alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Hore! Terapi Plasma Konvalesen, Obat Mujarab Covid Bisa Diakses di PMI

DENPASAR – Harapan baru untuk kesembuhan para pasien Covid 19 kini sudah ada. Yakni dengan melakukan pengobatan dengan terapi plasma konvalesen.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyatakan bahwa saat ini terapi tersebut sudah bisa diakses masyarakat melalui Palang Merah Indonesia (PMI). 

“Saat ini terapi plasma konvalesen sudah dapat diakses masyarakat yang membutuhkan melalui Palang Merah Indonesia di pusat,” ujarnya Kamis kemarin (7/1).

PMI juga membuka bagi masyarakat yang ingin menjadi donor. PMI menentukan syarat pendonor adalah diutamakan laki-laki, dan bagi wanita belum pernah hamil dan juga belum memiliki anak.

Untuk penyintas Covid-19 yang akan mendonorkan plasmanya, perlu menunjukkan test swab PCR negatif, bebas gejala Covid-19 selama 14 hari setelah dirawat di rumah sakit atau isolasi mandiri. 

Baca Juga:  Pemilik Kebun Berharap Air yang Keluar dari Pohon Bisa untuk Covid-19

Di samping itu, terkait rincian terapi plasma konvalesen ini, Wiku merujuk pada hasil penelitian terkini bahwa terapi ini dapat mencegah perkembangan gejala yang lebih parah.

“Terapi plasma konvalesen adalah penggunaan plasma darah yang mengandung antibodi dari orang-orang yang telah sembuh dari Covid-19, sebagai pengobatan pasien Covid-19,” jelasnya.

Penelitian yang dilakukan Libster dkk terkait terapi ini terhadap sejumlah pasien Covid-19 berusia di atas 65 tahun di Argentina menunjukkan hasil yang baik.

Penelitian ini menyatakan pasien yang diberikan plasma konvalesen dengan titer antibodi SARS Cov-2 yang tinggi dalam kurun waktu 72 jam setelah munculnya gejala ringan, menunjukkan adanya penurunan risiko untuk mengalami gangguan pernapasan berat atau severe respiratory disease yang merupakan salah satu penyebab kematian tersering Covid-19. 

Baca Juga:  Suteja Diisolasi di Sel Mapenaling, Minta Penangguhan Penahanan

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya saat dikonfirmasi memang tak menampik bahwa salah satu terapi pengobatan adalah dengan metode Terapi Plasma Konvalesen (TPK).

“Iya benar. Terapi plasma konvalescen ini juga sudah sering dilakukan di Jakarta dan Surabaya,” ujarnya.

Ia mengatakan saat ini yang sudah melakukan TPK ini ada di RS Unud, RSUP Sanglah dan RS Wangaya. Sedangan RS Bali Mandara sedang menyusul.



DENPASAR – Harapan baru untuk kesembuhan para pasien Covid 19 kini sudah ada. Yakni dengan melakukan pengobatan dengan terapi plasma konvalesen.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyatakan bahwa saat ini terapi tersebut sudah bisa diakses masyarakat melalui Palang Merah Indonesia (PMI). 

“Saat ini terapi plasma konvalesen sudah dapat diakses masyarakat yang membutuhkan melalui Palang Merah Indonesia di pusat,” ujarnya Kamis kemarin (7/1).

PMI juga membuka bagi masyarakat yang ingin menjadi donor. PMI menentukan syarat pendonor adalah diutamakan laki-laki, dan bagi wanita belum pernah hamil dan juga belum memiliki anak.

Untuk penyintas Covid-19 yang akan mendonorkan plasmanya, perlu menunjukkan test swab PCR negatif, bebas gejala Covid-19 selama 14 hari setelah dirawat di rumah sakit atau isolasi mandiri. 

Baca Juga:  Busyett!! Lampu Hias Taman Depan Kantor Bupati Hilang Dicuri

Di samping itu, terkait rincian terapi plasma konvalesen ini, Wiku merujuk pada hasil penelitian terkini bahwa terapi ini dapat mencegah perkembangan gejala yang lebih parah.

“Terapi plasma konvalesen adalah penggunaan plasma darah yang mengandung antibodi dari orang-orang yang telah sembuh dari Covid-19, sebagai pengobatan pasien Covid-19,” jelasnya.

Penelitian yang dilakukan Libster dkk terkait terapi ini terhadap sejumlah pasien Covid-19 berusia di atas 65 tahun di Argentina menunjukkan hasil yang baik.

Penelitian ini menyatakan pasien yang diberikan plasma konvalesen dengan titer antibodi SARS Cov-2 yang tinggi dalam kurun waktu 72 jam setelah munculnya gejala ringan, menunjukkan adanya penurunan risiko untuk mengalami gangguan pernapasan berat atau severe respiratory disease yang merupakan salah satu penyebab kematian tersering Covid-19. 

Baca Juga:  Beberapa Pekerja Migran Sudah¬†Mulai Kerja ke Luar Negeri¬†

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya saat dikonfirmasi memang tak menampik bahwa salah satu terapi pengobatan adalah dengan metode Terapi Plasma Konvalesen (TPK).

“Iya benar. Terapi plasma konvalescen ini juga sudah sering dilakukan di Jakarta dan Surabaya,” ujarnya.

Ia mengatakan saat ini yang sudah melakukan TPK ini ada di RS Unud, RSUP Sanglah dan RS Wangaya. Sedangan RS Bali Mandara sedang menyusul.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/