alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Hasil Rapid Test Reaktif Covid-19, Sopir Barang Dipulangkan ke Jawa

NEGARA – Seorang sopir yang diketahui berasal dari Pulau Jawa dilaporkan reaktif Covid-19 berdasar hasil rapid test di Pelabuhan Gilimanuk.

Karena bukan berasal dari Jembrana dan wilayah Bali, sopir angkutan barang tersebut terpaksa dikembalikan ke daerah asalnya di Jawa.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, pengawasan terhadap orang yang masuk Bali di Pelabuhan Gilimanuk masih terus dilakukan.

Setiap orang yang datang dari zona merah atau memiliki suhu tubuh diatas 38 derajat langsung jalani rapid test.

Sejak diberlakukan di Pelabuhan Gilimanuk, sudah ada 7.062 orang yang menjalani rapid test. Dengan hasil rapid test reaktif atau positif sebanyak 18 orang.

Baca Juga:  Berlangsung Turun Temurun, Pengikat Kerukunan dan Wadah Saling Maafkan

Dari jumlah tersebut, hanya tiga orang warga Jembrana yang rapid test positif di Pelabuhan Gilimanuk sempat diisolasi di RSU Negara.

“Warga Jembrana yang rapid test positif di Pelabuhan Gilimanuk sudah negatif berdasarkan dua kali hasil swab,” jelasnya.

Bagi warga dengan KTP Bali yang diketahui positif dari rapid test akan dibawa ke tempat karantina yang disediakan pemerintah provinsi Bali.

Sedangkan orang dari luar Bali akan dikembalikan ke daerah asalnya dengan surat keterangan hasil rapid test positif.

Terkait dengan temuan sopir angkutan barang yang rapid test positif, sudah dilakukan pemulangan ke daerah asalnya di Jawa.

Sedangkan truk yang membawa barang bawaan tujuan Denpasar tetap melanjutkan perjalanan dengan sopir pengganti.

Baca Juga:  Bakteri Difteri Serang Jawa dan Sumatera, Bali Waspada

Sebelum berangkat ke Denpasar, truk sudah disemprot disinfektan untuk mencegah penularan jika sopir tersebut nantinya positif Covid-19. 



NEGARA – Seorang sopir yang diketahui berasal dari Pulau Jawa dilaporkan reaktif Covid-19 berdasar hasil rapid test di Pelabuhan Gilimanuk.

Karena bukan berasal dari Jembrana dan wilayah Bali, sopir angkutan barang tersebut terpaksa dikembalikan ke daerah asalnya di Jawa.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, pengawasan terhadap orang yang masuk Bali di Pelabuhan Gilimanuk masih terus dilakukan.

Setiap orang yang datang dari zona merah atau memiliki suhu tubuh diatas 38 derajat langsung jalani rapid test.

Sejak diberlakukan di Pelabuhan Gilimanuk, sudah ada 7.062 orang yang menjalani rapid test. Dengan hasil rapid test reaktif atau positif sebanyak 18 orang.

Baca Juga:  Diprotes, Tukar Guling Balai Desa Pengulon Batal

Dari jumlah tersebut, hanya tiga orang warga Jembrana yang rapid test positif di Pelabuhan Gilimanuk sempat diisolasi di RSU Negara.

“Warga Jembrana yang rapid test positif di Pelabuhan Gilimanuk sudah negatif berdasarkan dua kali hasil swab,” jelasnya.

Bagi warga dengan KTP Bali yang diketahui positif dari rapid test akan dibawa ke tempat karantina yang disediakan pemerintah provinsi Bali.

Sedangkan orang dari luar Bali akan dikembalikan ke daerah asalnya dengan surat keterangan hasil rapid test positif.

Terkait dengan temuan sopir angkutan barang yang rapid test positif, sudah dilakukan pemulangan ke daerah asalnya di Jawa.

Sedangkan truk yang membawa barang bawaan tujuan Denpasar tetap melanjutkan perjalanan dengan sopir pengganti.

Baca Juga:  Empat RS di Bali Rawat 13 Pasien dengan Gejala Mirip Corona

Sebelum berangkat ke Denpasar, truk sudah disemprot disinfektan untuk mencegah penularan jika sopir tersebut nantinya positif Covid-19. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/