alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Kasus Positif Corona Terus Naik, GTPP Putuskan Swab Massal di Bondalem

SINGARAJA-Gugus Tugas Percepatan Penaganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng mencatat adanya peningkatan kasus positif Covid-19 di Desa Bondalem.

Bahkan dengan meningkatnya kasus positif Corona di Bondalem, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng  bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Buleleng akhirnya memutuskan melakukan tes swab massal di Desa Bondalem.

Rencananya, tes dilakukan secara acak terhadap 200 warga yang menjalani pengambilan sampel swab.

Namun dari total 200 warga yang dilakukan swab, hingga Jumat (8/5) baru 101 orang warga yang menjalani pengambilan sampel.

Adapun 101 warga yang diambil sampel swab itu meliputi warga yang tinggal di Banjar Dinas Jro Kuta, Kelod Kangin, Kelod Kauh, Kaja Kangin, Kaja Kauh, Celagi Batur, Celagi Bantas, dan Suksuk.

Baca Juga:  Live FB Seminggu Dua Kali, Demores Jadi Titik Kumpul Musisi Buleleng

Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG mengatakan, swab massal dilakukan karena kasus transmisi lokal di Desa Bondalem sudah menjadi sebuah klaster.

Sehingga pemerintah memutuskan melakukan penelusuran dengan pendekatan epidemiologi.

“Kami lakukan cluster random sampling. Jadi kami ambil secara acak pada kelompok tertentu di masyarakat yang memang sudah ada kasus positif covid-19 di desa ini (Bondalem, Red),” kata Sutjidra saat ditemui di Gedung Serbaguna Desa Bondalem, Kamis (7/5) malam.

Lebih lanjut, Sutjidra menambahkan, pengambilan sampel swab itu sangat menentukan pengambilan keputusan dalam penanggulangan Covid-19 di Desa Bondalem.

Sutjidra menyebut pemerintah sudah merumuskan beberapa kebijakan.

Diantaranya memperketat proses karantina di Desa Bondalem, atau melakukan pengambilan sampel swab yang lebih massif lagi. Bahkan tak menutup kemungkinan pemerintah memperluas cakupan karantina wilayah.

Baca Juga:  Gempa Susulan Datang Silih Berganti, Yogi: Terpaksa Kami Mengungsi

“Kalau banyak, bisa jadi diperpanjang masa karantinanya. Kalau semakin banyak yang positif, kami akan pikirkan (karantina) desa tetangga. Baik itu Julah, Tejakula, dan Sembiran. Memperluas karantina itu sudah kami pikirkan. Jadi hasil swab ini yang akan jadi ,” tukas Sutjidra.

 



SINGARAJA-Gugus Tugas Percepatan Penaganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng mencatat adanya peningkatan kasus positif Covid-19 di Desa Bondalem.

Bahkan dengan meningkatnya kasus positif Corona di Bondalem, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng  bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Buleleng akhirnya memutuskan melakukan tes swab massal di Desa Bondalem.

Rencananya, tes dilakukan secara acak terhadap 200 warga yang menjalani pengambilan sampel swab.

Namun dari total 200 warga yang dilakukan swab, hingga Jumat (8/5) baru 101 orang warga yang menjalani pengambilan sampel.

Adapun 101 warga yang diambil sampel swab itu meliputi warga yang tinggal di Banjar Dinas Jro Kuta, Kelod Kangin, Kelod Kauh, Kaja Kangin, Kaja Kauh, Celagi Batur, Celagi Bantas, dan Suksuk.

Baca Juga:  Kasus Covid-19 Meningkat, Kebutuhan APD di Buleleng Naik 2 Kali Lipat

Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG mengatakan, swab massal dilakukan karena kasus transmisi lokal di Desa Bondalem sudah menjadi sebuah klaster.

Sehingga pemerintah memutuskan melakukan penelusuran dengan pendekatan epidemiologi.

“Kami lakukan cluster random sampling. Jadi kami ambil secara acak pada kelompok tertentu di masyarakat yang memang sudah ada kasus positif covid-19 di desa ini (Bondalem, Red),” kata Sutjidra saat ditemui di Gedung Serbaguna Desa Bondalem, Kamis (7/5) malam.

Lebih lanjut, Sutjidra menambahkan, pengambilan sampel swab itu sangat menentukan pengambilan keputusan dalam penanggulangan Covid-19 di Desa Bondalem.

Sutjidra menyebut pemerintah sudah merumuskan beberapa kebijakan.

Diantaranya memperketat proses karantina di Desa Bondalem, atau melakukan pengambilan sampel swab yang lebih massif lagi. Bahkan tak menutup kemungkinan pemerintah memperluas cakupan karantina wilayah.

Baca Juga:  Live FB Seminggu Dua Kali, Demores Jadi Titik Kumpul Musisi Buleleng

“Kalau banyak, bisa jadi diperpanjang masa karantinanya. Kalau semakin banyak yang positif, kami akan pikirkan (karantina) desa tetangga. Baik itu Julah, Tejakula, dan Sembiran. Memperluas karantina itu sudah kami pikirkan. Jadi hasil swab ini yang akan jadi ,” tukas Sutjidra.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/