alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Alamak…Bersih-bersih Pelinggih, Dua Saudara Sepupu Duel Berdarah-darah

NEGARA – Masalah sepele jika tidak diselesaikan dengan bijak bisa berujung petaka. Dua orang warga yang masih sepupu terlibat duel karena salah paham.

Dewa Putu Mawa, 60, dan Dewa Kade Gunada, 56, warga Banjar Kaleran, Desa Yehembang, Mendoyo, terlibat adu mulut hingga baku hantam.

Perkelahian dua warga lanjut usia (lansia) tersebut terjadi Jumat, (6/4) petang sekitar pukul 18.00 wita. Pemicunya sepele.

Yakni gara-gara pohon pepaya milik Dewa Putu Mawa tumbang setelah tertiup angin kencang. Pohon pepaya tersebut menimpa pelinggih milik Dewa Kade Gunada hingga ujung bagian atas pelinggih patah.

Mawa, pemilik pohon pepaya kemudian membersihkan pohon menggunakan parang. Saat bersih-bersih sisa pohon, adik sepupunya, Gunada, datang sambil marah-marah.

Baca Juga:  Banjir Bandang Terjang Buleleng, Rumah Hancur, Ternak Warga Hanyut

Keduanya kemudian cekcok, hingga duel fisik. “Adik sepupunya (Gunada) salah paham. Datang langsung marah,” kata sumber Jawa Pos Radar Bali di kepolisian.

Gunada sempat melempar kakak sepupunya, Mawa, menggunakan genteng dan mengenai beberapa bagian tubuh korban. Gunada juga memukul wajah korban hingga tersungkur.

Korban yang jatuh tersungkur dengan posisi terlentang langsung ditindih sambil memukul wajah Mawa berulangkali menggunakan batu asah.

Mawa yang berusaha melindungi wajahnya menggunakan kedua tangan juga dicekik. Keduanya berhasil dilerai saudara kandung Gunada yang datang karena mendengar keributan.

Mawa mengalami luka cukup serius pada pergelangan kedua kakinya, luka robek pada kedua siku tangannya dan luka robek pada wajahnya serta luka-luka lecet di beberapa bagian tubuhnya dilarikan di Pukesmas Mendoyo.

Baca Juga:  OMG! Tusuk ABG Hingga Sekarat, ABG Pemabuk Ini Ungkap Fakta Konyol

Kapolsek Mendoyo Kompol I Gusti Agung Komang Sukasana membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya sudah mendapat laporan dan langsung mengamankan Gunada untuk dimintai keterangan.

“Pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolsek Mendoyo untuk proses lebih lanjut. Antara korban dan pelaku yang masih ada hubungan keluarga memang diketahui sejak lama berselisih paham,” jelasnya. 



NEGARA – Masalah sepele jika tidak diselesaikan dengan bijak bisa berujung petaka. Dua orang warga yang masih sepupu terlibat duel karena salah paham.

Dewa Putu Mawa, 60, dan Dewa Kade Gunada, 56, warga Banjar Kaleran, Desa Yehembang, Mendoyo, terlibat adu mulut hingga baku hantam.

Perkelahian dua warga lanjut usia (lansia) tersebut terjadi Jumat, (6/4) petang sekitar pukul 18.00 wita. Pemicunya sepele.

Yakni gara-gara pohon pepaya milik Dewa Putu Mawa tumbang setelah tertiup angin kencang. Pohon pepaya tersebut menimpa pelinggih milik Dewa Kade Gunada hingga ujung bagian atas pelinggih patah.

Mawa, pemilik pohon pepaya kemudian membersihkan pohon menggunakan parang. Saat bersih-bersih sisa pohon, adik sepupunya, Gunada, datang sambil marah-marah.

Baca Juga:  7 Tahanan Titipan Kejari di Polsek Mendoyo Dilayar ke Tempat Isolasi

Keduanya kemudian cekcok, hingga duel fisik. “Adik sepupunya (Gunada) salah paham. Datang langsung marah,” kata sumber Jawa Pos Radar Bali di kepolisian.

Gunada sempat melempar kakak sepupunya, Mawa, menggunakan genteng dan mengenai beberapa bagian tubuh korban. Gunada juga memukul wajah korban hingga tersungkur.

Korban yang jatuh tersungkur dengan posisi terlentang langsung ditindih sambil memukul wajah Mawa berulangkali menggunakan batu asah.

Mawa yang berusaha melindungi wajahnya menggunakan kedua tangan juga dicekik. Keduanya berhasil dilerai saudara kandung Gunada yang datang karena mendengar keributan.

Mawa mengalami luka cukup serius pada pergelangan kedua kakinya, luka robek pada kedua siku tangannya dan luka robek pada wajahnya serta luka-luka lecet di beberapa bagian tubuhnya dilarikan di Pukesmas Mendoyo.

Baca Juga:  Genose di Pelabuhan Gilimanuk Bali Mulai Digunakan, Tapi Tak Gratis

Kapolsek Mendoyo Kompol I Gusti Agung Komang Sukasana membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya sudah mendapat laporan dan langsung mengamankan Gunada untuk dimintai keterangan.

“Pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolsek Mendoyo untuk proses lebih lanjut. Antara korban dan pelaku yang masih ada hubungan keluarga memang diketahui sejak lama berselisih paham,” jelasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/