alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Waspada, Puncak Bencana Hidrometeorologi Terjadi Desember 2021 Ini

NEGARA-Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) menyatakan jika puncak hidrometeologi terjadi sepanjang bulan Desember 2021.

 Bahkan sesuai catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Jembrana, bulan Desember 2021 menjadi puncak bencana terbanyak sepanjang awal tahun 2021.

Sejumlah bencana alam akibat dampak hidrometerologi, itu diantaranya seperti banjir, tanah longsor, gelombang tinggi hingga abrasi.

“Sehingga perlu diantisipasi bulan Desember ini, karena puncaknya menurut BMKG terjadi pada bulan Desember,” terang Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra, Selasa (7/12).

Menurutnya, sebagai langkah antisipasi, seluruh sarana dan prasarana yang ada untuk penanggulangan bencana dikatakannya, telah disiagakan di masing-masing instansi.

“Apabila terjadi bencana, maka seluruh prasarana yang dibutuhkan sudah langsung bisa digunakan,”imbuhnya.

Baca Juga:  Bonceng Tiga Anak, Motor Ibu Muda Masuk Jurang, Tiga Tewas Mengenaskan

Sedangkan masih terkait antisipasi bencana, sejumlah unsur dari instansi pemerintah  Kabupaten Jembrana, TNI, Polri dan unsur terkait menggelar  apel siaga antisipasi terjadinya bencana.

- Advertisement -

“Pengurangan risiko bencana dan penanggulangan bencana yang terjadi bukanlah semata-mata menjadi tanggung jawab dari pemerintah Polri dan TNI tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama termasuk didalamnya warga masyarakat dan pihak swasta,” kata Asisten II I Gusti Ngurah Sumber Wijaya, mewakili Bupati Jembrana saat memimpin apel kesiapan penggelaran sarpras dan personil dalam rangka antisipasi bencana alam di Gor Kresna Jvara yang diselenggarakan Polres Jembrana, Selasa (7/12).

Menurutnya, dalam menghadapi bencana, terpenting adalah bersinergi untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada termasuk pencegahan dan penanggulangan bencana.

Baca Juga:  Wabup Suiasa Soisalisasikan Kebijakan Pemkab Badung di Kuta

Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana mengatakan, pihak kepolisian siap sedia membantu masyarakat dalam situasi dan kondisi di masyarakat.

“Sudah menjadi tugas dan kewajiban. Selaku aparat tentu kami akan siap untuk melayani masyarakat, terutama dalam mengantisipasi situasi cuaca akhir-akhir ini berubah sangat signifikan yang berpotensi timbulnya gangguan kamtibmas,”tukasnya.

 

Sementara itu, dari pantauan di lapangan, dampak gelombang tinggi masih terjadi di pesisir Jembrana.

Bahkan, warga yang tinggal di pesisir tampak melakukan siaga dengan memindahkan barang- barang berharga ke tempat lebih aman. S

eperti terpantau di pesisir Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Senin malam (6/12) lalu. Warga yang rumahnya berada di pinggir pantai sementara mengungsi ke rumah kerabatnya

- Advertisement -

NEGARA-Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) menyatakan jika puncak hidrometeologi terjadi sepanjang bulan Desember 2021.

 Bahkan sesuai catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Jembrana, bulan Desember 2021 menjadi puncak bencana terbanyak sepanjang awal tahun 2021.

Sejumlah bencana alam akibat dampak hidrometerologi, itu diantaranya seperti banjir, tanah longsor, gelombang tinggi hingga abrasi.

“Sehingga perlu diantisipasi bulan Desember ini, karena puncaknya menurut BMKG terjadi pada bulan Desember,” terang Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra, Selasa (7/12).

Menurutnya, sebagai langkah antisipasi, seluruh sarana dan prasarana yang ada untuk penanggulangan bencana dikatakannya, telah disiagakan di masing-masing instansi.

“Apabila terjadi bencana, maka seluruh prasarana yang dibutuhkan sudah langsung bisa digunakan,”imbuhnya.

Baca Juga:  Tak Hanya Biayai Pengobatan, Dana: BPJS Juga Layani Saya dengan Tulus

Sedangkan masih terkait antisipasi bencana, sejumlah unsur dari instansi pemerintah  Kabupaten Jembrana, TNI, Polri dan unsur terkait menggelar  apel siaga antisipasi terjadinya bencana.

“Pengurangan risiko bencana dan penanggulangan bencana yang terjadi bukanlah semata-mata menjadi tanggung jawab dari pemerintah Polri dan TNI tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama termasuk didalamnya warga masyarakat dan pihak swasta,” kata Asisten II I Gusti Ngurah Sumber Wijaya, mewakili Bupati Jembrana saat memimpin apel kesiapan penggelaran sarpras dan personil dalam rangka antisipasi bencana alam di Gor Kresna Jvara yang diselenggarakan Polres Jembrana, Selasa (7/12).

Menurutnya, dalam menghadapi bencana, terpenting adalah bersinergi untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada termasuk pencegahan dan penanggulangan bencana.

Baca Juga:  Bonceng Tiga Anak, Motor Ibu Muda Masuk Jurang, Tiga Tewas Mengenaskan

Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana mengatakan, pihak kepolisian siap sedia membantu masyarakat dalam situasi dan kondisi di masyarakat.

“Sudah menjadi tugas dan kewajiban. Selaku aparat tentu kami akan siap untuk melayani masyarakat, terutama dalam mengantisipasi situasi cuaca akhir-akhir ini berubah sangat signifikan yang berpotensi timbulnya gangguan kamtibmas,”tukasnya.

 

Sementara itu, dari pantauan di lapangan, dampak gelombang tinggi masih terjadi di pesisir Jembrana.

Bahkan, warga yang tinggal di pesisir tampak melakukan siaga dengan memindahkan barang- barang berharga ke tempat lebih aman. S

eperti terpantau di pesisir Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Senin malam (6/12) lalu. Warga yang rumahnya berada di pinggir pantai sementara mengungsi ke rumah kerabatnya


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/