alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Mendadak Pusing, Pemancing Tewas Di Atas Perahu

NEGARA –Tragis menimpa Suroso, 61. Pria asal  Dusun Panggang  RT 003/ RW 001 Desa Kampung Anyar, Glagah, Banyuwangi, Selasa (8/1) sekitar pukul 09.30 tewas mendadak.

 

Ia mendadak ambruk dan menghembuskan nafas terakhir saat sedang memancing di pantai tepatnya di belakang Museum Purbakala, Gilimanuk.

 

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bali Biro Jembrana, hingga nahas menimpa Suroso berawal saat korban dan rekannya, Slamet Adi Munaris, 36, warga asal Dusun Mondoluko RT 003/ RW 001 Desa Tamansuruh,  Glagah, Banyuwangi sekitar pukul 07.00 berangkat ke Teluk Gilimanuk memancing.

 

Menyewa perahu seharga Rp 30 ribu, tiba-tiba saat tengah asyik memancing, sekitar pukul 09.00, Suroso mengeluh mengeluh pusing dan seketika pingsan di atas perahu.

Baca Juga:  Tolak Wilayahnya Jadi Lokasi Karantina, Tabanan Gencar Edukasi Warga

 

Melihat temanya tak sadarkan diri, Slamet berusaha memegangnya. Setelah ditidurkan diatas perahu, Slamet lalu membawa perahu ke pinggir pantai dan meminta tolong ke anggota Basarnas yang siaga di Teluk Gilimanuk.

 

Setiba di  pinggir, Santoso kemudian dilarikan ke Puskesmas Gilimanuk dengan mobil Basarnas.

 

Sempat diberikan tindakan resusitasi jantung dan paru, namun upaya penyelamatan itu gagal dan tim medis menyatakan jika korban sudah meninggal dunia.

 

“Sesuai perkiraan korban meninggal dalam perjalanan menuju puskesmas karena serangan jantung,”ujar Kanit Reskrim Polsek Kawasan Laut Gilimanuk AKP Komang Mulyadi.

 

Selain itu, dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan uka-luka dan tanda-tanda kekerasan dalam tubuh korban.

Baca Juga:  Beli Kain Brokat Pakai Cek Kosong, Pria Asal Banyuwangi Ditangkap

 

Usai dinyatakan meninggal, jenazah Santoso kemudian diambil pihak keluarga untuk kemudian dikebumikan.



NEGARA –Tragis menimpa Suroso, 61. Pria asal  Dusun Panggang  RT 003/ RW 001 Desa Kampung Anyar, Glagah, Banyuwangi, Selasa (8/1) sekitar pukul 09.30 tewas mendadak.

 

Ia mendadak ambruk dan menghembuskan nafas terakhir saat sedang memancing di pantai tepatnya di belakang Museum Purbakala, Gilimanuk.

 

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bali Biro Jembrana, hingga nahas menimpa Suroso berawal saat korban dan rekannya, Slamet Adi Munaris, 36, warga asal Dusun Mondoluko RT 003/ RW 001 Desa Tamansuruh,  Glagah, Banyuwangi sekitar pukul 07.00 berangkat ke Teluk Gilimanuk memancing.

 

Menyewa perahu seharga Rp 30 ribu, tiba-tiba saat tengah asyik memancing, sekitar pukul 09.00, Suroso mengeluh mengeluh pusing dan seketika pingsan di atas perahu.

Baca Juga:  Peternak Sapi di Bali Minta Dibolehkan Kirim Lewat Darat

 

Melihat temanya tak sadarkan diri, Slamet berusaha memegangnya. Setelah ditidurkan diatas perahu, Slamet lalu membawa perahu ke pinggir pantai dan meminta tolong ke anggota Basarnas yang siaga di Teluk Gilimanuk.

 

Setiba di  pinggir, Santoso kemudian dilarikan ke Puskesmas Gilimanuk dengan mobil Basarnas.

 

Sempat diberikan tindakan resusitasi jantung dan paru, namun upaya penyelamatan itu gagal dan tim medis menyatakan jika korban sudah meninggal dunia.

 

“Sesuai perkiraan korban meninggal dalam perjalanan menuju puskesmas karena serangan jantung,”ujar Kanit Reskrim Polsek Kawasan Laut Gilimanuk AKP Komang Mulyadi.

 

Selain itu, dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan uka-luka dan tanda-tanda kekerasan dalam tubuh korban.

Baca Juga:  Mancing Sambil Tenggak Arak, Pemancing Tewas di Dam Telaga Tunjung

 

Usai dinyatakan meninggal, jenazah Santoso kemudian diambil pihak keluarga untuk kemudian dikebumikan.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/