alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Amor Ring Acintya!!Putri Bungsu Pakar Hukum Pidana Susul Sang Ayah

SINGARAJA-Sempat mengalami koma selama hampir dua hari, Made Desiana Andari Sadnyani, 9, satu dari korban kecelakaan nahas sekeluarga di KM 8-9 Jalan Raya Singaraja-Denpasar, Banjar Dinas Pumahan, Gitgit, Sukasada, Selasa (7/8) pukul 15.00, akhirnya menghembuskan nafas terakhir. 
Kepergian Desiana menyusul sang ayah Ketut Wetan Sastrawan dan kakaknya Luh Widya Andari Sadnyani, 13, yang lebih dulu menghadap sang Khaliq seakan, makin menambah panjang suasana duka keluarga.

Kasubbag Humas RSUD Buleleng, I Ketut Budiantara yang dikonfirmasi, membenarkan atas meninggalnya Desiana. Budiantara mengatakan, Made Desi meninggal karena menderita luka pada bagian kepala.
“Diagnose dokter, korban meninggal karena cedera kepala berat,”terang Budiantara.
Selama menjalani perawatan intensif di ruang ICU, pascakecelakaan maut, pada Minggu (5/8) siang, putri bungsu dari mendiang pakar hukum pidana Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja, Wetan Sastrawan, itu menurut pihak rumah sakit sempat tersadar.”Saat dirawat memang sempat merespon dan merintih, tapi kondisinya terus menurun hingga hilang kesadaran,” kata Budiantara.

Baca Juga:  Hina Jro Mangku di FB, Dijerat UU ITE, Perbekel Tamblang Bisa Jadi TSK


SINGARAJA-Sempat mengalami koma selama hampir dua hari, Made Desiana Andari Sadnyani, 9, satu dari korban kecelakaan nahas sekeluarga di KM 8-9 Jalan Raya Singaraja-Denpasar, Banjar Dinas Pumahan, Gitgit, Sukasada, Selasa (7/8) pukul 15.00, akhirnya menghembuskan nafas terakhir. 
Kepergian Desiana menyusul sang ayah Ketut Wetan Sastrawan dan kakaknya Luh Widya Andari Sadnyani, 13, yang lebih dulu menghadap sang Khaliq seakan, makin menambah panjang suasana duka keluarga.

Kasubbag Humas RSUD Buleleng, I Ketut Budiantara yang dikonfirmasi, membenarkan atas meninggalnya Desiana. Budiantara mengatakan, Made Desi meninggal karena menderita luka pada bagian kepala.
“Diagnose dokter, korban meninggal karena cedera kepala berat,”terang Budiantara.
Selama menjalani perawatan intensif di ruang ICU, pascakecelakaan maut, pada Minggu (5/8) siang, putri bungsu dari mendiang pakar hukum pidana Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja, Wetan Sastrawan, itu menurut pihak rumah sakit sempat tersadar.”Saat dirawat memang sempat merespon dan merintih, tapi kondisinya terus menurun hingga hilang kesadaran,” kata Budiantara.

Baca Juga:  Panik Lihat Api, Truk Tronton Ringsek Tabrak Pohon Perindang

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/