alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Pelabuhan Gilimanuk Jadi Sarang Penyelundupan, Ini Buktinya…

RadarBali.com – Upaya Polsek Kawasan Laut Gilimanuk untuk mencegah penyelundupan komoditi tanpa dokumen kembali membuahkan hasil.

Belasan dus daging ayam dan olahan yang dikirim dari Jawa ke Bali tanpa dokumen lengkap berhasil diamankan. 

Terbongkarnya penyelundupan daging dan olahanya itu setelah anggota Polsek Kawasan Laut Gilimanuk memeriksa barang yang diangkut truk box Hino B 9873 Bl, yang tiba di pos 2 atau pintu keluar pelabuhan Gilimanuk Kamis (7/9).

Begitu pintu box mobil yang tiba sekitar pukul 08.15 dibuka didalamnya berisi tumpukan kardus dan box sterofoam.

“Setelah box sterofoam dibuka isinya daging ayam beku.  Sedangkan dus itu berisi daging olahan,” ungkap  Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol Nyoman Subawa melalui Kanit Reskrim AKP Komang Muliyadi.

Baca Juga:  Empat Kursi Kadis Dilelang, Kabid Bisa Ikut Lelang Jabatan

Mendapat temuan itu, Karso 33, asal Berebes,  sopir mobil box pengangkut daging ayam beku dan olahannya itu kemudian diminta menunjukan dokumen terutama sertifikat kesehatan, tapi tidak bisa menunjukanya.

 Karena tidak membawa dokumen, mobil box bersama satu box sterofoam daging beku yg dikemas dengan 1 box sterofoam, tujuh dus sosis ayam dan enam dus nugget diamankan ke Polsek Kawasan Laut Gilumanuk.  

Dari keterangan Karso daging beku dan daging olahan itu diangkut dari Bekasi tujuan Alfa Singaraja dan Denpasar. “Penyelundupan daging maupun hasil bahan olahan atau bahan asal hewan yang tidak dilengkapi dengan dokumen atau Sertifikat Kesehatan Karantina, kita amankan sesuai dengan UU Nomor. 16 tahun1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan tumbuhan,”jelasnya.

Baca Juga:  Ratusan Taruna Terpapar Covid, Ini Langkah Cepat Direktur Poltrada

Sesuai undang-undang tersebut,  lanjut Muliyadi setiap pengiriman hewan, ikan dan mikroorganisme pengganggu tumbuhan, bahan asal hewan dan ikan, hasil bahan asal hewan dan ikan antar pulau harus dilengkapi dengan surat keterangan Kesehatan dari Kantor Karantina asal.

“Setelah meminta keterangan sopir kemudian truk box dan daging serta olahannya itu kami serahkan ke Karantina Pertanian Gilimanuk untuk proses selanjutnya, ” pungkasnya. 



RadarBali.com – Upaya Polsek Kawasan Laut Gilimanuk untuk mencegah penyelundupan komoditi tanpa dokumen kembali membuahkan hasil.

Belasan dus daging ayam dan olahan yang dikirim dari Jawa ke Bali tanpa dokumen lengkap berhasil diamankan. 

Terbongkarnya penyelundupan daging dan olahanya itu setelah anggota Polsek Kawasan Laut Gilimanuk memeriksa barang yang diangkut truk box Hino B 9873 Bl, yang tiba di pos 2 atau pintu keluar pelabuhan Gilimanuk Kamis (7/9).

Begitu pintu box mobil yang tiba sekitar pukul 08.15 dibuka didalamnya berisi tumpukan kardus dan box sterofoam.

“Setelah box sterofoam dibuka isinya daging ayam beku.  Sedangkan dus itu berisi daging olahan,” ungkap  Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol Nyoman Subawa melalui Kanit Reskrim AKP Komang Muliyadi.

Baca Juga:  Pesta Tahun Baru Kian Dekat, Turis Lokal Banjiri Bali Via Gilimanuk

Mendapat temuan itu, Karso 33, asal Berebes,  sopir mobil box pengangkut daging ayam beku dan olahannya itu kemudian diminta menunjukan dokumen terutama sertifikat kesehatan, tapi tidak bisa menunjukanya.

 Karena tidak membawa dokumen, mobil box bersama satu box sterofoam daging beku yg dikemas dengan 1 box sterofoam, tujuh dus sosis ayam dan enam dus nugget diamankan ke Polsek Kawasan Laut Gilumanuk.  

Dari keterangan Karso daging beku dan daging olahan itu diangkut dari Bekasi tujuan Alfa Singaraja dan Denpasar. “Penyelundupan daging maupun hasil bahan olahan atau bahan asal hewan yang tidak dilengkapi dengan dokumen atau Sertifikat Kesehatan Karantina, kita amankan sesuai dengan UU Nomor. 16 tahun1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan tumbuhan,”jelasnya.

Baca Juga:  Hore! Ratusan Pekerja Migran Jembrana Sudah Kembali ke Luar Negeri

Sesuai undang-undang tersebut,  lanjut Muliyadi setiap pengiriman hewan, ikan dan mikroorganisme pengganggu tumbuhan, bahan asal hewan dan ikan, hasil bahan asal hewan dan ikan antar pulau harus dilengkapi dengan surat keterangan Kesehatan dari Kantor Karantina asal.

“Setelah meminta keterangan sopir kemudian truk box dan daging serta olahannya itu kami serahkan ke Karantina Pertanian Gilimanuk untuk proses selanjutnya, ” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/