alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Koster Minta Masyarakat Stop Polemikkan Pembatalan Nyipeng 3 Hari

DENPASAR – Wacana Majelis Desa Adat (MDA) untuk melakukan Sipeng (Nyipeng) atau Nyepi selama 3 (tiga) hari  di seluruh desa adat memang sudah dibatalkan.

 

Gubenur Bali Wayan Koster pun meminta masyarakat untuk menyetop dan tidak membuat polemik lagi terkait dibatalkannya Sipeng Eka Bratha yang sebelumnya direncanakan akan digelar pada tanggal 18, 19, dan 20 April 2020 mendatang itu.

 

“Berbagai pihak jangan lagi berpolemik soal itu (Nyipeng). Sudah dibatalkan,” ujarnya pada Rabu (8/4).

 

Seperti diketahui, adanya wacana yang sempat dilontarkan Ketua Majelis Desa Adat Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet dan PHDI di media, memang sempat membuat gaduh masyarakat.

 

Baca Juga:  Abaikan PSBB saat Pasien Positif Covid-19 Melonjak, Koster: Masih Jauh

Koster tidak mau situasi (pembatalan wacana Nyipeng) ini kembali diperkeruh. Meskipun ia memahami bahwa tujuan Nyipeng adalah untuk memperkuat imbauan pemerintah.

 

“Saya minta Bali tidak lagi diisi polemik atau silang pendapat seperti ini. Mari menjaga bersama agar situasi ini tetap kondusif,” tutupnya.

 

Seperti diketahui, wacana Nyipeng yang dilontarkan Majelis Desa Adat (MDA) dan Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) akhirnya mencapai titik klimaks.

 

Sipeng Eka Bharatha yang direncanakan akan dilakukan selama tiga hari akhirnya tidak jadi dilaksanakan.

 

Hal ini disepakati berdasar rapat Majelis Desa Adat (MDA) dan Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) di Kantor PHDI Bali, jalan Ratna Denpasar, Rabu (8/4) siang.

Baca Juga:  Pakai Hak Politik Tolak Sipeng, AWK: Bisa Digugat karena Langgar UU!

 

Meski tidak jadi dilaksanakan, Majelis Desa Adat (MDA) dan Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) mengimbau agar seluruh umat Hindu di Bali tinggal di rumah dan selalu mengikuti aturan dan anjuran dari pemerintah.



DENPASAR – Wacana Majelis Desa Adat (MDA) untuk melakukan Sipeng (Nyipeng) atau Nyepi selama 3 (tiga) hari  di seluruh desa adat memang sudah dibatalkan.

 

Gubenur Bali Wayan Koster pun meminta masyarakat untuk menyetop dan tidak membuat polemik lagi terkait dibatalkannya Sipeng Eka Bratha yang sebelumnya direncanakan akan digelar pada tanggal 18, 19, dan 20 April 2020 mendatang itu.

 

“Berbagai pihak jangan lagi berpolemik soal itu (Nyipeng). Sudah dibatalkan,” ujarnya pada Rabu (8/4).

 

Seperti diketahui, adanya wacana yang sempat dilontarkan Ketua Majelis Desa Adat Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet dan PHDI di media, memang sempat membuat gaduh masyarakat.

 

Baca Juga:  Denpasar dan Bangli Berseteru PHR, Koster Janji Cairkan Insentif

Koster tidak mau situasi (pembatalan wacana Nyipeng) ini kembali diperkeruh. Meskipun ia memahami bahwa tujuan Nyipeng adalah untuk memperkuat imbauan pemerintah.

 

“Saya minta Bali tidak lagi diisi polemik atau silang pendapat seperti ini. Mari menjaga bersama agar situasi ini tetap kondusif,” tutupnya.

 

Seperti diketahui, wacana Nyipeng yang dilontarkan Majelis Desa Adat (MDA) dan Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) akhirnya mencapai titik klimaks.

 

Sipeng Eka Bharatha yang direncanakan akan dilakukan selama tiga hari akhirnya tidak jadi dilaksanakan.

 

Hal ini disepakati berdasar rapat Majelis Desa Adat (MDA) dan Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) di Kantor PHDI Bali, jalan Ratna Denpasar, Rabu (8/4) siang.

Baca Juga:  Putu Kenci Ditemukan Tak Bernyawa di Tukad Bubuh

 

Meski tidak jadi dilaksanakan, Majelis Desa Adat (MDA) dan Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) mengimbau agar seluruh umat Hindu di Bali tinggal di rumah dan selalu mengikuti aturan dan anjuran dari pemerintah.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/