alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Tak Ikut-ikutan Beli Mobil Operasional Kades, Desa Pejeng Punya TPS-3R

TPS3R di Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring yang dibangun melalui dana desa Pejeng akhirnya diresmikan)

GIANYAR — Masih ingat polemik pembelian mobil operasional kepala desa berupa Xpander yang dilakukan hampir seluruh desa di Kabupaten Gianyar tahun 2019 lalu? Dari 64 desa di Gianyar, hanya 1 desa yang tidak mau ikut-ikutan. Desa itu adalah Pejeng, Kecamatan Tampaksiring.

Namun, hikmah dari tidak mau mengikuti kemauan Bupati Gianyar yakni membeli mobil seharga sekitar Rp240-an juta per unitnya, itu Desa Pejeng kini memiliki Tempat Pengelolaan Sampah berbasis Reuse, Reduce, Recycle (TPS-3R).

TPS-3R itu pembangunan telah rampung. Bahkan telah meresmikan TPS-3R pada Rabu (6/10). Peresmian dilakukan oleh Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun didampingi Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Wayan Kujus Pawitra.

Menurut Perbekel Desa Pejeng, Tjokorda Agung Kusuma Yuda, pembangunan TPS tersebut dilakukan bertahap melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Pejeng.
Pertama, dana desa Tahun 2019 dengan jumlah Rp 317.204.000.

Kemudian dilanjutkan pada tahun 2020 dengan sejumlah pos. Yakni pembangunan fisik sebesar Rp 94.970.000. Kemudian belanja mesin sebesar Rp 123.000.000 dan biaya operasional penanganan sampah sebesar Rp 279.000.000.

“Biaya memang cukup besar. Tetapi kami optimistis pembangunan nonfisik memberikan dampak positif jangka panjang,” ujarnya, kemarin.

Pihaknya yakin, pembangunan TPS-3R ini bisa menjadikan lingkungan Desa Pejeng sehat. “Kami yakin Desa Pejeng bebas dari penyakit karena dampak lingkungan yang tidak sehat,” tegasnya.

Kata dia, dengan adanya TPS3R ini, Desa Pejeng bisa mengelola sampah sendiri. Bahkan tidak sampai mengirim sampah ke tempat pembuangan sampah di wilayah lain.

Kemudian, untuk mendukung program TPS-3R  ini, pihak desa membentuk kader kebersihan yang bertugas memberi pemahaman. Yakni memilah sampah organik dan nonorganik.

Pembangunan TPS-3R ini diutamakan oleh perbekel. Lantaran persoalan sampah di Desa Pejeng sangat memprihatinkan. Berdasarkan data, produksi sampah di Pejeng setiap hari mencapai 600-700 kilogram. Sampah tersebut berasal dari rumah tangga, pasar dan sisa upacara agama.

“Sampah pasar yang paling sulit ditangani, sementara untuk sampah rumah tangga sebagian ada dibuang di halaman belakang rumah,” jelasnya.

Berkaca dari permasalahan itu, pihaknya memutuskan membangunan TPS-3R.



TPS3R di Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring yang dibangun melalui dana desa Pejeng akhirnya diresmikan)

GIANYAR — Masih ingat polemik pembelian mobil operasional kepala desa berupa Xpander yang dilakukan hampir seluruh desa di Kabupaten Gianyar tahun 2019 lalu? Dari 64 desa di Gianyar, hanya 1 desa yang tidak mau ikut-ikutan. Desa itu adalah Pejeng, Kecamatan Tampaksiring.

Namun, hikmah dari tidak mau mengikuti kemauan Bupati Gianyar yakni membeli mobil seharga sekitar Rp240-an juta per unitnya, itu Desa Pejeng kini memiliki Tempat Pengelolaan Sampah berbasis Reuse, Reduce, Recycle (TPS-3R).

TPS-3R itu pembangunan telah rampung. Bahkan telah meresmikan TPS-3R pada Rabu (6/10). Peresmian dilakukan oleh Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun didampingi Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Wayan Kujus Pawitra.

Menurut Perbekel Desa Pejeng, Tjokorda Agung Kusuma Yuda, pembangunan TPS tersebut dilakukan bertahap melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Pejeng.
Pertama, dana desa Tahun 2019 dengan jumlah Rp 317.204.000.

Kemudian dilanjutkan pada tahun 2020 dengan sejumlah pos. Yakni pembangunan fisik sebesar Rp 94.970.000. Kemudian belanja mesin sebesar Rp 123.000.000 dan biaya operasional penanganan sampah sebesar Rp 279.000.000.

“Biaya memang cukup besar. Tetapi kami optimistis pembangunan nonfisik memberikan dampak positif jangka panjang,” ujarnya, kemarin.

Pihaknya yakin, pembangunan TPS-3R ini bisa menjadikan lingkungan Desa Pejeng sehat. “Kami yakin Desa Pejeng bebas dari penyakit karena dampak lingkungan yang tidak sehat,” tegasnya.

Kata dia, dengan adanya TPS3R ini, Desa Pejeng bisa mengelola sampah sendiri. Bahkan tidak sampai mengirim sampah ke tempat pembuangan sampah di wilayah lain.

Kemudian, untuk mendukung program TPS-3R  ini, pihak desa membentuk kader kebersihan yang bertugas memberi pemahaman. Yakni memilah sampah organik dan nonorganik.

Pembangunan TPS-3R ini diutamakan oleh perbekel. Lantaran persoalan sampah di Desa Pejeng sangat memprihatinkan. Berdasarkan data, produksi sampah di Pejeng setiap hari mencapai 600-700 kilogram. Sampah tersebut berasal dari rumah tangga, pasar dan sisa upacara agama.

“Sampah pasar yang paling sulit ditangani, sementara untuk sampah rumah tangga sebagian ada dibuang di halaman belakang rumah,” jelasnya.

Berkaca dari permasalahan itu, pihaknya memutuskan membangunan TPS-3R.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/