alexametrics
25.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

P2TP2A Segera Beri Pendampingan

SINGARAJA- Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan  Anak (P2TP2A) Buleleng segera memberikan pendampingan psikis pada remaja perempuan berusia 16 tahun, yang jadi korban pelecehan seksual.

 

Ketua P2TP2A Buleleng Made Wibawa saat dihubungi Rabu (6/10) kemarin, mengaku belum mengetahui secara detil peristiwa pelecehan seksual tersebut. Namun, pihaknya akan segera mendatangi keluarga korban guna memberikan pendampingan psikis.

 

“Korban pelecehan seksual itu pasti mengalami trauma. Kami akan berikan pendampingan untuk pemulihan psikisnya,” kata Wibawa.

 

Sementara itu, Kasi Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Penyidik telah mengajukan permintaan visum pada tim medis di RSUD Buleleng.

Baca Juga:  Duh, Pantai Berawa Dikepung Sampah 400 Ton

 

“Kemarin sudah diajukan permintaan visum. Hari ini sudah diambil visum. Tadi juga saksi korban dengan didampingi orangtuanya sudah memberikan keterangan pada penyidik,” ujar Sumarjaya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pria paro baya berinisial Ketut W diduga melakukan aksi pelecehan seksual terhadap seorang remaja putri berusia 16 tahun. Remaja itu digerayangi oleh Ketut W di sebuah kebun durian. Ketut W berdalih hendak memijat remaja tersebut, karena remaja itu mengalami paru-paru basah. Alih-alih memijat, Ketut W justru menggerayangi bagian sensitif korban.


SINGARAJA- Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan  Anak (P2TP2A) Buleleng segera memberikan pendampingan psikis pada remaja perempuan berusia 16 tahun, yang jadi korban pelecehan seksual.

 

Ketua P2TP2A Buleleng Made Wibawa saat dihubungi Rabu (6/10) kemarin, mengaku belum mengetahui secara detil peristiwa pelecehan seksual tersebut. Namun, pihaknya akan segera mendatangi keluarga korban guna memberikan pendampingan psikis.

 

“Korban pelecehan seksual itu pasti mengalami trauma. Kami akan berikan pendampingan untuk pemulihan psikisnya,” kata Wibawa.

 

Sementara itu, Kasi Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Penyidik telah mengajukan permintaan visum pada tim medis di RSUD Buleleng.

Baca Juga:  TERUNGKAP! Usai Tusuk Mahayoni Hingga Tewas, Sumerta Lap Ceceran Darah

 

“Kemarin sudah diajukan permintaan visum. Hari ini sudah diambil visum. Tadi juga saksi korban dengan didampingi orangtuanya sudah memberikan keterangan pada penyidik,” ujar Sumarjaya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pria paro baya berinisial Ketut W diduga melakukan aksi pelecehan seksual terhadap seorang remaja putri berusia 16 tahun. Remaja itu digerayangi oleh Ketut W di sebuah kebun durian. Ketut W berdalih hendak memijat remaja tersebut, karena remaja itu mengalami paru-paru basah. Alih-alih memijat, Ketut W justru menggerayangi bagian sensitif korban.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/