alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

RSUD Klungkung Tetap Kontrak Perawat Pasien Covid, Alasannya Kasihan

SEMARAPURA – Puluhan perawat dan pendukung layanan yang direkrut RSUD Klungkung khusus untuk menangani pasien Covid-19 akan berakhir masa kontraknya per 31 Desember 2021 mendatang.

Guna mencegah adanya pemutusan hubungan kerja (PHK), pihak RSUD Klungkung berencana mempertahankan mereka dengan merekrutnya sebagai tenaga kontak rumah sakit tersebut.

Direktur RSUD Klungkung, dr. Nyoman Kesuma, Senin (6/12) mengungkapkan ada sebanyak 29 perawat dan 11 pendukung layanan yang direkrut melalui seleksi pada Agustus 2020 untuk merawat pasien Covid-19 di RSUD Klungkung.

Puluhan perawat dan pendukung layanan yang berhasil lolos seleksi itu pun dikontrak selama enam bulan mulai September 2020- Februari 2021. Selanjutnya atas dasar pertimbangan dan masih adanya kasus Covid-19 di Kabupaten Klungkung, maka kontrak mereka diperpanjang dari Maret – Agustus 2021 dan diperpanjang kembali dari September – Desember 2021.

“Pada Bulan Desember 2021 ini, kasus Covid-19 Kabupaten Klungkung sudah sangat menurun secara signifikan, maka jasa pegawai kontrak yang diupah dengan anggaran BTT (Belanja Tidak Terduga) tersebut tidak bisa diperpanjang dengan kontrak BTT,” bebernya.

Baca Juga:  Diamuk Massa, Maling Sesari Jalani Operasi Akibat Kaki Kanan Remuk

Guna mencegah adanya PHK, puluhan perawat dan pendukung layanan rencananya direkrut sebagai tenaga kontrak RSUD Klungkung. Meski RSUD Klungkung saat ini tidak mengalami kekurangan tenaga kesehatan maupun tenaga pendukung. Apalagi tahun 2022 mendatang akan ada tambahan lebih dari 100 orang CPNS di rumah sakit tersebut.

“Sebagai user, kami merasa kasihan untuk melakukan PHK. Pertimbangan lain adalah mereka sudah memiliki pengalaman dan keterampilan yang baik dalam merawat pasien Covid-19,” jelasnya.

- Advertisement -

Lebih lanjut diungkapkannya puluhan perawat dan pendukung layanan itu nantinya tidak hanya merawat pasien Covid-19 namun juga pasien non Covid-19. Mengingat mereka sudah memiliki pengalaman dan keterampilan bekerja di RSUD Klungkung, mereka akan dimanfaatkan dalam pengembangan layanan.

Baca Juga:  Terdaftar di BPJS, Ratusan Tenaga Kontrak DLHK Badung Terima Subsidi

Sebab menjadi rumah sakit yang ditunjuk sebagai RS Pusat Pengembangan Rujukan Regional oleh Kementerian Kesehatan diharapkan dapat mengembangkan layanan-layanan unggulan dan menambah ruang perawatan yang belum dimiliki.

“Seperti ruang ICCU, ruang PICU, ruang perawatan lansia, dan lain-lain. Juga melengkapi layanan penunjang diagnostik seperti MRI, Bronchoscopy dan lainnya,” katanya.

Untuk dapat menjadi tenaga kontrak RSUD Klungkung, mereka hanya perlu mengajukan lamaran agar dapat diterima sebagai jasa tenaga kontrak BLUD RSUD Klungkung. Sehingga dapat diproses kontraknya untuk tahun anggaran 2022. Yang mana upahnya tidak lagi dibayarkan dengan anggaran BTT namun dengan pendapatan RSUD Klungkung.

“Hanya satu orang yang berhenti karena lulus CPNS. Upah saat sebagai kontrak BTT sebesar UMK atau sekitar Rp2,3 juta sedangkan sebagai kontrak jasa tenaga sesuai ketetapan Pemda, yakni Rp1,65 juta,” tandasnya.

