alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

PHRI Desak Pemerintah Bentuk Tim Tanggulangi Dampak Corona

SINGARAJA – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Buleleng mendesak pemerintah untuk membentuk tim percepatan dalam mencegah dan menanggulangi dampak virus corona covid-19 di Buleleng.

Tim ini diharapkan melakukan langkah-langkah sosialisasi serta intensifikasi terhadap sektor pariwisata di Buleleng.

Ketua PHRI Buleleng Dewa Ketut Suardipa mengatakan, anggota perhimpunan sudah sempat duduk bersama dengan Dinas Pariwisata Buleleng untuk membicarakan hal tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, praktisi pariwisata mendesak agar pemerintah segera mengambil langkah-langkah strategis.

Salah satunya ialah membentuk tim percepatan. Tim ini diharapkan terdiri dari unsur pemerintah, praktisi, dan masyarakat.

Tim juga diharapkan bisa bergerak cepat mengantisipasi dan menanggulangi dampak dari isu terkait virus corona covid-19.

Baca Juga:  Tiga Hakim dan Dua Pegawai Positif, Sidang di PN Denpasar Ditunda

“Sampai akhir Februari itu sudah ada 1.460 kamar yang dibatalkan pemesanannya. Kalau melihat trendnya, sepertinya masih akan terjadi hingga beberapa bulan kedepan.

Untuk itu harus ada upaya-upaya. Misalnya membuat atraksi atau melakukan langkah-langkah strategis lain. Nanti biar tim ini yang melakukan kajian,” kata Suardipa.

Selain itu, kata Suardipa, dibutuhkan sosialisasi yang sangat gencar di masyarakat. Terutama di wilayah-wilayah yang kerap dikunjungi wisatawan.

Sehingga tak ada sikap paranoid yang muncul, apabila ada wisatawan yang datang ke wilayah tersebut.

“Sosialisasi ini sangat penting. Biar tidak ada kepanikan berlebihan. Dari kalangan ekspatriat saja tidak khawatir. Karena mereka itu sudah tahu, kalau corona covid-19 itu seperti flu biasa,” imbuhnya.

Baca Juga:  Para Istri Dibekali Belajar Buat Banten Biukukung

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Buleleng Made Sudama Diana secara terpisah mengatakan pemerintah akan segera menyiapkan opsi pembentukan tim tersebut.

Rencananya dalam waktu dekat ini, Dispar Buleleng juga akan menggelar atraksi pariwisata untuk menarik wisatawan.

“Sekarang kami ubah target pasarnya. Kalau sebelum-sebelumnya kan lebih difokuskan ke wisatawan mancanegara. Sekarang kami akan fokuskan ke wisatawan nusantara,” kata Sudama.

Sekadar diketahui, isu terkait virus corona covid-19 mulai memukul industri pariwisata di Bali Utara. Kunjungan wisatawan mancanegara turun hingga 39,4 persen.

Angka kunjungan wisatawan mancanegara pada Februari 2020 lalu, tercatat hanya 43.281 orang. Padahal pada Februari 2019 lalu, angka kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 71.517 orang.



SINGARAJA – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Buleleng mendesak pemerintah untuk membentuk tim percepatan dalam mencegah dan menanggulangi dampak virus corona covid-19 di Buleleng.

Tim ini diharapkan melakukan langkah-langkah sosialisasi serta intensifikasi terhadap sektor pariwisata di Buleleng.

Ketua PHRI Buleleng Dewa Ketut Suardipa mengatakan, anggota perhimpunan sudah sempat duduk bersama dengan Dinas Pariwisata Buleleng untuk membicarakan hal tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, praktisi pariwisata mendesak agar pemerintah segera mengambil langkah-langkah strategis.

Salah satunya ialah membentuk tim percepatan. Tim ini diharapkan terdiri dari unsur pemerintah, praktisi, dan masyarakat.

Tim juga diharapkan bisa bergerak cepat mengantisipasi dan menanggulangi dampak dari isu terkait virus corona covid-19.

Baca Juga:  Terkena Dampak Covid-19, 11 Paket Pekerjaan Dalam Proses Tender Batal

“Sampai akhir Februari itu sudah ada 1.460 kamar yang dibatalkan pemesanannya. Kalau melihat trendnya, sepertinya masih akan terjadi hingga beberapa bulan kedepan.

Untuk itu harus ada upaya-upaya. Misalnya membuat atraksi atau melakukan langkah-langkah strategis lain. Nanti biar tim ini yang melakukan kajian,” kata Suardipa.

Selain itu, kata Suardipa, dibutuhkan sosialisasi yang sangat gencar di masyarakat. Terutama di wilayah-wilayah yang kerap dikunjungi wisatawan.

Sehingga tak ada sikap paranoid yang muncul, apabila ada wisatawan yang datang ke wilayah tersebut.

“Sosialisasi ini sangat penting. Biar tidak ada kepanikan berlebihan. Dari kalangan ekspatriat saja tidak khawatir. Karena mereka itu sudah tahu, kalau corona covid-19 itu seperti flu biasa,” imbuhnya.

Baca Juga:  Guru Kewalahan Didik Siswa, Warga Giri Emas Usulkan Sekolah Baru

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Buleleng Made Sudama Diana secara terpisah mengatakan pemerintah akan segera menyiapkan opsi pembentukan tim tersebut.

Rencananya dalam waktu dekat ini, Dispar Buleleng juga akan menggelar atraksi pariwisata untuk menarik wisatawan.

“Sekarang kami ubah target pasarnya. Kalau sebelum-sebelumnya kan lebih difokuskan ke wisatawan mancanegara. Sekarang kami akan fokuskan ke wisatawan nusantara,” kata Sudama.

Sekadar diketahui, isu terkait virus corona covid-19 mulai memukul industri pariwisata di Bali Utara. Kunjungan wisatawan mancanegara turun hingga 39,4 persen.

Angka kunjungan wisatawan mancanegara pada Februari 2020 lalu, tercatat hanya 43.281 orang. Padahal pada Februari 2019 lalu, angka kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 71.517 orang.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/