alexametrics
27.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Gubernur Koster Minta Kalangan Pariwisata di Bali Bersabar

DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak seluruh stakeholder pariwisata untuk tetap optimistis dan bersyukur.

Koster mengatakan, situasi pandemi di Bali semakin menunjukkan tren melandai.

 Hal itu diungkapkan Koster di depan perwakilan pekerja pariwisata Bali saat membuka musyawarah daerah (Musda) Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Provinsi Bali, di Bali Plagoo Hotel, Nusa Dua, Badung, 6 Desember 2021.

“Kita harus sama-sama bersabar, karena jika bablas dibuka dan menunjukkan lonjakan, maka akan sangat sulit untuk mengatasinya lagi,” ujar Koster.

Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng, itu meminta semua pihak bersabar lantaran Bali akan jadi tuan rumah perhelatan acara internasional G-20 dan pertemuan dunia lainnya di tahun 2022. Karena itu setiap hari kondisi pandemi di Bali menjadi perhatian WHO.

Baca Juga:  Hati-hati Buka Sektor Pariwisata, Koster Hindari Gelombang Kedua

“Sekali ada lonjakan maka bisa hilang momentum pemulihan pariwisata kita,” tukasnya.

Politikus PDIP itu mengklaim semasa kepemimpinannya sangat konsen dalam perbaikan tata kelola pariwisata. Ia juga menepis anggapan bahwa pariwisata tidak menjadi prioritasnya lagi.

“Justru Saya ingin tata pariwisata Bali dengan lebih baik lagi, agar semakin baik, berkualitas, berkelanjutan sehingga mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Bali,” ucapnya.

Koster menjamin ke depan sektor pariwisata akan tetap menjadi primadona, bahkan akan terus ditingkatkan. Namun akan diseimbangkan dengan sektor lainnya seperti pertanian, perikanan kelautan, industri, UMKM, dan lainnya.

Koster menyampaikan kebijakan-kebijakan yang sedang dijakankan melalui Pergub dan Perda. Kata Koster, pariwisata yang dibangun adalah pariwisata yang berbasis budaya dan berorientasi pada kualitas.

Baca Juga:  Dilanjutkan Lagi, Shortcut Titik 7 dan 8 Ditarget Rampung Tahun Ini

Dia mencontohkan terbitnya Pergub Bali Nomor 28/2020 tentang Tata Kelola Pariwisata Bali. Pergub ini diluncurkan bersamaan dengan Perda Nomor 5/2020 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali.

Selain itu juga diterbitkan Pergub Nomor 79/2018 tentang Hari Pengunaan Busana Adat, Pergub Nomor 80/2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bal“Semua kebijakan ini untuk membangkitkan kembali aura Bali,” tukasnya. 


DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak seluruh stakeholder pariwisata untuk tetap optimistis dan bersyukur.

Koster mengatakan, situasi pandemi di Bali semakin menunjukkan tren melandai.

 Hal itu diungkapkan Koster di depan perwakilan pekerja pariwisata Bali saat membuka musyawarah daerah (Musda) Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Provinsi Bali, di Bali Plagoo Hotel, Nusa Dua, Badung, 6 Desember 2021.

“Kita harus sama-sama bersabar, karena jika bablas dibuka dan menunjukkan lonjakan, maka akan sangat sulit untuk mengatasinya lagi,” ujar Koster.

Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng, itu meminta semua pihak bersabar lantaran Bali akan jadi tuan rumah perhelatan acara internasional G-20 dan pertemuan dunia lainnya di tahun 2022. Karena itu setiap hari kondisi pandemi di Bali menjadi perhatian WHO.

Baca Juga:  Masuk Zona Merah, Koster Siap Merahkan Karangasem

“Sekali ada lonjakan maka bisa hilang momentum pemulihan pariwisata kita,” tukasnya.

Politikus PDIP itu mengklaim semasa kepemimpinannya sangat konsen dalam perbaikan tata kelola pariwisata. Ia juga menepis anggapan bahwa pariwisata tidak menjadi prioritasnya lagi.

“Justru Saya ingin tata pariwisata Bali dengan lebih baik lagi, agar semakin baik, berkualitas, berkelanjutan sehingga mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Bali,” ucapnya.

Koster menjamin ke depan sektor pariwisata akan tetap menjadi primadona, bahkan akan terus ditingkatkan. Namun akan diseimbangkan dengan sektor lainnya seperti pertanian, perikanan kelautan, industri, UMKM, dan lainnya.

Koster menyampaikan kebijakan-kebijakan yang sedang dijakankan melalui Pergub dan Perda. Kata Koster, pariwisata yang dibangun adalah pariwisata yang berbasis budaya dan berorientasi pada kualitas.

Baca Juga:  CATAT! Karya Anonim Seniman Bali Bakal Diambil Alih Pemprov

Dia mencontohkan terbitnya Pergub Bali Nomor 28/2020 tentang Tata Kelola Pariwisata Bali. Pergub ini diluncurkan bersamaan dengan Perda Nomor 5/2020 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali.

Selain itu juga diterbitkan Pergub Nomor 79/2018 tentang Hari Pengunaan Busana Adat, Pergub Nomor 80/2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bal“Semua kebijakan ini untuk membangkitkan kembali aura Bali,” tukasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/