- Advertisement -

SEMARAPURA – Puluhan perawat dan pendukung layanan yang direkrut RSUD Klungkung khusus untuk menangani pasien Covid-19 akan berakhir masa kontraknya per 31 Desember 2021 mendatang.

Guna mencegah adanya pemutusan hubungan kerja (PHK), pihak RSUD Klungkung berencana mempertahankan mereka dengan merekrutnya sebagai tenaga kontak rumah sakit tersebut.

Direktur RSUD Klungkung, dr. Nyoman Kesuma, Senin (6/12) mengungkapkan ada sebanyak 29 perawat dan 11 pendukung layanan yang direkrut melalui seleksi pada Agustus 2020 untuk merawat pasien Covid-19 di RSUD Klungkung.

Puluhan perawat dan pendukung layanan yang berhasil lolos seleksi itu pun dikontrak selama enam bulan mulai September 2020- Februari 2021. Selanjutnya atas dasar pertimbangan dan masih adanya kasus Covid-19 di Kabupaten Klungkung, maka kontrak mereka diperpanjang dari Maret – Agustus 2021 dan diperpanjang kembali dari September – Desember 2021.

“Pada Bulan Desember 2021 ini, kasus Covid-19 Kabupaten Klungkung sudah sangat menurun secara signifikan, maka jasa pegawai kontrak yang diupah dengan anggaran BTT (Belanja Tidak Terduga) tersebut tidak bisa diperpanjang dengan kontrak BTT,” bebernya.

Baca Juga:  Koster Dapat Penghargaan PPKM Terbaik, 1,5 Bulan PPKM = 1.180 Kematian

Guna mencegah adanya PHK, puluhan perawat dan pendukung layanan rencananya direkrut sebagai tenaga kontrak RSUD Klungkung. Meski RSUD Klungkung saat ini tidak mengalami kekurangan tenaga kesehatan maupun tenaga pendukung. Apalagi tahun 2022 mendatang akan ada tambahan lebih dari 100 orang CPNS di rumah sakit tersebut.

“Sebagai user, kami merasa kasihan untuk melakukan PHK. Pertimbangan lain adalah mereka sudah memiliki pengalaman dan keterampilan yang baik dalam merawat pasien Covid-19,” jelasnya.

Lebih lanjut diungkapkannya puluhan perawat dan pendukung layanan itu nantinya tidak hanya merawat pasien Covid-19 namun juga pasien non Covid-19. Mengingat mereka sudah memiliki pengalaman dan keterampilan bekerja di RSUD Klungkung, mereka akan dimanfaatkan dalam pengembangan layanan.

Baca Juga:  Mistis! Warga Haturkan Sesajen Agar Jokowi Datang

Sebab menjadi rumah sakit yang ditunjuk sebagai RS Pusat Pengembangan Rujukan Regional oleh Kementerian Kesehatan diharapkan dapat mengembangkan layanan-layanan unggulan dan menambah ruang perawatan yang belum dimiliki.

“Seperti ruang ICCU, ruang PICU, ruang perawatan lansia, dan lain-lain. Juga melengkapi layanan penunjang diagnostik seperti MRI, Bronchoscopy dan lainnya,” katanya.

Untuk dapat menjadi tenaga kontrak RSUD Klungkung, mereka hanya perlu mengajukan lamaran agar dapat diterima sebagai jasa tenaga kontrak BLUD RSUD Klungkung. Sehingga dapat diproses kontraknya untuk tahun anggaran 2022. Yang mana upahnya tidak lagi dibayarkan dengan anggaran BTT namun dengan pendapatan RSUD Klungkung.

“Hanya satu orang yang berhenti karena lulus CPNS. Upah saat sebagai kontrak BTT sebesar UMK atau sekitar Rp2,3 juta sedangkan sebagai kontrak jasa tenaga sesuai ketetapan Pemda, yakni Rp1,65 juta,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/