alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Obok-obok Tempat Dugem saat Covid, Pengunjung Kafe Rapid Antigen

NEGARA – Operasi yustisi petugas gabungan menyasar kafe dan tempat hiburan malam di Kabupaten Jembrana, Sabtu (6/2) malam lalu.

Sejumlah pengunjung dan pelayan tempat hiburan malam yang terjaring razia langsung dilakukan rapid test antigen secara gratis. Hasilnya, sebanyak  13 orang yang di test cepat negatif atau nonreaktif.

Dalam operasi yang melibatkan Satpol PP, TNI dan Polri, petugas menyasar satu persatu warung kopi dan tempat hiburan malam.

Namun, petugas masih menemukan pengunjung kafe dan tempat hiburan malam yang melanggar yakni tidak menjaga jarak aman sesuai protokol kesehatan.

Pengunjung warung kopi dan pelayan tempat hiburan yang tidak menggunakan masker untuk memastikan tidak ada pengunjung yang terpapar covid 19, petugas kemudian melakukan rapid antigen.

Baca Juga:  Tahapan Pilkel Serentak di Klungkung Mundur, Biaya Membengkak

Sebanyak 13 orang yang rapid test, terdiri dari sebanyak 6 orang pengunjung dan sebanyak 7 orang pelayan tempat hiburan malam.

Kabagops Polres Jembrana Kompol I Wayan Sinaryasa yang memimpin operasi gabungan mengatakan, dari 13 pengunjung dan pekerja tempat hiburan malam yang di rapid antigen, semuanya menunjukkan hasil non reaktif.

“Malam ini kita menyasar kafetaria dan cafe yang ada di wilayah kabupaten Jembrana. Selain kita menyasar prokes perintah pimpinan kita juga melakukan rapid test antigen terhadap beberapa pengunjung,” jelasnya.

Dari operasi yang dilakukan, pelanggaran masih terjadi di tempat yang disasar. Seperti pelanggaran jaga jarak antar pengunjung yang tidak diterapkan,

satu meja ada empat orang sehingga tidak menjaga jarak, sehingga berpotensi terjadi penularan covid-19.

Baca Juga:  Rilis Danumaya, Ungkap Pergulatan Batin saat Kerja di Kapal Pesiar

Kompol Sinaryasa menambahkan, operasi yustisi untuk mendisiplinkan warga menjalankan prokes ini dilakukan secara berkelanjutan.

Selain menyasar pelanggaran prokes, operasi gabungan juga menindaklanjuti surat edaran gubernur bali mengenai jam malam.

“Dengan operasi prokes yang dilakukan ini diharapkan mampu mencegah penularan covid-19, terutama di cafetaria dan tempat hiburan malam yang ada jembrana,” tandasnya.



NEGARA – Operasi yustisi petugas gabungan menyasar kafe dan tempat hiburan malam di Kabupaten Jembrana, Sabtu (6/2) malam lalu.

Sejumlah pengunjung dan pelayan tempat hiburan malam yang terjaring razia langsung dilakukan rapid test antigen secara gratis. Hasilnya, sebanyak  13 orang yang di test cepat negatif atau nonreaktif.

Dalam operasi yang melibatkan Satpol PP, TNI dan Polri, petugas menyasar satu persatu warung kopi dan tempat hiburan malam.

Namun, petugas masih menemukan pengunjung kafe dan tempat hiburan malam yang melanggar yakni tidak menjaga jarak aman sesuai protokol kesehatan.

Pengunjung warung kopi dan pelayan tempat hiburan yang tidak menggunakan masker untuk memastikan tidak ada pengunjung yang terpapar covid 19, petugas kemudian melakukan rapid antigen.

Baca Juga:  Kasus Positif Meroket,Koster Klaim Bali Provinsi Terbaik Tangani Covid

Sebanyak 13 orang yang rapid test, terdiri dari sebanyak 6 orang pengunjung dan sebanyak 7 orang pelayan tempat hiburan malam.

Kabagops Polres Jembrana Kompol I Wayan Sinaryasa yang memimpin operasi gabungan mengatakan, dari 13 pengunjung dan pekerja tempat hiburan malam yang di rapid antigen, semuanya menunjukkan hasil non reaktif.

“Malam ini kita menyasar kafetaria dan cafe yang ada di wilayah kabupaten Jembrana. Selain kita menyasar prokes perintah pimpinan kita juga melakukan rapid test antigen terhadap beberapa pengunjung,” jelasnya.

Dari operasi yang dilakukan, pelanggaran masih terjadi di tempat yang disasar. Seperti pelanggaran jaga jarak antar pengunjung yang tidak diterapkan,

satu meja ada empat orang sehingga tidak menjaga jarak, sehingga berpotensi terjadi penularan covid-19.

Baca Juga:  Pas Valentine, Gunung Agung Erupsi, Amlapura Terpapar Abu Vulkanik

Kompol Sinaryasa menambahkan, operasi yustisi untuk mendisiplinkan warga menjalankan prokes ini dilakukan secara berkelanjutan.

Selain menyasar pelanggaran prokes, operasi gabungan juga menindaklanjuti surat edaran gubernur bali mengenai jam malam.

“Dengan operasi prokes yang dilakukan ini diharapkan mampu mencegah penularan covid-19, terutama di cafetaria dan tempat hiburan malam yang ada jembrana,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/