alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Pemegang Saham Janji Selesaikan Gaji, Susunan Direksi Dirombak

 SINGARAJA – Para pemeganag saham PT. Tirta Mumbul Jaya Abadi berjanji menyelesaikan gaji karyawan.

Selain itu pemegang saham juga memutuskan merombak susunan direksi dan komisaris perusahaan. Keputusan itu diambil setelah para pemegang saham melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB), Jumat (7/1).

RUPS itu diikuti oleh sejumlah pemegang saham, direksi, dan komisaris.

Para pemegang saham yakni Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng yang notabene salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Buleleng, serta PT. Mara Jaya Dewi Sakti.

Dirut Perumda Air Minum Tirta Hita, I Made Lestariana membenarkan bahwa para pemegang saham telah merumuskan sejumlah kebijakan strategis.

Guna mencegah pailitnya anak perusahaan milik Perumda Air Minum itu. Sekaligus menyelesaikan tunggakan gaji yang harus dibayar pada para pekerja.

Baca Juga:  Diyakini Bisa Netralisir Aura Buruk, Tradisi Kuno Ada Sejak Tahun 1602

Salah satu putusan yang diambil ialah mengubah struktur kepengurusan perseroan. Tadinya ada dua orang direksi dan seorang komisaris di sana.

- Advertisement -

Kini susunan kepengurusan diubah menjadi seorang direksi dan seorang komisaris saja. Posisi direksi dipercayakan kepada Nyoman Artha Widnyana yang mantan Dirut PDAM Buleleng.

Sementara posisi komisaris kini diserahkan pada Gede Ariadi yang mantan Direktur Umum PT. Tirta Mumbul Jaya Abadi. “Keputusan ini berlaku sejak RUPS LB dilaksanakan,” kata Lestariana.

Sementara untuk memenuhi kewajiban tunggakan gaji karyawan, para pemegang saham memutuskan mengambil empat upaya.

Upaya pertama, melakukan konversi utang gaji karyawan menjadi kepemilikan saham. Upaya kedua, melepas sejumlah aset perusahaan yang tidak produktif, seperti tanah dan kendaraan.

Baca Juga:  Penularan Covid di Kampus Poltrada Kian Massif, 238 Taruna Terjangkit

“Supaya perusahaan memiliki dana segar dan kondisi keuangannya tetap likuid,” kata Lestariana.

Opsi ketiga, perseroan akan mengajukan pinjaman pihak ketiga dengan tambahan jaminan dari para pemegang saham. Upaya terakhir ialah memberikan dana talangan dari para pemegang saham secara proporsional.

“Butuh dana sekitar Rp 1,2 miliar untuk menyelesaikan kewajiban gaji karyawan. Jadi tunggakan gaji itu akan kami upayakan bayar secara penuh. Mudah-mudahan dalam waktu satu bulan ini selesai. Keputusan ini juga akan kami sampaikan dalam pertemuan tripartit dengan karyawan minggu depan,” tukasnya.

- Advertisement -

 SINGARAJA – Para pemeganag saham PT. Tirta Mumbul Jaya Abadi berjanji menyelesaikan gaji karyawan.

Selain itu pemegang saham juga memutuskan merombak susunan direksi dan komisaris perusahaan. Keputusan itu diambil setelah para pemegang saham melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB), Jumat (7/1).

RUPS itu diikuti oleh sejumlah pemegang saham, direksi, dan komisaris.

Para pemegang saham yakni Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng yang notabene salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Buleleng, serta PT. Mara Jaya Dewi Sakti.

Dirut Perumda Air Minum Tirta Hita, I Made Lestariana membenarkan bahwa para pemegang saham telah merumuskan sejumlah kebijakan strategis.

Guna mencegah pailitnya anak perusahaan milik Perumda Air Minum itu. Sekaligus menyelesaikan tunggakan gaji yang harus dibayar pada para pekerja.

Baca Juga:  Perkarakan Aksi Demo Pacul di KPK, Ini Alasan Pemkab Buleleng..

Salah satu putusan yang diambil ialah mengubah struktur kepengurusan perseroan. Tadinya ada dua orang direksi dan seorang komisaris di sana.

Kini susunan kepengurusan diubah menjadi seorang direksi dan seorang komisaris saja. Posisi direksi dipercayakan kepada Nyoman Artha Widnyana yang mantan Dirut PDAM Buleleng.

Sementara posisi komisaris kini diserahkan pada Gede Ariadi yang mantan Direktur Umum PT. Tirta Mumbul Jaya Abadi. “Keputusan ini berlaku sejak RUPS LB dilaksanakan,” kata Lestariana.

Sementara untuk memenuhi kewajiban tunggakan gaji karyawan, para pemegang saham memutuskan mengambil empat upaya.

Upaya pertama, melakukan konversi utang gaji karyawan menjadi kepemilikan saham. Upaya kedua, melepas sejumlah aset perusahaan yang tidak produktif, seperti tanah dan kendaraan.

Baca Juga:  Satgas Covid Buleleng Siapkan Tiga Lokasi Karantina

“Supaya perusahaan memiliki dana segar dan kondisi keuangannya tetap likuid,” kata Lestariana.

Opsi ketiga, perseroan akan mengajukan pinjaman pihak ketiga dengan tambahan jaminan dari para pemegang saham. Upaya terakhir ialah memberikan dana talangan dari para pemegang saham secara proporsional.

“Butuh dana sekitar Rp 1,2 miliar untuk menyelesaikan kewajiban gaji karyawan. Jadi tunggakan gaji itu akan kami upayakan bayar secara penuh. Mudah-mudahan dalam waktu satu bulan ini selesai. Keputusan ini juga akan kami sampaikan dalam pertemuan tripartit dengan karyawan minggu depan,” tukasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/