alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Kenalkan Eko Wisata Saba Asri, Lepas 10 Ribu Tukik ke Pantai Saba

GIANYAR – Sebanyak 10 ribu tukik atau anak penyu dilepasliarkan di Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, kemarin.

Puluhan ribu tukik ini berasal dari tempat penangkaran penyu Saba Asri di Desa Saba. Ketua Panitia, I Made Kikik yang juga Ketua Kelompok Penangkaran Penyu Saba Asri, menyatakan, selama Januari-Agustus 2020, penangkaran menetaskan 10.835 ekor tukik.

“Pelepasliaran tukik dalam jumlah yang cukup besar baru pertama kali kami lakukan,” ujar Kikik, kemarin.

Kata dia, penyu yang dilepasliarkan merupakan jenis penyu Lekang atau dalam bahasa ilmiah, Lepidochelys Olivacea.

Dalam bahasa Inggris, dikenal dengan nama Olive Ridley Sea Turtle. “Jenis penyu Lekang yang ini memang cocok untuk pantai yang berpasir hitam,” jelas Kikik.

Baca Juga:  Joni Agung Kampanye Pelestarian Penyu

Menurut Kikik, pelepasliaran tukik kali ini untuk mengampanyekan pentingnya konservasi alam bagi kelangsungan hidup penyu.

Terlebih, saat ini momen yang tepat karena memperingati Hari Konservasi Alam Nasional yang jatuh pada 10 Agustus.

“Kegiatan ini juga ingin lebih memperkenalkan Eko Wisata Saba Asri ke masyarakat umum sebagai salah satu tempat konservasi penyu di Bali dan satu-satunya di Kabupaten Gianyar,” jelasnya.

Pelepas liarkan tukik bekerjasama dengan beberapa komunitas pecinta lingkungan, maupun wisatawan yang berkunjung ke konservasi.

Kegiatan kali ini, bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar dan Indonesia Power.

Sementara itu, Sekda Gianyar, Made Wisnu Wijaya mengapresiasi kegiatan di penangkaran Saba Asri.

Baca Juga:  Pandemi Covid-19, Pencinta Penyu Lepas Ratusan Tukik di Pantai Saba

“Habitat penyu semakin berkurang. Hal ini tentu harus ada gerakan masif terkait dengan pelestarian penyu,” pintanya.

Sekda menuturkan jika penyu termasuk binatang yang dilindungi. “Tentu ini menjadi apresiasi pemerintah. Ada seperti yayasan yang konsen terhadap pelestarian penyu harus diapresiasi,” pungkasnya.

Kegiatan melepasliarkan penyu dihadiri oleh sejumlah pihak. Mulai Sekda, Plt Kepala DLH Gianyar Wayan Kujus Pawitra, Kapolres Gianyar AKBP Dewa Adnyana,

anggota Komisi IV DPR RI I Nyoman Parta, perwakilan Kementerian KKP RI, Kementerian Lingkungan Hidup RI dan beberapa komunitas pecinta lingkungan hidup di Bali. Bahkan, sejumlah warga asing juga terlibat. 



GIANYAR – Sebanyak 10 ribu tukik atau anak penyu dilepasliarkan di Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, kemarin.

Puluhan ribu tukik ini berasal dari tempat penangkaran penyu Saba Asri di Desa Saba. Ketua Panitia, I Made Kikik yang juga Ketua Kelompok Penangkaran Penyu Saba Asri, menyatakan, selama Januari-Agustus 2020, penangkaran menetaskan 10.835 ekor tukik.

“Pelepasliaran tukik dalam jumlah yang cukup besar baru pertama kali kami lakukan,” ujar Kikik, kemarin.

Kata dia, penyu yang dilepasliarkan merupakan jenis penyu Lekang atau dalam bahasa ilmiah, Lepidochelys Olivacea.

Dalam bahasa Inggris, dikenal dengan nama Olive Ridley Sea Turtle. “Jenis penyu Lekang yang ini memang cocok untuk pantai yang berpasir hitam,” jelas Kikik.

Baca Juga:  BIKIN GADUH! Sudah Bayar Pajak, Tapi Tak Dapat Hibah Pariwisata

Menurut Kikik, pelepasliaran tukik kali ini untuk mengampanyekan pentingnya konservasi alam bagi kelangsungan hidup penyu.

Terlebih, saat ini momen yang tepat karena memperingati Hari Konservasi Alam Nasional yang jatuh pada 10 Agustus.

“Kegiatan ini juga ingin lebih memperkenalkan Eko Wisata Saba Asri ke masyarakat umum sebagai salah satu tempat konservasi penyu di Bali dan satu-satunya di Kabupaten Gianyar,” jelasnya.

Pelepas liarkan tukik bekerjasama dengan beberapa komunitas pecinta lingkungan, maupun wisatawan yang berkunjung ke konservasi.

Kegiatan kali ini, bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar dan Indonesia Power.

Sementara itu, Sekda Gianyar, Made Wisnu Wijaya mengapresiasi kegiatan di penangkaran Saba Asri.

Baca Juga:  Dikarantina Usai Tiba 22 Mei, 5 Pekerja Migran Gianyar Positif Corona

“Habitat penyu semakin berkurang. Hal ini tentu harus ada gerakan masif terkait dengan pelestarian penyu,” pintanya.

Sekda menuturkan jika penyu termasuk binatang yang dilindungi. “Tentu ini menjadi apresiasi pemerintah. Ada seperti yayasan yang konsen terhadap pelestarian penyu harus diapresiasi,” pungkasnya.

Kegiatan melepasliarkan penyu dihadiri oleh sejumlah pihak. Mulai Sekda, Plt Kepala DLH Gianyar Wayan Kujus Pawitra, Kapolres Gianyar AKBP Dewa Adnyana,

anggota Komisi IV DPR RI I Nyoman Parta, perwakilan Kementerian KKP RI, Kementerian Lingkungan Hidup RI dan beberapa komunitas pecinta lingkungan hidup di Bali. Bahkan, sejumlah warga asing juga terlibat. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/