alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Setahun, 36 Warga di Buleleng Terjaring Operasi Tangkap Tangan Sampah

SINGARAJA- Sepanjang tahun 2020, tim penegakan hukum Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng melakukan operasi tangkap tangan (OTT) sampah terhadap 36 orang warga Buleleng, yang kedapatan membuang sampah sembarang.

Data di DLH Buleleng menunjukkan, dari 36 orang yang terjaring OTT, sebanyak 34 orang diantaranya telah menjalani sidang tindak pidana ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri Singaraja.

Sedangkan 2 (dua) orang lainnya akan menjalani sidang tipiring dalam waktu dekat ini. Sebab mereka baru tertangkap tangan pada Senin (7/12) pagi.

Kepala DLH Buleleng Putu Ariadi Pribadi mengatakan, pihaknya terus berusaha melakukan perubahan perilaku pada masyarakat. Utamanya perilaku saat membuang sampah. Pemerintah terus mendorong agar desa membentuk bank-bank sampah atau unit pengelola sampah yang dikendalikan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Selain itu pemerintah juga berupaya memperbanyak jumlah bak untuk menampung sampah. Hanya saja hingga kini masih ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan. “Kami harap dengan sidang tipiring yang sudah dilakukan tempo hari, bisa memberikan efek jera bagi masyarakat,” kata Ariadi.

Lebih lanjut Ariadi mengatakan, sanksi tipiring yang dijatuhkan sangat ditentukan oleh majelis hakim.

Sesuai dengan Perda Buleleng Nomor 6 Tahun 2018, sanksi yang dapat dijatuhkan ialah denda maksimal Rp 25 juta atau hukuman penjara selama maksimal 3 bulan.

Selama setahun terakhir, hakim rata-rata menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp 200 ribu.

“Ada juga yang disanksi denda Rp 50 ribu. Saat itu pertimbangan hakim kan karena masih masa pandemi, ekonomi juga sulit. Sanksinya tergantung majelis hakim di persidangan. Kami tentu tidak bisa melakukan intervensi,” tegasnya.

Di sisi lain, tim penegakan hukum DLH Buleleng kembali melakukan OTT sampah pada Senin pagi. Tercatat ada 2 orang yang terjaring OTT sampah di kawasan Pasar Anyar Singaraja.

Mereka adalah Musriah, 56, warga Kelurahan Kampung Kajanan serta Putu Sudarta, 50, warga Desa Sari Mekar. Keduanya kedapatan membuang sampah sisa dagangan di tepi jalan raya. 



SINGARAJA- Sepanjang tahun 2020, tim penegakan hukum Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng melakukan operasi tangkap tangan (OTT) sampah terhadap 36 orang warga Buleleng, yang kedapatan membuang sampah sembarang.

Data di DLH Buleleng menunjukkan, dari 36 orang yang terjaring OTT, sebanyak 34 orang diantaranya telah menjalani sidang tindak pidana ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri Singaraja.

Sedangkan 2 (dua) orang lainnya akan menjalani sidang tipiring dalam waktu dekat ini. Sebab mereka baru tertangkap tangan pada Senin (7/12) pagi.

Kepala DLH Buleleng Putu Ariadi Pribadi mengatakan, pihaknya terus berusaha melakukan perubahan perilaku pada masyarakat. Utamanya perilaku saat membuang sampah. Pemerintah terus mendorong agar desa membentuk bank-bank sampah atau unit pengelola sampah yang dikendalikan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Selain itu pemerintah juga berupaya memperbanyak jumlah bak untuk menampung sampah. Hanya saja hingga kini masih ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan. “Kami harap dengan sidang tipiring yang sudah dilakukan tempo hari, bisa memberikan efek jera bagi masyarakat,” kata Ariadi.

Lebih lanjut Ariadi mengatakan, sanksi tipiring yang dijatuhkan sangat ditentukan oleh majelis hakim.

Sesuai dengan Perda Buleleng Nomor 6 Tahun 2018, sanksi yang dapat dijatuhkan ialah denda maksimal Rp 25 juta atau hukuman penjara selama maksimal 3 bulan.

Selama setahun terakhir, hakim rata-rata menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp 200 ribu.

“Ada juga yang disanksi denda Rp 50 ribu. Saat itu pertimbangan hakim kan karena masih masa pandemi, ekonomi juga sulit. Sanksinya tergantung majelis hakim di persidangan. Kami tentu tidak bisa melakukan intervensi,” tegasnya.

Di sisi lain, tim penegakan hukum DLH Buleleng kembali melakukan OTT sampah pada Senin pagi. Tercatat ada 2 orang yang terjaring OTT sampah di kawasan Pasar Anyar Singaraja.

Mereka adalah Musriah, 56, warga Kelurahan Kampung Kajanan serta Putu Sudarta, 50, warga Desa Sari Mekar. Keduanya kedapatan membuang sampah sisa dagangan di tepi jalan raya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/