alexametrics
30.4 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

Astungkara, 41 Desa di Badung Masuk Zona Hijau, Tersisa 21 Desa Lagi

MANGUPURA– Tren kasus Covid-19 di Kabupaten Badung terus mengalami penurunan. Bahkan dari total 62 Desa/ Kelurahan yang ada di Badung sudah 41 masuk zona hijau.

Seperti diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Badung, dr. I Ketut Gunarta, Senin (6/9) kemarin.

Di Kecamatan Petang 6 desa masuk zona hijau dan 1 Desa masih zona kuning karena terdapat 1 kasus dalam perawatan di Desa Petang.

Kemudian di Kecamatan Abiansemal  terdapat 15 desa masuk zona hijau dan dua desa masuk zona kuning di Desa Abiansemal dan Dauh Yeh Cani karena ada satu kasus dalam perawatan.

Selain itu, di Desa Angantaka masuk zona orange karena ada dua kasus covid-19 dalam perawatan.  Di Kecamatan Mengwi sudah 15 masuk zona hijau, 2 desa masuk zona kuning dan  3 desa masuk zona kuning.

Di Kecamatan Kuta 1 desa zona hijau di Desa Kedonganan, 1 Desa zona kuning di Tuban, 3 desa masuk zona orange di Kuta, Seminyak dan Legian. Di Kecamatan Kuta Selatan  3 desa zona hijau, 2 desa zona orange dan 1 desa zona kuning. Kemudian di Kecamatan Kuta Utara  1 desa zona hijau, 4 desa zona kuning dan 1 desa zona orang.

Baca Juga:  Badung Bangun Jaringan Utilitas Terpanjang, Dianggarkan Rp 1,055 T

“Kalau per desa sangat  itu kasusnya sangat dinamis. Paling dominan hijau di Petang dan Abiansemal, ” jelas Gunarta.

- Advertisement -

Lebih lanjut, untuk menentukan zona tersebut, kata dia, kalau zona hijau ini tidak ada kasus positif/ terkonfirmasi aktif.  Zona kuning terdapat 1-2 kasus positif, zona orange terdapat 3-5 kasus positif.

Kalau zona merah itu terdapat  di atas 5 kasus positif. “Namun dari tren kasus  mulai dari 19 Agustus terjadi penurunan kasus yang signifikan dari jumlah kumulatif harian, ” jelasnya.

Sementara untuk membuka pembelajaran tatap muka, kadiskes menyatakan perlu upaya dari  hulu ke hilir.

“Harus ada mitigasi. Seperti  satu jam sebelum belajar ruangan harus di sterilisasi dengan disinfektan, mempersiapkan masker cadangan, anak-anak  selama belajar tanpa melepas masker. Tempat cuci tangan ada, hand zeniter, cek suhu, kalau ada siswa maupun tenaga pendidikan yang  panas, batuk pilek harus pulang, ventilasi alami dengan membuka jendela,”tambahnya.

Baca Juga:  Hari Ini Deadline Terakhir, Badung Anggarkan THR ASN Rp 34 Miliar

Selain itu sekolah harus menempatkan satu guru atau petugas untuk mengecek suhu tubuh siswa dan juga para guru. 

Terakhir meski secara umum tren kasus Covid-19 mengalami penurunan, namun kadiskes juga tetap mengimbau masyarakat waspada dan selalu disiplin menerapkan prokes. “Jangan lengah dengan penurunan kasus. Selalu disiplin prokes dengan mengenakan masker secara benar, cuci tangan dengan sabun, menjaga jarak untuk melindungi diri, keluarga dan lingkungan,”tukasnya. 

- Advertisement -

MANGUPURA– Tren kasus Covid-19 di Kabupaten Badung terus mengalami penurunan. Bahkan dari total 62 Desa/ Kelurahan yang ada di Badung sudah 41 masuk zona hijau.

Seperti diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Badung, dr. I Ketut Gunarta, Senin (6/9) kemarin.

Di Kecamatan Petang 6 desa masuk zona hijau dan 1 Desa masih zona kuning karena terdapat 1 kasus dalam perawatan di Desa Petang.

Kemudian di Kecamatan Abiansemal  terdapat 15 desa masuk zona hijau dan dua desa masuk zona kuning di Desa Abiansemal dan Dauh Yeh Cani karena ada satu kasus dalam perawatan.

Selain itu, di Desa Angantaka masuk zona orange karena ada dua kasus covid-19 dalam perawatan.  Di Kecamatan Mengwi sudah 15 masuk zona hijau, 2 desa masuk zona kuning dan  3 desa masuk zona kuning.

Di Kecamatan Kuta 1 desa zona hijau di Desa Kedonganan, 1 Desa zona kuning di Tuban, 3 desa masuk zona orange di Kuta, Seminyak dan Legian. Di Kecamatan Kuta Selatan  3 desa zona hijau, 2 desa zona orange dan 1 desa zona kuning. Kemudian di Kecamatan Kuta Utara  1 desa zona hijau, 4 desa zona kuning dan 1 desa zona orang.

Baca Juga:  Jembrana Target Suntik Vaksin Covid-19 Tahap Pertama Selesai Besok

“Kalau per desa sangat  itu kasusnya sangat dinamis. Paling dominan hijau di Petang dan Abiansemal, ” jelas Gunarta.

Lebih lanjut, untuk menentukan zona tersebut, kata dia, kalau zona hijau ini tidak ada kasus positif/ terkonfirmasi aktif.  Zona kuning terdapat 1-2 kasus positif, zona orange terdapat 3-5 kasus positif.

Kalau zona merah itu terdapat  di atas 5 kasus positif. “Namun dari tren kasus  mulai dari 19 Agustus terjadi penurunan kasus yang signifikan dari jumlah kumulatif harian, ” jelasnya.

Sementara untuk membuka pembelajaran tatap muka, kadiskes menyatakan perlu upaya dari  hulu ke hilir.

“Harus ada mitigasi. Seperti  satu jam sebelum belajar ruangan harus di sterilisasi dengan disinfektan, mempersiapkan masker cadangan, anak-anak  selama belajar tanpa melepas masker. Tempat cuci tangan ada, hand zeniter, cek suhu, kalau ada siswa maupun tenaga pendidikan yang  panas, batuk pilek harus pulang, ventilasi alami dengan membuka jendela,”tambahnya.

Baca Juga:  BPBD Siaga Logistik, Siapkan Lapangan Puputan Jadi Area Mengungsi

Selain itu sekolah harus menempatkan satu guru atau petugas untuk mengecek suhu tubuh siswa dan juga para guru. 

Terakhir meski secara umum tren kasus Covid-19 mengalami penurunan, namun kadiskes juga tetap mengimbau masyarakat waspada dan selalu disiplin menerapkan prokes. “Jangan lengah dengan penurunan kasus. Selalu disiplin prokes dengan mengenakan masker secara benar, cuci tangan dengan sabun, menjaga jarak untuk melindungi diri, keluarga dan lingkungan,”tukasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/