alexametrics
25.4 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Bangga! Cabe Bontok Diusulkan Jadi Tanaman Buah Khas Asli Klungkung

SEMARAPURA-Setelah sukses mendaftarkan Sawo Dawan atau Saba Dawan sebagai tanaman buah varietas local di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian, Kementrian Pertanian RI.

Kini, giliran cabai bontok yang dikembangkan di Subak Selisihan, Desa Selisihan, Kecamatan Klungkung diusulkan ke pusat.

Seperti disampaikan Kabid Produksi Pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, Gusti Ardana. Dikonfirmasi beberapa waktu lalu, pihaknya mengatakan,jika cabai bontok merupakan tanaman asli Desa Selisihan, Kecamatan Klungkung.

Dijelaskan, benih cabai ini dibuat langsung oleh petani di Subak Selisihan.

“Sekarang banyak petani di Bali maupun luar Bali yang mengembangkan cabai bontok karena sudah banyak tersedia di pasaran,” katanya.

Menurutnya, banyak petani yang mengembangkan cabai bontok karena memiliki rasa pedas yang khas dan sesuai selera masyarakat Bali.

Baca Juga:  100 KK Kurang Mampu di Klungkung Siap Kembangkan Pertanian Hidroponik

Tidak hanya itu, hasil panennya pun lebih melimpah. Jika cabai jenis lain hanya bisa dipanen sebanyak 8-10 kali per masa tanam. Cabai bontok bisa dipanen 12 kali per masa tanamnya. Cabai bontok juga memiliki daya tahan yang lebih terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

“Cabai ini disukai konsumen. Dan setiap panen paling dicari. ,” ujarnya.

Dengan kekhasan cabai bontok, Pemkab Klungkung melalui Dinas Pertanian Klungkung akhirnya memilih tanaman ini untuk diusulkan masuk dalam daftar tanaman buah varietas lokal di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian, Kementrian Pertanian RI tahun ini.

Pengusulan itu penting untuk dilakukan lantaran dengan terdaftarnya cabai bontok sebagai tanaman buah varietas lokal maka Desa Selisihan bisa sebagai penyedia benih dan tidak bisa diakui oleh pihak lain.

Baca Juga:  Lelah Banyak Usaha Tutup, Tapi Tak Bisa Janjikan Kapan Mal Dibuka

Kemudian bisa dibudidayakan menjadi plasma nutfah dan dapat meningkatkan profit bagi petani di Desa Selisihan. Kemudian akan lebih mudah dari segi pemasaran.

“Pendaftaran secara online telah dilakukan. Dan tim juga sudah mengecek ke lapangan,” tandasnya. 



SEMARAPURA-Setelah sukses mendaftarkan Sawo Dawan atau Saba Dawan sebagai tanaman buah varietas local di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian, Kementrian Pertanian RI.

Kini, giliran cabai bontok yang dikembangkan di Subak Selisihan, Desa Selisihan, Kecamatan Klungkung diusulkan ke pusat.

Seperti disampaikan Kabid Produksi Pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, Gusti Ardana. Dikonfirmasi beberapa waktu lalu, pihaknya mengatakan,jika cabai bontok merupakan tanaman asli Desa Selisihan, Kecamatan Klungkung.

Dijelaskan, benih cabai ini dibuat langsung oleh petani di Subak Selisihan.

“Sekarang banyak petani di Bali maupun luar Bali yang mengembangkan cabai bontok karena sudah banyak tersedia di pasaran,” katanya.

Menurutnya, banyak petani yang mengembangkan cabai bontok karena memiliki rasa pedas yang khas dan sesuai selera masyarakat Bali.

Baca Juga:  Sering Tangani PMI, 130 Anggota Satpol PP Gianyar Di-Rapid Test

Tidak hanya itu, hasil panennya pun lebih melimpah. Jika cabai jenis lain hanya bisa dipanen sebanyak 8-10 kali per masa tanam. Cabai bontok bisa dipanen 12 kali per masa tanamnya. Cabai bontok juga memiliki daya tahan yang lebih terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

“Cabai ini disukai konsumen. Dan setiap panen paling dicari. ,” ujarnya.

Dengan kekhasan cabai bontok, Pemkab Klungkung melalui Dinas Pertanian Klungkung akhirnya memilih tanaman ini untuk diusulkan masuk dalam daftar tanaman buah varietas lokal di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian, Kementrian Pertanian RI tahun ini.

Pengusulan itu penting untuk dilakukan lantaran dengan terdaftarnya cabai bontok sebagai tanaman buah varietas lokal maka Desa Selisihan bisa sebagai penyedia benih dan tidak bisa diakui oleh pihak lain.

Baca Juga:  Libur Panjang, Pelabuhan Gilimanuk Diawasi Ketat

Kemudian bisa dibudidayakan menjadi plasma nutfah dan dapat meningkatkan profit bagi petani di Desa Selisihan. Kemudian akan lebih mudah dari segi pemasaran.

“Pendaftaran secara online telah dilakukan. Dan tim juga sudah mengecek ke lapangan,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/