusi dengan Sudirta, banyak komunitas menyampaikan aspirasi khususnya yang dialami warga Kota Denpasar. 

Diantaranya tentang harapan pulihnya kembali Pariwisata Bali dalam ‘’tatanan normal baru’’ atau New Normal, dan kembalinya geliat perekonomian masyarakat.



SEMARAPURA-Anggota Komisi III Fraksi PDI Perjuangan DPR RI I Wayan Sudirta SH mendorong dan berharap agar Pemda (Pemerintah Daerah) segera mencanangkan program konkrit bagi penyandang disabilitas di Bali.

Tujuannya, dengan adanya program konkrit bagi difabel, krama atau masyarakat penyandang cacat (cacat bawaan, cacat permanen, maupun cacat akibat kecelakaan) di Bali bisa lebih mendapatkan penanganan dan perhatian serius dari pemerintah.

Dikatakan Sudirta, melalui program bantuan sosial mikro yang lebih konkrit bagi penyandang disabilitas di Bali, maka ia optimistis jika kelangsungan hidup para penyandang cacat di Bali akan lebih baik.

“Artinya dengan program konkrit, penyandang disabilitas bisa terbantu, termasuk anggota keluarga yang selama ini merawat anggota keluarganya yang cacat bisa kembali focus mencari nafkah,”tegasnya di sela-sela melakukan kunjungan khusus menemui warga penyandang disabilitas di Desa Gunaksa, Kabupaten Klungkung, dan sejumlah desa di Kecamatan Abang dan Bebandem, Kabupaten, Karangasem.

Sementara itu, saat melakukan kunjungan khusus pada tanggal 4-6 September 2020, Sudirta juga memberikan tali kasih bagi keluarga penyandang disabilitas di dua kabupaten di wilayah timur Bali itu.

‘’Bantuan kami tentu tidak seberapa, karena harus memperhatikan seluruh Bali, kemampuan juga terbatas. Tapi, melihat kondisi mereka yang memprihatinkan, dengan keluarga yang juga banyak keterbatasan, niscaya Pemerintah Daerah diharapkan serius membantu mereka,’’ kata Sudirta.

Baca Juga:  Gerayangi Pelajar SD, Bebas di Polisi, Jaksa Akhirnya Tahan Guru Cabul

Lebih lanjut, Sudirta juga menyakini, jumlah warga disabilitas di Bali masih cukup banyak dan benar-benar membutuhkan perhatian.

Terlebih di kantong-kantong daerah yang angka warga miskinnya masih tinggi, karena mereka tidak mampu mencari nafkah. Mereka akan semakin berat kehidupannya kalau keluarga yang berbaik hati merawatnya, juga dalam kondisi perekonomian yang serba pas-pasan.

‘’Kami berharap, mereka mendapat prioritas untuk dibantu dengan program pemerintah daerah,’’ lanjut Sudirta.

Saat kunjungan yang dilakukan secara ‘’door to door’’ itu, sebagian diwakili oleh relawan, diantaranya Putu Wirata Dwikora, Made Suka Artha, dan Nyoman Artana, dan jajaran Pengurus Ranting PDIP Bebandem Wayan Tusta dkk.

Pertama yang ia kunjungi, yakni keluarga Nyoman Nesa di Desa Buanagiri, Kecamatan Bebandem.

Nesa merupakan korban kecelakaan kerja. Ia terjatuh 9 tahun lalu dari pohon kelapa, Pinggangnya patah dan harus diisi pen sampai sekarang. 

‘’Sudah sempat dirawat beberapa ahli tulang, tapi kondisi saya seperti ini,’’ kata Komang Rastika, memperlihatkan kedua betisnya yang mengecil.

Sejak musibah jatuh dari pohon, Nesa mengaku sudah 9 tahun terbaring di kamar, ditemani sebuah televisi kecil di depannya, untuk hiburan. Istrinya, menemani dengan setia, sambil membuat tenunan di kamarnya.

Baca Juga:  1.200 KPPS Denpasar Reaktif, Tapi Tak Perlu Tes Swab, Kok Bisa?

Selanjutnya, Sudirta melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi penyandang disabilitas Luh Wenten Arni, 9.

Gadis malang ini mengalami kelumpuhan total dan cacat permanen dan hanya bergantung hidup dari ibunya yang hanya pekerja serabutan untuk menghidupi ketiga anaknya. 

 ‘’Suami saya terjatuh dari pohon kelapa dan meninggal 4 tahun lalu,’’ kata ibu Luh Wenten, sambil memangku anaknya yang terlihat seperti bayi 5 tahun.

Terakhir, dalam kunjungan tanggal 4 sampai 6 September 2020, Sudirta tidak hanya menemui warga desa yang cacat seperti di Kecamatan Bebandem, Karangasem.

Melainkan, Sudirta juga sempat menemui komunitas di wilayah Kota Denpasar di lapangan Renon.

Sejumlah komunitas itu diantaranya, Komunitas COBRA, pentolan KORdEM Kota Denpasar, dan beberapa tokoh organisasi lainnya yang konsen terhadap masalah pariwisata dan kesehatan, khususnya di masa pandemi Covid-19 yang dampaknya sangat besar terhadap ekonomi masyarakat Bali.

Saat diskusi dengan Sudirta, banyak komunitas menyampaikan aspirasi khususnya yang dialami warga Kota Denpasar. 

Diantaranya tentang harapan pulihnya kembali Pariwisata Bali dalam ‘’tatanan normal baru’’ atau New Normal, dan kembalinya geliat perekonomian masyarakat.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/