alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Masuk Pancaroba, BPBD Buleleng Ingatkan Warga Waspadai Angin Kencang

SINGARAJA – Peralihan musim kemarau ke hujan mulai mendatangkan masalah di sejumlah wilayah di Bali.

Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng mengingatkan agar masyarakat tetap waspada dan berhati-hati mengantisipasi potensi terjadinya bencana alam.

 Bencana alam bisa terjadi setiap saat. Seperti pohon tumbang dan gelombang besar di perairan laut utara Bali yang disebabkan oleh faktor angin kencang.

“Mulai dari bulan Oktober ini BPBD Buleleng mencatat lebih dari 3 pohon tumbang yang terjadi. Dan saat ini (Selasa, red),

sudah kami terima pohon perindang yang tumbang di Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk tepatnya di Balai Perikanan Gondol, Banjar Dinas Gondol, Desa Penyabangan, Gerokgak.

Beruntung masyarakat atau pengguna jalan tidak ada yang tertimpa,” ungkap Kepala BPBD Buleleng Ida Bagus Suadnyana.

Dia menyebut pohon perindang yang tumbang berupa pohon asem terjadi sekitar pukul 12.30. Dengan diameter dan tinggi pohon lumayan besar.

Baca Juga:  Lagi Asyik Potong Rambut, Mobil Rush Mantan Ketua KPU Diseruduk Pikap

Pohon tersebut tumbang karena angin kencang yang kini mulai terjadi di wilayah Buleleng akibat dari peralihan musim kemarau ke hujan.

“Kendati tidak ada korban, namun kami meminta warga tetap waspada dan berhati. Khusus pengguna kendaraan yang melintas di jalur Singaraja-Gilimanuk. Karena kerap kali terjadi pohon tumbang,” ujarnya.  

Dijelaskan Ida Bagus Suadnyana, wilayah Buleleng saat ini belum memasuki musim dengan curah hujan cukup tinggi. Musim penghujan akan mulai terjadi pada bulan Desember mendatang.

Namun, patut menjadi kewaspadaan dari masyarakat, karena angin kencang akibat anomali perubahan musim sudah terjadi.

“Informasi yang kami dapat dari Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika daerah hasil meeting zoom.

Buleleng sejak pertengahan September lalu sudah mulai terjadi angin kencang diikuti dengan hujan intensitas ringan (gerimis),” ucapnya.

Oktober sampai dengan November intensitas hujan dibawah garis rata-rata cukup ringan, tetapi disertai angin kencang.

Baca Juga:  Jelang Galungan, Harga Daging Babi dan Sarana Upakara Mulai Melonjak

Sedangkan untuk tinggi gelombang air laut 0,5-2 meter perairan Bali utara. Dan ini juga menjadi perhatian para nelayan pesisir Buleleng, karena ombak laut mencapai 2 meter bisa setiap saat akan terjadi terjadi.

“Jadi kami imbau bukan hanya masyarakat tetapi nelayan untuk tetap berhati-hati terhadap perubahan musim ini. karena angin kencang dan ombak dilaut tidak bisa kami diprediksi,” pungkasnya.  

Disisi lain pohon tumbang juga terjadi yang menimpa bagian atap rumah Gede Natra warga di Banjar Dinas Yeh Biu, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, kemarin (6/10) sekitar pukul 13.00.

Pohon mangga yang tumbang dikarenakan faktor cuaca dengan angin kencang menimpa daerah tersebut.

Kendati tidak ada korban jiwa akibat pohon tumbang tumbang tersebut. Namun menimpa pagar rumah, atap rumah, kabel listrik menuju rumah putus. Kemudian kini masih dilakukan pembersihan oleh pihak pemilik rumah dan warga sekitar. 



SINGARAJA – Peralihan musim kemarau ke hujan mulai mendatangkan masalah di sejumlah wilayah di Bali.

Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng mengingatkan agar masyarakat tetap waspada dan berhati-hati mengantisipasi potensi terjadinya bencana alam.

 Bencana alam bisa terjadi setiap saat. Seperti pohon tumbang dan gelombang besar di perairan laut utara Bali yang disebabkan oleh faktor angin kencang.

“Mulai dari bulan Oktober ini BPBD Buleleng mencatat lebih dari 3 pohon tumbang yang terjadi. Dan saat ini (Selasa, red),

sudah kami terima pohon perindang yang tumbang di Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk tepatnya di Balai Perikanan Gondol, Banjar Dinas Gondol, Desa Penyabangan, Gerokgak.

Beruntung masyarakat atau pengguna jalan tidak ada yang tertimpa,” ungkap Kepala BPBD Buleleng Ida Bagus Suadnyana.

Dia menyebut pohon perindang yang tumbang berupa pohon asem terjadi sekitar pukul 12.30. Dengan diameter dan tinggi pohon lumayan besar.

Baca Juga:  Diterjang Puting Beliung, Atap 7 Rumah di Menyali Rusak Dibawa Terbang

Pohon tersebut tumbang karena angin kencang yang kini mulai terjadi di wilayah Buleleng akibat dari peralihan musim kemarau ke hujan.

“Kendati tidak ada korban, namun kami meminta warga tetap waspada dan berhati. Khusus pengguna kendaraan yang melintas di jalur Singaraja-Gilimanuk. Karena kerap kali terjadi pohon tumbang,” ujarnya.  

Dijelaskan Ida Bagus Suadnyana, wilayah Buleleng saat ini belum memasuki musim dengan curah hujan cukup tinggi. Musim penghujan akan mulai terjadi pada bulan Desember mendatang.

Namun, patut menjadi kewaspadaan dari masyarakat, karena angin kencang akibat anomali perubahan musim sudah terjadi.

“Informasi yang kami dapat dari Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika daerah hasil meeting zoom.

Buleleng sejak pertengahan September lalu sudah mulai terjadi angin kencang diikuti dengan hujan intensitas ringan (gerimis),” ucapnya.

Oktober sampai dengan November intensitas hujan dibawah garis rata-rata cukup ringan, tetapi disertai angin kencang.

Baca Juga:  Angin Kencang Terjang Selat Bali, Truk Logistik Dalam Kapal Terguling

Sedangkan untuk tinggi gelombang air laut 0,5-2 meter perairan Bali utara. Dan ini juga menjadi perhatian para nelayan pesisir Buleleng, karena ombak laut mencapai 2 meter bisa setiap saat akan terjadi terjadi.

“Jadi kami imbau bukan hanya masyarakat tetapi nelayan untuk tetap berhati-hati terhadap perubahan musim ini. karena angin kencang dan ombak dilaut tidak bisa kami diprediksi,” pungkasnya.  

Disisi lain pohon tumbang juga terjadi yang menimpa bagian atap rumah Gede Natra warga di Banjar Dinas Yeh Biu, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, kemarin (6/10) sekitar pukul 13.00.

Pohon mangga yang tumbang dikarenakan faktor cuaca dengan angin kencang menimpa daerah tersebut.

Kendati tidak ada korban jiwa akibat pohon tumbang tumbang tersebut. Namun menimpa pagar rumah, atap rumah, kabel listrik menuju rumah putus. Kemudian kini masih dilakukan pembersihan oleh pihak pemilik rumah dan warga sekitar. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/