alexametrics
28.7 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Tekan Angka Kehamilan, Buleleng Bagikan Alat Kontrasepsi Gratis

SINGARAJA – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Buleleng menggelontorkan ribuan alat kontrasepsi, termasuk kondom.

Alat dan obat kontrasepsi tersebut disalurkan mulai bulan Juli-Juli ke masing-masing fasilitas kesehatan yang ada di 9 kecamatan di Buleleng.

Dari data Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Buleleng di bulan Juni, kondom sebanyak 27 buah, obat suntik 1.780, susuk KB 235 buah jarum suntik sebanyak 1.780 buah dan obat IUD 330 buah.

Sedangkan di bulan Juli kondom sebanyak kondom 11 buah, obat suntik 660, susuk KB 120 buah, jarum suntik 660 buah dan obat IUD 210 buah.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Buleleng Made Arya Sukerta mengaku,

Baca Juga:  Bangunan SD di Pelosok Buleleng Rusak Bertahun-tahun, Ini Kata Komite

alat dan obat kontrasepsi tersebut dibagikan secara cuma-cuma alias gratis di puskesmas kesehatan yang ada di Buleleng.

Kendati saat ini angka kehamilan di Buleleng belum mengalami peningkatan ditengah pandemi Covid-19 yang masih mewabah.

“Kami berikan alat dan obat kontrasepsi kepada akseptor dengan jumlah mencapai ribuan. Salah satu cara untuk menekan kehamilan ditengah masih banyak warga yang work from berdiam diri di rumah,” ungkapnya.

Angka kehamilan sejak bulan Maret sampai dengan Juli masa pandemi Covid-19 pihaknya belum melakukan penyempurnaan data, survey dan penelitian.

Apakah angka kehamilan naik atau tidak di Buleleng. “Kami prediksi angka kehamilan meningkat di Buleleng. Karena sejumlah daerah juga telah melaporkan angka positif kehamilan naik,” ucap Sukerta.

Baca Juga:  Istri Fredy Mendadak Menghilang, Diduga Ikut Terlibat Tipu Gede Doni

Dia menyarankan bagi ibu-ibu yang ingin mendapatkan KB gratis bisa secara langsung datang ke fasilitas kesehatan di masing-masing Puskesmas dan kegiatan posyandu lainnya.

“Kami berharap kerjasama dari para ibu-ibu datang ke Puskesmas untuk mendapat alat dan obat kontrasepsi,” pungkasnya. 



SINGARAJA – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Buleleng menggelontorkan ribuan alat kontrasepsi, termasuk kondom.

Alat dan obat kontrasepsi tersebut disalurkan mulai bulan Juli-Juli ke masing-masing fasilitas kesehatan yang ada di 9 kecamatan di Buleleng.

Dari data Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Buleleng di bulan Juni, kondom sebanyak 27 buah, obat suntik 1.780, susuk KB 235 buah jarum suntik sebanyak 1.780 buah dan obat IUD 330 buah.

Sedangkan di bulan Juli kondom sebanyak kondom 11 buah, obat suntik 660, susuk KB 120 buah, jarum suntik 660 buah dan obat IUD 210 buah.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Buleleng Made Arya Sukerta mengaku,

Baca Juga:  Bappeda Buleleng Mulai Identifikasi Desa Miskin

alat dan obat kontrasepsi tersebut dibagikan secara cuma-cuma alias gratis di puskesmas kesehatan yang ada di Buleleng.

Kendati saat ini angka kehamilan di Buleleng belum mengalami peningkatan ditengah pandemi Covid-19 yang masih mewabah.

“Kami berikan alat dan obat kontrasepsi kepada akseptor dengan jumlah mencapai ribuan. Salah satu cara untuk menekan kehamilan ditengah masih banyak warga yang work from berdiam diri di rumah,” ungkapnya.

Angka kehamilan sejak bulan Maret sampai dengan Juli masa pandemi Covid-19 pihaknya belum melakukan penyempurnaan data, survey dan penelitian.

Apakah angka kehamilan naik atau tidak di Buleleng. “Kami prediksi angka kehamilan meningkat di Buleleng. Karena sejumlah daerah juga telah melaporkan angka positif kehamilan naik,” ucap Sukerta.

Baca Juga:  Hujan Lebat, Banjir Rendam Jalan, Rumah, dan Areal Persawahan

Dia menyarankan bagi ibu-ibu yang ingin mendapatkan KB gratis bisa secara langsung datang ke fasilitas kesehatan di masing-masing Puskesmas dan kegiatan posyandu lainnya.

“Kami berharap kerjasama dari para ibu-ibu datang ke Puskesmas untuk mendapat alat dan obat kontrasepsi,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/