alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

15 Pelajar SD Keracunan, Dirut RS Sanjiwani Duga Karena Bakteri e-Coli

GIANYAR – Kasus keracunan kembali terjadi. Kali ini, sebanyak 15 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Temesi, Kecamatan Gianyar, harus dilarikan ke RS Sanjiwani Gianyar.

Mereka mengeluh sakit perut disertai muntah. Diduga mereka keracunan usai minum milkshake di kantin sekolah mereka. Petugas terkait, langsung memeriksa kantin yang menjual minuman susu itu.

Direktur RS Sanjiwani Gianyar, dr. Ida Komang Upeksa, mengaku kasus ini bukan Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Statusnya keracunan ringan. Penyebabnya diduga karena kurangnya higienisitas saat proses pengolahan,” terang Upeksa.

Dia mengaku gejala pasien disebabkan oleh bakteri e-coli. “Ada bakteri yang masih hidup walaupun sudah direbus,” jelasnya.

Kini, pasien sudah mendapat penanganan. “Kemungkinan dirawat inap 1 sampai 2 hari,” ungkapnya. Mengenai pembiayaan bisa gratis. Dengan catatan, pasien bisa menunjukkan BPJS.

Baca Juga:  Dana Sertifikasi Belum Cair, Guru SD - SMP Mulai Resah dan Gelisah

Bagi yang tidak punya, bisa menggunakan fasilitas kelas III. Untuk kelas III di RS Sanjiwani memang dibiayai pemerintah.



GIANYAR – Kasus keracunan kembali terjadi. Kali ini, sebanyak 15 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Temesi, Kecamatan Gianyar, harus dilarikan ke RS Sanjiwani Gianyar.

Mereka mengeluh sakit perut disertai muntah. Diduga mereka keracunan usai minum milkshake di kantin sekolah mereka. Petugas terkait, langsung memeriksa kantin yang menjual minuman susu itu.

Direktur RS Sanjiwani Gianyar, dr. Ida Komang Upeksa, mengaku kasus ini bukan Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Statusnya keracunan ringan. Penyebabnya diduga karena kurangnya higienisitas saat proses pengolahan,” terang Upeksa.

Dia mengaku gejala pasien disebabkan oleh bakteri e-coli. “Ada bakteri yang masih hidup walaupun sudah direbus,” jelasnya.

Kini, pasien sudah mendapat penanganan. “Kemungkinan dirawat inap 1 sampai 2 hari,” ungkapnya. Mengenai pembiayaan bisa gratis. Dengan catatan, pasien bisa menunjukkan BPJS.

Baca Juga:  Efektif PTM Hari Ini, Gianyar Sisir Tenaga Pendidik yang Belum Vaksin

Bagi yang tidak punya, bisa menggunakan fasilitas kelas III. Untuk kelas III di RS Sanjiwani memang dibiayai pemerintah.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/